Pimpinan Media Online Mata Pena Indonesia, Dewi Yudha Wianrsih, Sampaikan Pesan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025

CIBINONG, MPI – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, pimpinan perusahaan media online Mata Pena Indonesia, Dewi Yudha Wianrsih, menyampaikan penghormatan atas nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan dasar negara Indonesia. Minggu, (01/06/2025)

Dalam pernyataannya, Dewi Yudha Wianrsih menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mengingat kembali pentingnya prinsip kebangsaan, persatuan, dan keadilan sosial. “Pancasila telah menjadi landasan utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewi Yudha Wianrsih.

Baca juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat 4–5 Desember 2025

Sebagai pemimpin Mata Pena Indonesia, yang dikenal sebagai media dengan komitmen terhadap pemberitaan yang objektif dan berintegritas, Dewi Yudha Wianrsih menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan era digital saat ini. “Media memiliki peran penting dalam memastikan bahwa informasi yang diterima masyarakat tetap berlandaskan fakta dan nilai-nilai kebangsaan. Kami di Mata Pena Indonesia berupaya untuk selalu menjaga etika jurnalistik, menyampaikan berita yang berimbang, serta menanamkan kesadaran tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  PWRI Bogor Raya Tetap Kawal HAKORDIA 2025, Dorong Gerakan Antikorupsi Melalui Penyebaran Informasi yang Benar

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menandai momen bersejarah ketika Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Bung Karno pada tahun 1945 sebagai dasar negara. Tahun 2025 menjadi kesempatan bagi seluruh elemen bangsa untuk semakin memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menolak ideologi yang bertentangan dengan semangat Pancasila.

Dalam kesempatan ini, Dewi Yudha Wianrsih juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengenang sejarah lahirnya Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan. “Keberagaman adalah kekuatan kita, dan Pancasila adalah perekat yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Mari kita terus menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong, keadilan, dan persatuan demi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Jangan Biarkan Kebencian Menghapus Keadilan

Sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila, Mata Pena Indonesia turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif, seperti diskusi publik, seminar kebangsaan, dan publikasi artikel bertemakan Pancasila guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara.

Dengan semangat Pancasila yang tetap kokoh, “Mata Pena Indonesia berharap agar nilai-nilai luhur bangsa terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang demi keutuhan dan kemajuan” Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

_Hormat kami, Redaksi_
Tim Media Mata Pena Indonesia

 

 

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...