Prof Dr Eggi Sudjana: Evaluasi Konsisten Pernyataan BES 6 Bulan – Tanggal 18 Juli 2026

Oleh : Prof Dr H, Eggi Sudjana, SH.,M.Si

Matapenaindonesia.co.id – Prof. Eggi Sudjana, Evaluasi pernyataan 6 bulan lalu yang disampaikan di kanal YouTube Madilog. Mari kita cari ketidakkonsistenan hingga per tanggal 18 Juli 2026, dengan tolok ukur utama UCAPAN DAN PERBUATAN,

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

Yā ayyuhallażīna āmanū lima taqūlūna mā lā taf‘alūn
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
(QS. As-Saff 61: Ayat 2)

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

Kabura maqtan ‘indallāhi an taqūlū mā lā taf‘alūn
“(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. As-Saff 61: Ayat 3)

Orang-orang yang menuduh dan memfitnah BES patut diingatkan dengan firman Allah:

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا ۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَا لْعَمَلُ الصَّا لِحُ يَرْفَعُهٗ ۗ وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۗ وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ

Man kāna yurīdul-‘izzata fa lillāhil-‘izzatu jamī‘ā, ilaihi yaṣ‘adul-kalimuth-ṭayyibu wal-‘amaluṣ-ṣāliḥu yarfa‘uh, wal-lażīna yamkurūnas-sayyi-āti lahum ‘ażābun syadīd, wa makru ulā’ika huwa yabūr
“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.”
(QS. Fatir 35: Ayat 10)

Baca juga:  Diori Parulian Ambarita Ucapkan Terimakasih atas Penutupan Tambang Emas Ilegal di Cigudeg

ٱسْتِكْبَا رًا فِى الْاَ رْضِ وَمَكْرَ السَّيِّیٴِ ۗ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّـئُ اِلَّا بِاَ هْلِهٖ ۗ فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَ وَّلِيْنَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا ۚ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا

Istikbāran fil-arḍi wa makras-sayyi’, wa lā yaḥīqul-makrus-sayyi’u illā bi-ahlihī, fa hal yanẓurūna illā sunnatal-awwalīn, fa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā, wa lan tajida lisunnatillāhi taḥwīlā

“karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merancangnya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi ketentuan Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan-Nya.”
(QS. Fatir 35: Ayat 43)

MUTIARA HIKMAH – EVALUASI 6 BULAN

(Berdasarkan rekaman BES)

📊 Tolok Ukur: UCAPAN vs TINDAKAN

I. HASIL EVALUASI: PERNYATAAN 6 BULAN LALU DIBANDINGKAN DENGAN REALITA 18 JULI 2026

1. Pernyataan: “Saya tidak akan minta maaf ke Jokowi. No Way”

Baca juga:  SMPN 1 Rancabungur Langgar Surat Keputusan Bupati Bogor Tentang Kegiatan Study Tour, Serta Dugaan Intimidasi

Tindakan: Ditegaskan kembali 16 Januari 2026: “Saya datangBukti bukan untuk minta maaf, no way”. Syarat utama pertemuan: tidak minta maaf
Status: KONSISTEN 100%
​
2. Pernyataan: “Pertemuan itu tanggung jawab ideologis, bukan tunduk”

Bukti Tindakan: Dijelaskan: datang membawa argumen konstitusional dan mengingatkan sumpah jabatan. Menggunakan analogi Nabi Musa menghadapi Firaun
Status: KONSISTEN
​
3. Pernyataan: “Saya minta Jokowi panggil Kapolri, cabut cekal dan keluarkan SP3 untuk saya”

Bukti Tindakan: Realita: Status tersangka gugur melalui putusan RJ dan diterbitkan SP3
Status: KONSISTEN – TERCAPAI
​
4. Pernyataan: “Kalau Jokowi tunjukkan ijazah asli, perkara selesai dan saya minta maaf”

Bukti Tindakan: Hingga Juli 2026: Polemik ijazah belum ditutup oleh Jokowi. Maka sikap BES tetap teguh: tidak minta maaf
Status: KONSISTEN
​
5. Pernyataan: “Saya akan laporkan mereka yang memfitnah: tuduhan dibeli, tuyul, pengkhianat”

Bukti Tindakan: Tindakan nyata: Prof. Eggi Sudjana melaporkan Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin ke pihak kepolisian
Status: KONSISTEN

KESIMPULAN: Tidak ada pernyataan utama BES dari 6 bulan lalu yang bertentangan dengan tindakan nyata hingga hari ini. Semua memiliki jejak pelaksanaan yang jelas.

II. JAWABAN TERHADAP TUDUHAN KONTRADIKSI

– Tuduhan: “Katanya sikap seperti Musa melawan Firaun, kok mau bersilaturahmi?”

Baca juga:  Kapolres Bogor Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Polres Bogor Dan Jajaran, Berbagi Takjil Wujud Kepedulian Kepada Warga Masyarakat Yang Akan Berbuka Puasa

Penjelasan: Nabi Musa diperintahkan Allah menghadap Firaun dengan ucapan yang lembut (qaulan layyina) sebagaimana tertuang dalam QS. Thaha ayat 44. Itu bukan bentuk ketundukan, melainkan langkah dakwah dan penyampaian kebenaran.
​
– Tuduhan: “Katanya pertemuan bersifat rahasia, kok isinya bocor ke media?”

Penjelasan: BES secara tegas menyatakan kekecewaan karena syarat kesepakatan dilanggar, dan langsung kembali menggunakan kendaraan sewa sebagai bukti sikap yang tetap teguh pada prinsip.

III. PENGINGAT DENGAN AL-QUR’AN BAGI PIHAK YANG MEMBUAT TUDUHAN ATAU FITNAH

– QS. Fatir 35:10: Kemuliaan sepenuhnya milik Allah. Perkataan baik dan amal salehlah yang diangkat-Nya, sedangkan rencana jahat akan binasa.
​
– QS. Fatir 35:43: Tipu daya dan rencana buruk tidak akan mencelakai kecuali orang yang merancangnya sendiri. Hukum Allah tidak akan pernah berubah atau bergeser.

IV. PENUTUP

Parameter kelulusan yang digunakan adalah QAUL = FI’IL (Ucapan selaras dengan Perbuatan).

Tuduhan ketidakkonsistenan yang beredar muncul karena ketidakpahaman terhadap konsep dakwah, asumsi yang tidak berdasar, atau didasari rasa dengki.

AKBERS! SIAP! KONSISTEN! ANTI MUNAFIK! 💪

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

BPI KPNPA RI Bakal Laporkan Penyidik Polda Sumbar ke Propam, Dugaan Korupsi Tanah Adat 765 Hektare Disorot

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menegaskan bahwa laporan yang...

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bogor Raya memadati kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI yang digelar di Sentul...