Alasan Prabowo Ingin Beri Bintang Mahaputera ke Kapolri

JAKARTA, MPI – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencananya untuk menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, pimpinan Polri tersebut telah berjasa besar dalam mendukung berbagai program pemerintah.

“Saya kira Mahaputera itu pantas untuk beliau. Saya tanya, ‘Anda sudah dapat Mahaputera?’ [dijawab] ‘belum’. Jadi saya yang akan beri Mahaputera untuk beliau,” ujar Prabowo, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga:  PWRI Pererat Silaturahmi Lewat Tradisi Buka Bersama Ramadan

Prabowo menilai penghargaan ini merupakan bentuk kehormatan sekaligus kebahagiaan seorang pemimpin yang ingin menyampaikan terima kasih atas kontribusi anak buahnya. Ia menekankan kebanggaan atas kerja Polri yang dianggap sejalan dengan program unggulan pemerintah.

Apresiasi untuk Program Polri
Presiden beberapa kali mengutip peran kepolisian dalam mendukung agenda nasional, antara lain:

– Keterlibatan Polri dalam penanaman jagung untuk program swasembada pangan.
– Pembangunan 1.179 SPPG berstandar tinggi guna menyokong program MBG.

Baca juga:  Notaris Rohmat Selamat, SH,.MK.n, Kewajiban RUPS dan Laporan Tahunan Perusahaan dalam Akta Notaris: Langkah Nyata Menuju Tata Kelola Korporasi yang Transparan

Meski bukan bagian dari tugas utama kepolisian, Prabowo berulang kali menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan wujud pengayoman Polri terhadap masyarakat.

Tentang Bintang Mahaputera
Bintang Mahaputera adalah tanda kehormatan tingkat kedua di Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai luar biasa dalam menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan NKRI.

Penghargaan ini memiliki lima kelas, yaitu:
– Bintang Mahaputera Adipurna
– Bintang Mahaputera Adipradana
– Bintang Mahaputera Utama
– Bintang Mahaputera Pratama
– Bintang Mahaputera Nararya

Baca juga:  Wamenhub Pastikan Kesiapan Sejumlah Pelabuhan Saat Libur Natal-Tahun Baru

[ATS]

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...