Mutiara Hikmah BES: Nyawa, Rezeki dan Jodoh adalah Ketentuan Allah

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan nama panggilannya Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah edisi (2/9/2026), mengajak umat Islam untuk melakukan muhasabah mengenai tiga perkara besar dalam kehidupan manusia, yaitu nyawa, rezeki dan jodoh.

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), ketiga perkara tersebut menjadi bagian dari kehidupan manusia yang harus disadari berada dalam ketentuan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kajian tersebut merujuk kepada sejumlah ayat Al-Qur’an, yaitu Surah Az-Zumar ayat 42, ayat 49, ayat 52 serta Surah An-Nur ayat 26.

ALLAH MEMEGANG NYAWA MANUSIA

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰى اِلٰى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Allah memegang nyawa seseorang pada saat kematiannya dan nyawa seseorang yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”

(QS. Az-Zumar [39]: 42)

Menurut Prof. Dr. Eggi Sudjana, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa kehidupan dan kematian manusia sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.

Tidur, dalam perspektif kajian tersebut, menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan tidak sepenuhnya menguasai kehidupannya sendiri.

Manusia dapat memiliki jabatan, kekayaan, kekuasaan dan berbagai fasilitas, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat memastikan dirinya masih memiliki kesempatan hidup pada hari berikutnya.

ALLAH MELAPANGKAN DAN MENYEMPITKAN REZEKI

Prof. Dr. Eggi Sudjana kemudian menghubungkan pembahasan tersebut dengan firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 52:

اَوَلَمْ يَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

“Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.”

(QS. Az-Zumar [39]: 52)

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), ayat tersebut mengingatkan manusia agar tidak merasa bahwa seluruh keberhasilan dan kekayaan yang diperolehnya semata-mata berasal dari kemampuan pribadi.

Manusia tetap wajib bekerja keras, belajar dan berusaha. Namun hasil dari usaha tersebut, menurut kajian ini, tetap berada dalam kehendak Allah SWT.

Rezeki dapat dilapangkan dan dapat pula disempitkan.

Karena itu, keberhasilan seharusnya melahirkan rasa syukur, bukan kesombongan.

JODOH DAN KUALITAS DIRI

Dalam pembahasan mengenai pasangan hidup, Prof. Dr. Eggi Sudjana juga merujuk kepada Surah An-Nur ayat 26.

اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِ ۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ اُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَ ۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.”

Baca juga:  Bupati Bogor Hadirkan Bazar Ramadan Istimewa untuk Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

(QS. An-Nur [24]: 26)

Dalam kajian tersebut, Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak setiap orang untuk tidak hanya sibuk mencari pasangan yang baik, tetapi juga melakukan introspeksi dan memperbaiki dirinya sendiri.

Menurutnya, keinginan memperoleh kehidupan yang baik harus disertai dengan usaha untuk menjadi pribadi yang baik.

LOGIKA AL-QUR’AN TENTANG TIGA HAL

Brother Eggi Sudjana (BES) menyimpulkan tiga perkara besar yang menjadi bagian dari ketentuan Allah SWT.

1. NYAWA

Rujukannya adalah QS. Az-Zumar ayat 42.

Allah SWT memegang nyawa manusia.

Manusia tidak dapat menentukan secara mutlak kapan kehidupannya berakhir.

2. REZEKI

Rujukannya adalah QS. Az-Zumar ayat 52.

Allah SWT melapangkan dan membatasi rezeki sesuai kehendak-Nya.

Manusia diperintahkan untuk berusaha, tetapi tidak seharusnya melupakan sumber dari segala nikmat.

3. JODOH

Rujukannya adalah QS. An-Nur ayat 26.

Kajian tersebut mengajak manusia untuk memperbaiki diri sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan dan keluarga yang baik.

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), manusia tetap harus melakukan ikhtiar.

Namun hasil akhir dari berbagai usaha tersebut berada dalam kekuasaan Allah SWT.

PENYAKIT MANUSIA: MERASA SEMUA BERHASIL KARENA KEPINTARAN SENDIRI

Prof. Dr. Eggi Sudjana kemudian mengangkat firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 49.

فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا ۙ قَالَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.’ Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

(QS. Az-Zumar [39]: 49)

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), ayat tersebut menggambarkan penyakit kesombongan ketika manusia menerima nikmat.

Saat berada dalam kesulitan, manusia sering berdoa dan meminta pertolongan Allah.

Namun setelah memperoleh kekayaan, jabatan atau kekuasaan, sebagian manusia mulai merasa bahwa semua keberhasilan tersebut semata-mata karena kecerdasan dan kehebatan dirinya.

Dalam kajian tersebut, Brother Eggi Sudjana (BES) mengingatkan bahwa jabatan, kekayaan, kekuasaan dan pengaruh dapat menjadi ujian.

