Bantahan Warga Menggema Setelah PDAM Sebut Tak Ada Pencemaran di Singkawang Tengah

“Emangnya Kami Makan Rumput?”

SINGKAWANG. KALBAR, MPI Polemik dugaan pencemaran tanah di Jalan Tirtasari RT 050 RW 10, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, semakin memanas. Setelah warga mengeluhkan kerusakan lahan yang diduga akibat limbah, pihak PDAM disebut telah melakukan pengecekan ke lokasi.

Namun hasil pemeriksaan justru memicu kemarahan warga. Menurut pengakuan salah satu warga, petugas menyampaikan bahwa tidak ditemukan pencemaran dengan alasan rumput di lokasi masih dapat tumbuh.

“Katanya tidak tercemar karena rumput masih hidup. Emangnya kami makan rumput?” ujar seorang warga dengan nada geram.

Keluhan Warga: Tanah Tak Lagi Produktif
Bagi warga, pernyataan tersebut dianggap tidak menjawab persoalan utama. Mereka menegaskan bahwa masalah bukan sekadar ada atau tidaknya vegetasi liar, melainkan tanah yang tidak lagi produktif untuk pertanian dan tanaman konsumsi.

Baca juga:  Pengurusan Pimpinan Anak Cabang PP Bogor Utara Dibentuk

Sebelum kondisi berubah, lahan tersebut dapat ditanami berbagai tanaman pangan. Kini, tanaman tidak berkembang, sebagian mati, bahkan tanah mengeluarkan bau tidak sedap pada waktu tertentu.

“Rumput itu tumbuh di mana-mana, bahkan di tanah keras sekalipun. Tapi kami tidak menanam rumput. Kami menanam untuk kebutuhan hidup,” kata warga lainnya.

Sejumlah warga mempertanyakan metode pemeriksaan yang dilakukan. Mereka menilai dugaan pencemaran lingkungan seharusnya tidak hanya dilihat dari kondisi permukaan, tetapi juga melalui pengujian laboratorium terhadap sampel tanah dan air.

Baca juga:  Bupati Bogor Intruksikan ASN Untuk Jaga Integritas dan Tolak Gratifikasi Jelang Hari Raya

Pengamat lingkungan menegaskan bahwa indikasi pencemaran tidak selalu terlihat kasat mata. “Tanah bisa terlihat normal di permukaan, tetapi kandungannya berubah. Itu sebabnya pemeriksaan ilmiah sangat penting,” ujarnya.

Warga menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar perdebatan teknis, melainkan soal kepercayaan publik. Mereka khawatir jika dugaan pencemaran benar terjadi dan tidak segera ditangani, kerusakan bisa meluas dan berdampak pada lingkungan sekitar.

“Kami hanya ingin kepastian. Kalau memang tidak tercemar, buktikan dengan uji laboratorium terbuka. Jangan hanya melihat rumput,” tegas seorang warga.

Warga kini mendesak Pemerintah Kota Singkawang dan Dinas Lingkungan Hidup untuk turun tangan melakukan pemeriksaan independen. Mereka berharap ada hasil uji yang transparan dan dapat diakses publik, sehingga persoalan tidak berhenti pada pernyataan sepihak.

Baca juga:  Musim Kemarau Ancam Kekeringan, Aktivitas Geothermal Jadi Sorotan

Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kepercayaan. Ketika warga merasa dampak nyata di lapangan tidak diakui, yang muncul bukan hanya kerusakan lahan, tetapi juga kekecewaan yang semakin dalam.

Hingga laporan ini disusun, belum ada publikasi resmi mengenai hasil uji laboratorium yang dapat memastikan ada atau tidaknya pencemaran di lokasi tersebut. Polemik pun masih bergulir, dan satu kalimat warga kini menjadi simbol kemarahan mereka:

“Kami tidak butuh rumput tumbuh. Kami butuh tanah yang bisa menghidupi.”

 

 

Latest

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia,...

Laskar Merah Putih Kota Bogor Gelar Halal Bihalal, Perkuat Persaudaraan dan Sinergi

BOGOR, MPI - Dalam semangat dan suasana pasca Idul...

Newsletter

Don't miss

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia,...

Laskar Merah Putih Kota Bogor Gelar Halal Bihalal, Perkuat Persaudaraan dan Sinergi

BOGOR, MPI - Dalam semangat dan suasana pasca Idul...

Rudy Susmanto Resmikan Bus Listrik Gratis di Bogor, Dorong Transportasi Publik Ramah Lingkungan

CIBINONG, MPI - Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menghadirkan layanan bus listrik...

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda menerima kunjungan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Tahun...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali mencoreng citra birokrasi daerah. Sorotan publik kini tertuju pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, di mana...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan posisi geografis yang strategis, memiliki modal...