KPP Bogor Raya Desak Kejaksaan Audit Menyeluruh Tata Kelola Kepegawaian RSUD Kota Bogor

KOTA BOGOR, MPI – Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya mendesak aparat kejaksaan untuk melakukan audit secara menyeluruh terhadap tata kelola kepegawaian di RSUD Kota Bogor. Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan membengkaknya jumlah pegawai yang dinilai berpotensi membebani keuangan rumah sakit serta memengaruhi efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyatakan bahwa apabila benar terdapat praktik penitipan pegawai yang tidak didasarkan pada kebutuhan organisasi, kompetensi, maupun mekanisme rekrutmen yang transparan, maka kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Baca juga:  Bentuk Kepedulian, Jajaran Polri Gelar Salat Ghaib Untuk Anggota yang Gugur

“Rumah sakit daerah bukan tempat membalas jasa politik, bukan tempat berbagi kursi kepada kerabat, kolega, maupun kelompok tertentu. Setiap posisi harus diisi berdasarkan kebutuhan pelayanan dan profesionalisme, bukan karena kedekatan ataupun titipan,” tegas Beni Sitepu, pada Sabtu, (4/7).

Menurutnya, apabila dugaan tersebut disertai adanya penyalahgunaan kewenangan, intervensi pihak tertentu, atau pelanggaran terhadap prosedur rekrutmen, maka aparat penegak hukum perlu melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Baca juga:  Mata Pena Group Buka Kantor di Cibinong, Tatang: Apresiasi Dukungan dan Tegaskan Komitmen Pers

KPP Bogor Raya meminta Kejaksaan melakukan audit secara terbuka dan menyeluruh terhadap proses penerimaan pegawai, analisis kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga beban anggaran yang ditanggung oleh RSUD Kota Bogor.

“Kami meminta Kejaksaan tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Audit harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, mulai dari proses penerimaan pegawai, kebutuhan riil SDM, hingga beban anggaran yang ditanggung RSUD Kota Bogor,” ujarnya.

Lebih lanjut, KPP Bogor Raya menegaskan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan merupakan uang rakyat yang harus digunakan secara efektif demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca juga:  Satlantas Polres Bogor Optimalisasikan Lahan Produktif Lewat Kegiatan Penanaman Jagung

“Apabila pelayanan kesehatan terganggu akibat beban pegawai yang berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan organisasi, maka masyarakat Kota Bogor yang akan dirugikan. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan harus menjadi prioritas,” tutup Beni Sitepu.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak RSUD Kota Bogor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai pernyataan dan dugaan yang disampaikan KPP Bogor Raya.

(Syam)

Latest

Bukan Sekadar Ucapan Selamat, Ini Pesan Eggi Sudjana untuk Kapolri Suyudi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Ucapan selamat atas dilantiknya...

Mutiara Hikmah, BES: Kun Fayakun Allah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

MALAYSIA | MATA PENA INDONESIA – BISMILLAH. Mutiara Hikmah Kamis,...

Newsletter

Don't miss

Bukan Sekadar Ucapan Selamat, Ini Pesan Eggi Sudjana untuk Kapolri Suyudi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Ucapan selamat atas dilantiknya...

Mutiara Hikmah, BES: Kun Fayakun Allah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

MALAYSIA | MATA PENA INDONESIA – BISMILLAH. Mutiara Hikmah Kamis,...

Mutiara Hikmah, BES: Siapa Bala Tentaramu Selain Allah? Pesan QS Al-Mulk 67:20 di Tengah Memori G30S 1965

MALAYSIA | MATA PENA INDONESIA – Memperingati 30 September...

Perlawanan Terhadap Orde Baru Hingga Perjuangan Politik Prabowo : Kekuasaan, Kepemimpinan, Amanah Serta Cara Berfikir OST dan Berjiwa Intelektual JUBEDIL

Oleh: Prof. Dr. Eggi Sudjana, S.H., M.Si. JAKARTA | MATA PENA INDONESIA - Dalam sejarah bangsa dan perjuangan membaca perjalanan Seorang Aktivis, Praktisi Hukum dan...

Bukan Sekadar Ucapan Selamat, Ini Pesan Eggi Sudjana untuk Kapolri Suyudi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Ucapan selamat atas dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) disampaikan Tokoh Nasional...

Mutiara Hikmah, BES: Kupas Ali Imran 26-27: Kekuasaan dan Kekayaan, Peringatan tentang Suap serta Moralitas Pemimpin

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab dikenal sebagai Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah...