BAPERSIPIL: Karakter Sipil Prabowo adalah Jawaban, Stop Goreng Isu Militerisme

BOGOR, MPI – Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) menyelenggarakan acara silaturrahmi dan diskusi publik bertema “Sinergi Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) Mengawal Supremasi HUKUM Mengapresiasi Pengabdian POLRI untuk Negeri dalam Batas Batas untuk Kemaslahatan” di Caffe Kopi Bento Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada senin sore, (12/1/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, motor penggerak BAPERSIPIL yang akrab disapa Celoteh abah Ade Adriansyah menegaskan bahwa narasi yang menyudutkan Presiden Prabowo Subianto terkait isu kembalinya militerisme di Indonesia adalah salah sasaran dan merupakan bentuk “fobia masa lalu” yang sengaja dipelihara untuk menghambat kemajuan bangsa.

Baca juga:  Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Secara Serentak

“Setop Jualan Halusinasi! Presiden telah menyampaikan komitmennya terhadap demokrasi, namun para penebar stigma masih terus mengedarkan ‘hantu’ militerisme. Ini adalah narasi sampah yang sudah kadaluwarsa! Rakyat harus menyadari bahwa karakter sipil Prabowo saat ini jauh lebih kuat dibandingkan mereka yang mengaku sipil namun praktiknya otoriter,” tegas Abah dalam paparannya.

BAPERSIPIL menguraikan beberapa poin krusial untuk mematahkan stigma tersebut:

– Diplomasi Bukan Instruksi: Langkah internasional Presiden merupakan langkah diplomat sipil kelas dunia yang mengutamakan negosiasi, bukan gertakan komando.
​
– Agenda Kerakyatan: Fokus pada gizi anak dan ketahanan pangan adalah agenda kesejahteraan sipil yang sangat humanis.
​
– Kepatuhan Konstitusi: Kesabaran Prabowo dalam mengikuti jalur Pemilu selama puluhan tahun adalah bukti nyata pengakuan tertinggi pada supremasi hukum sipil.

Baca juga:  RSUD Kota Bogor dan PWRI Sepakat Damai, Pelayanan Publik Diutamakan

Abah menambahkan bahwa kedisiplinan yang dibawa Presiden dari latar belakangnya menjadi modal kuat untuk memastikan aparat negara tunduk pada kepentingan rakyat.

“Supremasi sipil berarti hukum di atas segalanya. Saat ini, kita melihat ketegasan tersebut digunakan untuk membela kepentingan sipil. Oleh karena itu, mereka yang teriak-teriak tentang militerisme sebenarnya sedang ketakutan karena tidak memiliki gagasan untuk bersaing dalam kinerja,” ucapnya.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Waspada Kemunafikan, Ini 5 Ciri Lengkap Beserta Dalil dan Sikap yang Benar

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat juga menjadi ajang untuk mengapresiasi peran POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban sesuai dengan prinsip supremasi hukum. BAPERSIPIL mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti terjebak pada dikotomi label dan mulai fokus mengawal kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

“Jangan sampai kita gagal melihat emas hanya karena sibuk meributkan warna kotaknya,” pungkas Abah.[ATS]

 

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...