Diduga Diminta Uang Rp750 Ribu Saat Urus STNK Hilang, LPAK-RI Soroti Pelayanan Samsat Bogor Kota

KOTA BOGOR, MPI — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali menjadi sorotan dalam pelayanan publik. Kali ini, dugaan tersebut mencuat di lingkungan Samsat Bogor Kota, setelah seorang warga yang juga berprofesi sebagai wartawan mengaku diminta sejumlah uang tambahan saat mengurus penggantian dokumen STNK yang hilang.

Peristiwa tersebut dialami Bayu ketika melakukan pengurusan STNK hilang dengan membawa seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari fotokopi BPKB, surat laporan kehilangan dari kepolisian, KTP, hingga dokumen pendukung lainnya sesuai prosedur yang berlaku.

Namun, saat proses pengurusan di loket bagian duplikat STNK, Bayu mengaku didatangi seorang oknum anggota berpangkat Bripka berinisial R yang meminta uang sebesar Rp750 ribu dengan alasan sebagai “uang komando”.

Baca juga:  Terkait Kasus Adopsi Ilegal "Ayah Sejuta Anak" KemenPPPA Dorong Polisi Bongkar Hingga ke Akarnya

Permintaan tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi dan masyarakat seharusnya hanya dikenakan biaya sesuai ketentuan resmi yang berlaku.

“Kalau memang ada biaya resmi, tentu masyarakat akan mengikuti aturan. Tetapi kalau ada permintaan di luar ketentuan, tentu ini perlu dipertanyakan,” ujar Bayu. pada Rabu (5/8).

Dugaan tersebut menjadi perhatian karena bertolak belakang dengan semangat reformasi pelayanan publik yang selama ini terus digaungkan pemerintah, khususnya terkait pelayanan yang bersih, transparan, dan bebas dari pungutan liar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedy Mulyadi sebelumnya telah menekankan agar seluruh jajaran pelayanan publik memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat serta menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa adanya pungutan di luar aturan.

Baca juga:  Kemacetan Kota Bogor Mulai Terurai, Sujatmiko Dapat Apresiasi Dari KPP Bogor Raya

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Investigasi Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (LPAK-RI), Andre Tambunan, menyayangkan jika dugaan tersebut benar terjadi.

Menurut Andre, pelayanan publik harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan kemudahan, bukan justru menimbulkan keresahan akibat adanya dugaan biaya tambahan yang tidak memiliki dasar aturan.

“Kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait informasi ini. Jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran, kami akan menyampaikan laporan kepada pihak terkait, termasuk Gubernur Jawa Barat, agar persoalan seperti ini tidak terus terjadi,” kata Andre.

Ia menilai, praktik pungutan liar apabila dibiarkan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik.

Baca juga:  Liput Dugaan LPG Ilegal, Wartawan Diduga Dikeroyok

“Jangan sampai masyarakat merasa takut mengurus dokumen kendaraannya secara resmi karena adanya dugaan biaya-biaya yang tidak sesuai ketentuan. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

LPAK-RI juga menyatakan akan meminta klarifikasi kepada Kepala Samsat Bogor Kota untuk mengetahui secara jelas apakah dugaan tersebut merupakan tindakan individu atau ada persoalan yang lebih luas dalam sistem pelayanan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Samsat Bogor Kota belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan permintaan uang tambahan tersebut.

Masyarakat berharap seluruh pelayanan publik dapat berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan rasa keadilan. Setiap dugaan penyimpangan perlu ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan yang objektif agar kepercayaan publik tetap terjaga. (Syam)

Latest

Polemik Ijazah Memanas, Eggi Sudjana Kirim Pesan Moral Tegas kepada Jokowi!

JAKARTA |  MATA PENA INDONESIA – Polemik terkait keaslian...

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua...

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali...

Newsletter

Don't miss

Polemik Ijazah Memanas, Eggi Sudjana Kirim Pesan Moral Tegas kepada Jokowi!

JAKARTA |  MATA PENA INDONESIA – Polemik terkait keaslian...

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua...

17 Temuan BPK dan 38 Rekomendasi Belum Tuntas, LSM KOMPI Siapkan Laporan ke Kejari Karawang

KARAWANG | MATA PENA INDONESIA – Pengelolaan PT Pupuk Kujang kembali...

Mutiara Hikmah BES: Eggi Sudjana Bongkar 7 Penyebab Manusia Mengkhianati Kebenaran

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H....

Polemik Ijazah Memanas, Eggi Sudjana Kirim Pesan Moral Tegas kepada Jokowi!

JAKARTA |  MATA PENA INDONESIA – Polemik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas dan menjadi sorotan. Kali ini,...

Ketua RW 06 RJB Depok Angkat Bicara, Minta Publik Tak Menghakimi Sebelum Fakta dan Bukti Terungkap

DEPOK | MATA PENA INDONESIA – Munculnya pemberitaan yang menyeret nama Ketua RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mulai menjadi perhatian...

Mutiara Hikmah BES: 40 Tahun Menjaga Istiqamah, Eggi Sudjana Bongkar 7 Variabel Konsistensi Perjuangan Islam dari QS Al-Fath 27–29

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si. atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam Mutiara Hikmah Selasa, 3 November 2026, mengangkat...