Gudang Limbah Terbakar, Dugaan B3 dan Legalitas Disorot

CITEREUP, MPI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang yang diduga digunakan untuk menampung limbah di Kampung Tegal Jambu, RT 03/RW 05, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Selasa (4/8/2026).

Peristiwa tersebut menimbulkan keresahan warga karena kepulan asap hitam pekat dan serbuk berwarna hitam dilaporkan beterbangan hingga mencemari lingkungan sekitar.

Kebakaran tersebut juga menimbulkan dugaan adanya material atau limbah yang terkontaminasi bahan berbahaya dan beracun (B3) ikut terbakar. Jika dugaan tersebut benar, kondisi itu dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga:  Universitas Graha Ganesha Resmi Berdiri, YPGG Lantik Rektor dan Jajaran Pejabat Struktural

Dugaan adanya limbah B3 yang ikut terbakar sempat dikonfirmasi oleh awak media kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor. Melalui pesan WhatsApp, pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor membenarkan dugaan tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya meminta bantuan kepolisian.

“Betul, makanya saya minta bantuan dari kepolisian,” demikian keterangan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait insiden kebakaran tersebut setelah proses pendinginan selesai dan api dipastikan padam secara total.

Baca juga:  Eggi Sudjana Soroti Permohonan ke MK: Harus Jelas Kerugian Konstitusional, Jangan Sekadar Seolah-Olah

“Masih nunggu pendinginan untuk dilakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Citeureup melalui pesan WhatsApp.

Selain persoalan dugaan limbah B3, keberadaan gudang yang terbakar juga menjadi sorotan. Berdasarkan penelusuran awak media kepada mantan pengurus lingkungan RT dan RW setempat yang menjabat pada saat gudang tersebut didirikan, keduanya menyampaikan bahwa gudang tersebut diduga tidak memiliki izin lingkungan.

“Seingat kami tidak ada izinnya. Kalau yang sebelahnya, gudang atas nama Ace, ada izin lingkungannya,” ungkap mantan ketua RT dan RW secara terpisah.

Namun demikian, terkait status perizinan gudang, kepemilikan bangunan, serta jenis material yang berada di dalamnya, masih diperlukan pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang.

Baca juga:  Eggi Sudjana: Jangan Jadikan Perkara Hukum Sebagai Panggung Popularitas dan Ajang Mencari Sorotan

Atas sejumlah dugaan tersebut, aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kebakaran, memastikan status perizinan gudang, mengidentifikasi pemilik atau pengelola gudang, serta memastikan apakah terdapat limbah B3 yang ikut terbakar.

Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum atau ketentuan perizinan yang berkaitan dengan keberadaan gudang tersebut. (Syam)

Latest

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali...

Mutiara Hikmah BES: Eggi Sudjana Bongkar 7 Penyebab Manusia Mengkhianati Kebenaran

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H....

Petisi 26 Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Kongkalikong Tender RSUD Parung Rp109 Miliar

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Dugaan persekongkolan tender dalam...

Newsletter

Don't miss

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data tindak lanjut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) hingga...

Mutiara Hikmah BES: Eggi Sudjana Bongkar 7 Penyebab Manusia Mengkhianati Kebenaran

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si., yang dikenal dengan sapaan BES (Brother Eggi Sudjana), dalam kajian Mutiara...

Petisi 26 Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Kongkalikong Tender RSUD Parung Rp109 Miliar

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Dugaan persekongkolan tender dalam proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parung, Kabupaten Bogor, senilai Rp109 miliar kembali...