KPP Bogor Raya Desak Kejaksaan Audit Menyeluruh Tata Kelola Kepegawaian RSUD Kota Bogor

KOTA BOGOR, MPI Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya mendesak aparat kejaksaan untuk melakukan audit secara menyeluruh terhadap tata kelola kepegawaian di RSUD Kota Bogor. Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan membengkaknya jumlah pegawai yang dinilai berpotensi membebani keuangan rumah sakit serta memengaruhi efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyatakan bahwa apabila benar terdapat praktik penitipan pegawai yang tidak didasarkan pada kebutuhan organisasi, kompetensi, maupun mekanisme rekrutmen yang transparan, maka kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Baca juga:  Bupati Bogor Serukan Semangat Persatuan dan Aksi Nyata di Hari Sumpah Pemuda ke-97

“Rumah sakit daerah bukan tempat membalas jasa politik, bukan tempat berbagi kursi kepada kerabat, kolega, maupun kelompok tertentu. Setiap posisi harus diisi berdasarkan kebutuhan pelayanan dan profesionalisme, bukan karena kedekatan ataupun titipan,” tegas Beni Sitepu, pada Sabtu, (4/7).

Menurutnya, apabila dugaan tersebut disertai adanya penyalahgunaan kewenangan, intervensi pihak tertentu, atau pelanggaran terhadap prosedur rekrutmen, maka aparat penegak hukum perlu melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Baca juga:  Satlantas Polres Bogor Optimalisasikan Lahan Produktif Lewat Kegiatan Penanaman Jagung

KPP Bogor Raya meminta Kejaksaan melakukan audit secara terbuka dan menyeluruh terhadap proses penerimaan pegawai, analisis kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga beban anggaran yang ditanggung oleh RSUD Kota Bogor.

“Kami meminta Kejaksaan tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Audit harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, mulai dari proses penerimaan pegawai, kebutuhan riil SDM, hingga beban anggaran yang ditanggung RSUD Kota Bogor,” ujarnya.

Lebih lanjut, KPP Bogor Raya menegaskan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan merupakan uang rakyat yang harus digunakan secara efektif demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca juga:  CFD di Jalur Tegar Beriman Picu Kemacetan Parah, Warga Minta Pemerintah Pikirkan Dampaknya

“Apabila pelayanan kesehatan terganggu akibat beban pegawai yang berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan organisasi, maka masyarakat Kota Bogor yang akan dirugikan. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan harus menjadi prioritas,” tutup Beni Sitepu.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak RSUD Kota Bogor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai pernyataan dan dugaan yang disampaikan KPP Bogor Raya.

(Syam)

Latest

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan)...

Mutiara Hikmah BES: Jihad Doa dan Jihad Aksi, Memohon Perlindungan dari Empat Perkara

BOGOR, MPI — Ikhtiar seorang Muslim dengan doa meminta...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan...

BEM UI Serukan Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Pertanyakan Kondisi Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

JAKARTA, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM...

Newsletter

Don't miss

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan)...

Mutiara Hikmah BES: Jihad Doa dan Jihad Aksi, Memohon Perlindungan dari Empat Perkara

BOGOR, MPI — Ikhtiar seorang Muslim dengan doa meminta...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan...

BEM UI Serukan Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Pertanyakan Kondisi Indonesia Usai 81 Tahun Merdeka

JAKARTA, MPI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM...

Praperadilan Roy Suryo Disorot, BES-DHL Dorong Kepastian Hukum Lewat Amicus Curiae

JAKARTA, MPI — Aliansi Anak Bangsa menyampaikan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) terkait proses hukum yang melibatkan Roy Suryo dan polemik dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI...

Mutiara Hikmah BES: Jihad Doa dan Jihad Aksi, Memohon Perlindungan dari Empat Perkara

BOGOR, MPI — Ikhtiar seorang Muslim dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah salah satu bentuk keimanan sekaligus...

UGM Serahkan Data Akademik Jokowi ke Bareskrim, Bukan Hanya Dokumen Ijazah

JAKARTA, MPI — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan data dan keterangan yang telah diserahkan kepada Bareskrim Polri dalam proses penyelidikan polemik dugaan ijazah palsu Presiden...