BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui rubrik Mutiara Hikmah, Kamis, 17 September 2026. Kali ini, BES mengangkat tema “Hidayah Fajar: Jangan Takut Miskin” yang dikirim oleh sahabat lamanya, Ronny Baladewa.
Ronny Baladewa merupakan sahabat BES sejak masa mahasiswa di Universitas Jayabaya. Ronny menempuh pendidikan di bidang Akuntansi, sementara BES berada di Fakultas Hukum. Persahabatan keduanya telah berlangsung selama 46 tahun.
Bagi BES, perjalanan persahabatan selama puluhan tahun tersebut merupakan salah satu bentuk nikmat yang patut disyukuri.
Dalam Hidayah Fajar tersebut, disampaikan pesan bahwa manusia tidak seharusnya memandang rezeki hanya sebatas gaji yang diterima setiap bulan.
“Andaikata manusia hanya diberi rizki sebatas gajinya, niscaya dia akan mati dan tidak bisa hidup di dunia ini.”
Pesan tersebut mengajak umat untuk memahami bahwa rezeki tidak selalu hadir dalam bentuk penghasilan tetap. Gaji disebut sebagai salah satu pintu rezeki, sementara Allah SWT memiliki berbagai jalan lain dalam memberikan kecukupan kepada manusia.
Jangan Sampai Perencanaan Keuangan Menjadi Alasan untuk Bakhil
Dalam materi tersebut, BES dan Ronny juga menyoroti cara seseorang mengelola keuangan.
Perencanaan keuangan dinilai tetap diperlukan, tetapi jangan sampai dilakukan secara kaku sehingga membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.
Menurut pesan yang disampaikan, Islam mengajarkan keseimbangan dalam membelanjakan harta, yakni memenuhi kewajiban, berbuat ihsan, serta menghindari sikap berlebihan dan menghambur-hamburkan harta.
Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan.”
QS. Al-A’raf: 31
Karena itu, perencanaan keuangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup mata ketika terdapat kerabat, sahabat, tetangga atau orang lain yang membutuhkan bantuan.
Rezeki Tidak Hanya Berasal dari Gaji
BES kemudian melengkapi Hidayah Fajar tersebut dengan sudut pandang tauhid, ikhtiar dan fiqih.
Ia membedakan antara rezeki yang Allah jamin bagi makhluk-Nya dengan rezeki yang diperoleh melalui usaha.
Allah SWT berfirman:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak pun di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.”
QS. Hud: 6
Di sisi lain, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
QS. An-Najm: 39
Dengan demikian, menurut perspektif yang disampaikan BES, bekerja dan memperoleh gaji merupakan bagian dari ikhtiar manusia, tetapi sumber rezeki pada hakikatnya tetap berasal dari Allah SWT.
Tawakal Harus Disertai Tadbir
BES menegaskan bahwa keyakinan terhadap rezeki Allah bukan berarti manusia tidak perlu mengatur keuangan.
Islam juga mengajarkan keseimbangan dalam menggunakan harta.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ
“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya.”
QS. Al-Isra: 29
Pesan tersebut dimaknai sebagai larangan untuk bersikap terlalu kikir sekaligus larangan untuk berlebihan dalam membelanjakan harta.
Dalam materi BES, terdapat tiga hal yang perlu dihindari dalam pengelolaan harta, yakni israf, tabdzir dan bukhl.
Israf merupakan sikap berlebihan dalam sesuatu yang sebenarnya halal. Sementara tabdzir adalah menghamburkan harta pada sesuatu yang tidak semestinya, sedangkan bukhl berkaitan dengan menahan harta dari kewajiban atau kebaikan yang semestinya dilakukan.
Jangan Takut Miskin karena Bersedekah
BES juga mengaitkan rasa takut miskin dengan peringatan Al-Qur’an mengenai bisikan setan.
Allah SWT berfirman:
اَلشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji.”
QS. Al-Baqarah: 268
Menurut pesan Mutiara Hikmah tersebut, ketakutan berlebihan terhadap kemiskinan dapat membuat seseorang enggan bersedekah dan terlalu menahan hartanya.
Sebaliknya, umat Islam diajak untuk yakin terhadap janji Allah SWT.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”
QS. Saba: 39
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7 mengenai janji Allah untuk menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur.
Rumus Belanja: Wajib, Ihsan, Hindari Berlebihan
Dalam sintesis yang disampaikan BES, pengelolaan rezeki dapat dirangkum dalam beberapa prinsip.
Pertama, meyakini bahwa rezeki tidak hanya berasal dari gaji. Gaji merupakan salah satu sarana atau pintu ikhtiar, sedangkan Allah SWT adalah pemberi rezeki.
Kedua, mendahulukan kewajiban, seperti nafkah keluarga, membayar utang dan zakat bagi yang telah memenuhi ketentuannya.
Ketiga, berbuat ihsan, termasuk membantu kerabat, sahabat dan orang yang sedang mengalami kesulitan.
Keempat, menghindari israf dan tabdzir.
BES juga menyampaikan gagasan agar seseorang tetap memiliki ruang dalam perencanaan keuangannya untuk membantu orang lain ketika muncul kebutuhan yang tidak terduga.
Persahabatan 46 Tahun Menjadi Nikmat yang Disyukuri
Di bagian akhir, BES kembali menyinggung persahabatannya dengan Ronny Baladewa yang telah berlangsung selama 46 tahun sejak masa kuliah di Universitas Jayabaya.
Persahabatan panjang tersebut dipandang sebagai salah satu bentuk nikmat Allah yang patut disyukuri.
BES mengaitkannya dengan Surah Al-Kautsar:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”
QS. Al-Kautsar: 1
Melalui Hidayah Fajar kali ini, BES mengajak umat untuk tidak menjadikan kekhawatiran terhadap kemiskinan sebagai alasan untuk kehilangan kepedulian dan semangat berbagi.
Pesan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara tawakal kepada Allah, ikhtiar, pengelolaan harta, kewajiban, dan kepedulian sosial.
BES juga menutup pesannya dengan doa:
اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram dari-Mu, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.”
Hidayah Fajar: Jangan Takut Miskin — Rezeki Bukan Sekadar Gaji.
Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES) & Brother Ronny Baladewa — 46 Tahun Persahabatan dari Jayabaya. (Red)




