Mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kampung Cijantur

BOGOR, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPN “Veteran” Jakarta melalui program Sustainable Village 2025 bertema KILAU: Kolaborasi Inovatif untuk Keberlanjutan dan Aksi Unggul kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kampung Cijantur, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dengan fokus pada peningkatan layanan kesehatan melalui pemeriksaan gratis bagi warga.

Tim dari Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPN “Veteran” Jakarta berkolaborasi menghadirkan layanan pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat, serta penyuluhan pencegahan penyakit cacingan bagi ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit.

Baca juga:  492 SPPG di Wilayah Sumatera yang Belum Mendaftar SLHS Disuspend

Akses Terbatas, Antusiasme Warga Masih Rendah

Kampung Cijantur dikenal memiliki kondisi geografis yang menantang. Akses jalan yang sulit dan jarak jauh dari fasilitas kesehatan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan medis. Meski kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan, antusiasme warga masih tergolong rendah.

“Biasanya pemeriksaan kesehatan baru ada kalau ada mahasiswa yang datang. Selebihnya jarang,” ujar Ulung (38), warga setempat. Pada Sabtu (18/10/2025).

Sementara itu, Iis (38) mengaku sudah lebih dari lima tahun tidak berkunjung ke puskesmas. “Jaraknya jauh, jalannya susah, dan kalau berobat juga mahal. Jadi kami lebih memilih menahan,” tuturnya.

Baca juga:  Sikapi Persoalan Berbangsa, Ketua POSBAKUM GARDA PRABOWO Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan

Beberapa warga telah memiliki BPJS, namun manfaatnya belum dirasakan maksimal karena minimnya penyuluhan dan pendampingan kesehatan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa dalam menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan.

Kolaborasi Fakultas dan Harapan Warga

Dalam pelaksanaannya, tim FIKES bertanggung jawab atas sosialisasi dan pemeriksaan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan, sementara tim FK menangani formulir dan pemeriksaan lanjutan. Puskesmas setempat turut mendukung dengan pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan.

Kegiatan ini menghasilkan dampak positif: pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan penyakit, dan peningkatan kesadaran warga akan pentingnya pola hidup sehat. Semangat kolaboratif antar fakultas menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan aksi unggul dan berkelanjutan.

Baca juga:  Tak Hanya Jaga Ketertiban, Satpol PP Bojonggede Rutin Rawat Pohon di Jalur Bomang

Warga berharap ke depannya tersedia fasilitas kesehatan tetap di Kampung Cijantur. “Kalau bisa ada puskesmas atau pos pelayanan di sini, biar ibu hamil nggak perlu turun jauh kalau mau melahirkan,” harap Iis.

Harapan ini bukan bentuk keluhan, melainkan wujud kepedulian agar desa mereka berkembang dengan dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi sosial. Warga ingin kualitas hidup, pendidikan, dan fasilitas kesehatan di Cijantur semakin baik dan merata.

 

Red

Latest

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...

Dugaan Sarang Prostitusi Online Berkedok “Kontrakan Reformasi” di Gunung Putri Resahkan Warga

GUNUNG PUTRI | MATA PENA INDONESIA - Sebuah bangunan indekos dua lantai bernama Kontrakan Reformasi yang berlokasi di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Mutiara Hikmah QS Al-Hajj 22:38–40, Eggi Sudjana Uraikan Rumusan Moral Perang dalam Islam: Dibela, Diizinkan, dan Ditolong Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang dikenal sebagai Brother Eggi Sudjana (BES), dalam renungan Mutiara Hikmah...