close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Konten Eksklusif:

Tidak Adil Menyalahkan Nahkoda Saat Ombak dan Badai Datang

(Menimbang Kerja Sama Indonesia–Amerika di Tengah Badai Ekonomi Global).

Oleh: Prof. Eggi Sudjana.

BOGOR, MPI ALLAAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214).

Bahwa kaitan Surah Al Baqarah ayat 214 tersebut dengan keadaan peristiwa, Perdebatan tentang kerja sama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump belakangan menghangat. Sebagian menilai Indonesia terlalu dekat. Sebagian lagi khawatir kita sedang “dikendalikan”. Bahkan ada yang menyimpulkan, jika ekonomi global goyah, berarti langkah Presiden keliru.

*Namun benarkah sesederhana itu?*

Mari kita pakai analogi sederhana. Bayangkan Indonesia adalah sebuah kapal besar. Presiden adalah nahkodanya. Saat laut tenang, kapal melaju mulus. Tapi ketika ombak besar dan Badai datang dari samudera, apakah adil menyalahkan nahkoda karena kapal bergoyang ?

Hari ini, ombak itu datang dari ekonomi global, khususnya Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia.

Mahkamah Agung Amerika, Supreme Court of the United States, membatalkan kebijakan tarif (pajak impor) yang sebelumnya diberlakukan. Di sisi lain, data inflasi mereka yang disebut Core PCE (ukuran kenaikan harga versi bank sentral, tanpa menghitung makanan dan energi) masih cukup tinggi.

Bank sentral Amerika, Federal Reserve atau The Fed, belum yakin menurunkan suku bunga (rate cut – penurunan bunga pinjaman). Artinya uang masih mahal, kredit masih ketat, dan investor global lebih nyaman menyimpan dananya di Amerika.

Ketika suku bunga di Amerika tinggi, uang dari seluruh dunia cenderung “pulang kampung” ke sana. Akibatnya negara berkembang seperti Indonesia bisa mengalami tekanan nilai tukar dan fluktuasi pasar.

Ini bukan keputusan Presiden Indonesia. Ini mekanisme ekonomi global, sisi lain dalam proses Takdir NYA dibuat keadaan kurang dan atau tak nyaman jalannya kehidupan Ekonomi Global .

Sama seperti harga cabai naik karena cuaca buruk di daerah penghasil, bukan karena kesalahan pedagang di pasar.

*Lalu bagaimana dengan kerja sama Indonesia – Amerika?*

Hubungan antarnegara bukan hubungan pribadi dua presiden, hal ini diatur konstitusi. Kerjasama melibatkan DPR, dan kementerian teknis , yang terpenting, hal ini menyangkut kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia.

Bahwa dalam kerja sama terbaru, ada perluasan akses ekspor, hilirisasi mineral (mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah), penguatan teknologi, stabilitas pasokan pangan, hingga energi serta perluasan informasi data digitalnya.

*Mari kita coba pakai analogi rumah tangga.*

Jika sebuah keluarga punya tetangga kaya yang menjadi pasar utama usaha kecilnya, apakah bijak memutus hubungan hanya karena ada perbedaan pandangan?

Atau lebih bijak tetap menjaga komunikasi, sambil tetap berpegang pada prinsip?

Kerja sama dagang itu seperti berjualan. Kita mungkin tidak selalu setuju dengan karakter pembeli, tetapi jika pembeli itu penting bagi kelangsungan usaha, hubungan tetap dijaga selama tidak melanggar prinsip dan hukum.

*Bagaimana dengan isu Palestina?*

Bahwa sikap Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina adalah prinsip konstitusional. Itu tidak berubah. Tetapi diplomasi modern memungkinkan dua negara berbeda pandangan dalam satu isu, dan tetap bekerja sama di bidang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari pun begitu. Dua sahabat bisa berbeda pilihan politik, tetapi tetap saling membantu dalam urusan ekonomi.

Apakah ada resiko dalam kerja sama dengan negara besar? Tentu ada.

Tetapi dalam ekonomi global, tidak bekerja sama juga mengandung resiko.

Justru dalam situasi dunia yang tidak stabil yang ditandai inflasi Amerika yang belum turun, suku bunga tinggi, dan pasar saham seperti Nasdaq Composite yang masih dalam tren melemah dn Indonesia perlu memastikan kapal tetap punya banyak jalur perdagangan, bukan menutup diri.

*Lalu apakah langkah Presiden Prabowo salah?*

Secara objektif, tidak ada bukti bahwa ketidakstabilan ekonomi global saat ini disebabkan oleh kebijakan beliau. Ombak berasal dari laut global, bukan dari ruang rapat di Istana Negara Jakarta atau Hambalang .