MENGAPA MANUSIA DAPAT MENJADI LUPA DAN SOMBONG?

Menurut kajian Prof. Dr. Eggi Sudjana, terdapat beberapa penyebab yang dapat membuat manusia lupa terhadap keterbatasannya.

1. FITNAH KEKUASAAN DAN HARTA

Jabatan, kekayaan dan pengaruh dapat membuat seseorang merasa dirinya semakin hebat.

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tantangan untuk tetap rendah hati.

Nikmat yang diterima manusia, menurut kajian tersebut, bukan hanya sebuah keberhasilan, tetapi juga dapat menjadi ujian.

2. LUPA AKAN KEMATIAN

QS. Az-Zumar ayat 42 menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan mutlak atas nyawanya.

Kekayaan, jabatan dan kekuatan tidak dapat memberikan jaminan bahwa seseorang mampu menghindari kematian.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Surah Al-Muzzammil 8-11 Strategi Hadapi Fitnah Tanpa Fakta

Karena itu, manusia harus selalu mengingat keterbatasannya.

3. LINGKUNGAN YANG HANYA MEMUJI

Brother Eggi Sudjana (BES) juga mengingatkan bahaya lingkungan yang hanya memberikan pujian.

Seorang pemimpin membutuhkan orang-orang yang mampu memberikan nasihat dan kritik secara jujur.

Lingkungan yang selalu membenarkan segala tindakan seseorang dapat membuatnya kehilangan kemampuan untuk melakukan introspeksi.

OBAT 3T UNTUK MELAWAN KESOMBONGAN

Dalam kajiannya, Brother Eggi Sudjana (BES) menawarkan apa yang disebut sebagai Obat 3T.

T1: TAZKIR — INGATKAN DENGAN HIKMAH

Seseorang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh perlu diingatkan dengan cara yang baik.

Nasihat seharusnya disampaikan melalui ilmu, argumentasi dan hikmah, bukan semata-mata melalui makian.

Menurut kajian tersebut, setiap manusia perlu diingatkan bahwa nyawanya berada dalam kekuasaan Allah, rezekinya merupakan karunia Allah dan segala jabatan yang dimiliki merupakan amanah.

T2: TARBIYAH — DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN

Pendidikan dan pengalaman kehidupan dapat menjadi sarana untuk menyadarkan manusia.

Kematian seseorang, perubahan kondisi ekonomi dan berbagai peristiwa kehidupan menjadi pengingat bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar berada dalam kekuasaan manusia.

T3: TADZHIR — PENGUATAN SISTEM DAN PENGAWASAN

Apabila seseorang memiliki kekuasaan, maka diperlukan sistem hukum dan pengawasan yang kuat.

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), kekuasaan harus selalu berada dalam pengawasan hukum dan masyarakat.

Penegakan hukum, transparansi dan keberanian menyampaikan kritik merupakan bagian dari upaya mencegah kekuasaan berubah menjadi kesombongan.

BEBAL DAN SOMBONG DAPAT TERJADI PADA SIAPA SAJA

Brother Eggi Sudjana (BES) mengingatkan bahwa sikap merasa hebat tidak hanya dapat terjadi pada orang yang memiliki kekuasaan besar.

Sikap tersebut juga dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang memperoleh proyek kemudian merasa seluruh keberhasilannya hanya karena kepintaran.

Seseorang mendapatkan jabatan kemudian merasa dirinya paling hebat.

Seseorang memperoleh kekayaan kemudian melupakan rasa syukur.

Menurut kajian tersebut, setiap keberhasilan seharusnya menjadi alasan untuk mengucapkan:

مَا شَاءَ اللّٰهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

“Ma syaa Allah, la quwwata illa billah.”

“Ini terjadi atas kehendak Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

KHUTBAH JUMAT: TIGA HAL YANG HANYA ALLAH PEGANG

Kajian Brother Eggi Sudjana (BES) juga dapat menjadi bahan renungan untuk tema khutbah:

“TIGA HAL YANG HANYA ALLAH YANG PEGANG: NYAWA, REZEKI DAN JODOH”

HADIRIN JEMAAH JUMAT YANG DIMULIAKAN ALLAH

Ada tiga perkara yang sering membuat manusia merasa gelisah.

Pertama, takut menghadapi kematian.

Kedua, takut menghadapi kesulitan ekonomi.

Ketiga, persoalan pasangan dan kehidupan keluarga.

Namun Al-Qur’an memberikan berbagai petunjuk agar manusia menyadari bahwa kehidupan berada dalam kekuasaan Allah SWT.

PERTAMA: NYAWA

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا

“Allah memegang nyawa pada saat kematian dan nyawa seseorang ketika dia tidur.”

(QS. Az-Zumar: 42)

Tidur menjadi pengingat bahwa manusia tidak dapat mengendalikan seluruh kehidupannya.

