PWRI Desak Pemkab Bogor Tertibkan Lahan Parkir di Fasilitas Umum

BOGOR, MPI – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya menyoroti praktik pengelolaan parkir di sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Bogor yang dinilai membebani masyarakat dan rawan penyalahgunaan.

Sekretaris Jenderal PWRI Bogor Raya, Chandra Doso, S.IP, menegaskan bahwa fasilitas publik seperti stadion, rumah sakit, terminal, hingga alun-alun seharusnya memberikan kenyamanan bagi warga. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat mengeluhkan pungutan parkir dengan tarif yang dianggap tidak wajar.

“Lahan parkir itu milik publik. Jangan sampai berubah menjadi ladang bisnis yang merugikan masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir mengatur agar parkir tetap memberi kenyamanan, bukan sebaliknya,” ujar Chandra, Senin (25/8/2025).

Baca juga:  Mahasiswi IPB, Lulusan Terbaik SMAN 1 Ciomas, Raih Prestasi Nasional: Inspirasi dari Bogor

Ia menekankan bahwa regulasi terkait parkir telah diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Daerah (Perda). Namun, jika pengelolaannya tidak transparan dan tidak sesuai ketentuan, praktik tersebut berpotensi masuk dalam kategori pungutan liar (pungli).

Dalam kesempatan yang sama, praktisi hukum Rohmat Selamat, S.H., M.Kn., menilai perlunya evaluasi serius oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, beberapa titik vital seperti Stadion Pakansari dan rumah sakit pemerintah harus mendapat perhatian khusus karena bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

Baca juga:  Bupati Bogor Perkuat Sinergi dengan TP PKK, Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Rohmat juga mengusulkan pembebasan biaya parkir untuk kegiatan tertentu, seperti olahraga rakyat, acara keagamaan, maupun bagi keluarga pasien rawat inap.

“Kami berharap Pemkab Bogor menertibkan dan mengatur kembali sistem parkir. Jangan sampai masyarakat yang sudah kesulitan justru semakin terbebani dengan biaya parkir yang tidak wajar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa fasilitas umum yang dibangun dari pajak rakyat semestinya memberikan akses yang lebih adil bagi warga, bukan menjadi beban tambahan.

Baca juga:  Sistem SPMB Kabupaten Bogor Carut-Marut, Ribuan Siswa Gagal di Jalur Domisili

PWRI Bogor Raya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini agar pengelolaan parkir di Kabupaten Bogor berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...