Tentu kebijakan pemerintah tetap harus diawasi. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Namun menyimpulkan bahwa seluruh gejolak ekonomi adalah kesalahan presiden adalah penyederhanaan yang berlebihan.

Menjadi pemimpin di era globalisasi bukan soal memilih tanpa resiko. Namun ini soal memilih resiko yang paling bisa dikelola, namun dalam bidang Militer Indonesia ditempatkan jadi wakil Komandan dalam BoP,  ini kekeliruan nyata karena Indonesia sudah lepas jati diri dari NON BLOKnya dan berhadapan dengan HAMAS GARDA TERDEPAN PALESTINA. 

Seorang nahkoda yang baik bukan yang bisa menghentikan badai, karena itu mustahil melainkan yang mampu mengarahkan kapal agar tidak karam.

Sebagai warga negara, kita berhak mengkritik. Sebagai bangsa, kita perlu berpikir jernih Ilmiah, Obyektif, Sitematis, Toleran dan berjiwa intelektual Jujur, Benar, Adil.

Sebagai manusia, kita harus adil dalam menilai, tidak tergesa menyalahkan, tidak pula menutup mata terhadap resiko, lihat Quran Surah Al Maidah ayat 8 :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 8).

Bahwa perlu sekali berfikir Obyektif, Sistematis dan Toleran terhadap kehidupan yang menglobal karena dalam dunia yang saling terhubung, kadang kapal kita bergoyang bukan karena nahkodanya salah arah, tetapi karena ombak memang sedang dahsyat tingginya. Oleh karenanya konsep tahu diri dan tahu batas perlu selalu PERLINDUNGAN dan PERTOLONGAN ALLAAH SUBHANNAHU WA TA ALA : 

بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ

balillaahu maulaakum, wa huwa khoirun naashiriin

“Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 150).

Bogor, Kamis 26 Feb 2026, 22 : 02 Wib.

[Redaksi] – [Tim Brother Eggi Sudjana BES]

Latest

Menimbang Rencana Penutupan Ritel Modern: Jalan Tengah untuk Ekonomi Rakyat

Oleh : Prof Eggi SudjanaBOGOR, MPI - Allah Subhanahu Wa...

Ulama tawadu

Oleh : Erizeli Jely Bandoro (EJB)BOGOR, MPI - Di sebuah kota...

Eggi Sudjana Titip Pesan Buat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ada Apa?

JAKARTA, MPI - Eggi Sudjana bersama Taufiq Hidayat mengunjungi sahabat kita...

Eggi Sudjana Sampaikan Tausiyah Ramadhan di Posko ASP

JAKARTA, MPI - Menjelang waktu berbuka puasa Ramadhan 1447 H,  Posko...

Newsletter

Don't miss

Menimbang Rencana Penutupan Ritel Modern: Jalan Tengah untuk Ekonomi Rakyat

Oleh : Prof Eggi SudjanaBOGOR, MPI - Allah Subhanahu Wa...

Ulama tawadu

Oleh : Erizeli Jely Bandoro (EJB)BOGOR, MPI - Di sebuah kota...

Eggi Sudjana Titip Pesan Buat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ada Apa?

JAKARTA, MPI - Eggi Sudjana bersama Taufiq Hidayat mengunjungi sahabat kita...

Eggi Sudjana Sampaikan Tausiyah Ramadhan di Posko ASP

JAKARTA, MPI - Menjelang waktu berbuka puasa Ramadhan 1447 H,  Posko...

Eggi Tidak Kalah Cepat, Sebaliknya Menang Banyak

JAKARTA, MPI - Sebagai Eggi Sudjana, sosok senior dalam pergerakan (sejak...

Menimbang Rencana Penutupan Ritel Modern: Jalan Tengah untuk Ekonomi Rakyat

Oleh : Prof Eggi SudjanaBOGOR, MPI - Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ...

Ulama tawadu

Oleh : Erizeli Jely Bandoro (EJB)BOGOR, MPI - Di sebuah kota yang tak pernah benar-benar tidur, orang-orang berlari mengejar angka. Angka di rekening. Angka di kursi...

Eggi Sudjana Titip Pesan Buat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ada Apa?

JAKARTA, MPI - Eggi Sudjana bersama Taufiq Hidayat mengunjungi sahabat kita Mas pram dan rano karno dikantor Gubernur DKI Jakarta pada Rabu (25/2) sore. untuk menyampaikan...
error: Content is protected !!