Karena itu, manusia tidak seharusnya sombong dengan jabatan, kekayaan atau kekuatan.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Janji Allah Berkumpul dengan Keluarga di Surga dan Sikap Hadapi Pemfitnah yang Ngeyel (QS. At-Tur 52:21)

KEDUA: REZEKI

Allah SWT berfirman:

اَوَلَمْ يَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki.”

(QS. Az-Zumar: 52)

Manusia harus bekerja keras.

Namun keberhasilan tidak boleh membuat manusia menghalalkan segala cara.

Rezeki harus dicari dengan jalan yang baik dan halal.

KETIGA: JODOH DAN KUALITAS DIRI

Allah SWT berfirman:

وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِ

“Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik.”

(QS. An-Nur: 26)

Menurut kajian tersebut, jika seseorang menginginkan kehidupan dan keluarga yang baik, maka ia harus memulai dengan memperbaiki dirinya sendiri.

PENYAKIT QARUN: MERASA SEMUA KARENA KEHEBATAN DIRI

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ

“Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.”

Namun Allah SWT mengingatkan:

بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ

“Sebenarnya, itu adalah ujian.”

Karena itu, menurut Brother Eggi Sudjana (BES), manusia harus selalu menjaga diri dari kesombongan.

TIGA HAL YANG HARUS DIINGAT

1. INGAT KEMATIAN

Setiap manusia memiliki batas kehidupan.

Tidak ada jabatan dan kekayaan yang mampu mengalahkan ketetapan Allah.

2. INGAT PEMBERI NIKMAT

Ketika memperoleh gaji, jabatan, proyek atau keberhasilan, manusia harus bersyukur kepada Allah.

مَا شَاءَ اللّٰهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

3. INGAT HISAB

Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Harta akan ditanya bagaimana diperoleh dan digunakan.

Jabatan akan ditanya bagaimana dijalankan.

Kekuasaan akan ditanya apakah digunakan untuk keadilan atau justru untuk kepentingan pribadi.

PESAN UNTUK PARA PEMIMPIN DAN SELURUH MANUSIA

Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak seluruh manusia, termasuk para pemimpin, pejabat dan tokoh masyarakat, untuk selalu mengingat:

QS. Az-Zumar ayat 42 — Nyawa berada dalam kekuasaan Allah.

QS. Az-Zumar ayat 52 — Rezeki berada dalam ketentuan Allah.

QS. An-Nur ayat 26 — Manusia harus terus memperbaiki kualitas dirinya dalam membangun kehidupan yang baik.

Jangan sampai manusia melupakan Allah ketika diberikan keberhasilan.

INTI MUTIARA HIKMAH

Prof. Dr. Eggi Sudjana atau Brother Eggi Sudjana (BES) menyimpulkan:

NYAWA, REZEKI DAN JODOH ADALAH BAGIAN DARI KETENTUAN ALLAH

Tugas manusia adalah:

IKHTIAR.

TAWAKAL.

BERSYUKUR.

Jangan sampai manusia jatuh kepada sikap:

اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ

“Aku mendapatkan semua ini hanya karena kepintaranku.”

Semoga Allah SWT menjaga kita, keluarga kita dan para pemimpin kita dari sifat sombong, lupa diri dan merasa paling hebat.

DOA

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ

Allahumma inni a’udzu bika min zawali ni’matik, wa tahawwuli ‘afiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii’i sakhathik.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan dari-Mu, siksa-Mu yang datang tiba-tiba dan dari segala murka-Mu.”

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara...

Mutiara Hikmah BES: Makna Syukur dalam QS Ibrahim Ayat 7, Nikmat Ditambah atau Azab yang Berat

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana atau dengan panggilan akrabnya...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten...

Dugaan “Damai” Ratusan Juta dalam Kasus Rokok Ilegal di Caringin Bogor Disorot

BOGOR, MPI — Dugaan kejanggalan dalam proses penindakan terhadap peredaran...

Newsletter

Don't miss

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara...

Mutiara Hikmah BES: Makna Syukur dalam QS Ibrahim Ayat 7, Nikmat Ditambah atau Azab yang Berat

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana atau dengan panggilan akrabnya...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten...

Dugaan “Damai” Ratusan Juta dalam Kasus Rokok Ilegal di Caringin Bogor Disorot

BOGOR, MPI — Dugaan kejanggalan dalam proses penindakan terhadap peredaran...

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor menyoroti kondisi penegakan hukum di Kabupaten...

Mutiara Hikmah BES: Makna Syukur dalam QS Ibrahim Ayat 7, Nikmat Ditambah atau Azab yang Berat

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana atau dengan panggilan akrabnya Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah edisi (3/9/2026) mengajak umat Islam untuk memahami makna...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama dalam pengembangan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama...