Bupati Bogor Bentuk Satgas, Bukti Keseriusan Lawan Narkoba Dan Obat Terlarang di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Bupati Bogor menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang dengan menggandeng BNN Kabupaten Bogor serta Forkopimda untuk bergerak bersama melalui langkah nyata dan terstruktur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) terpadu yang akan bergerak masif hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Kesepakatan ini dihasilkan dalam rapat koordinasi P4GN yang digelar di Pendopo Bupati, pada Kamis (2/4/2026).

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan daerah melalui perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba dan penyalahgunaan obat berbahaya.

“Tidak ada ruang bagi narkoba di Kabupaten Bogor. Kita bergerak bersama, serentak, dari tingkat kabupaten sampai ke desa untuk memberantas hingga ke akar-akarnya,” tegas Bupati Bogor.

Baca juga:  Dekopinda Bogor Perkuat Advokasi dan Kesejahteraan Anggota

Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda, aparat penegak hukum, dan BNN Kabupaten Bogor memperkuat langkah pencegahan sekaligus penindakan di lapangan.

Pelibatan unsur pemuda, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, hingga tokoh keagamaan juga diperkuat sebagai garda terdepan dalam pencegahan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkoba.

“Laporkan jika ada indikasi peredaran. Identitas pelapor kami jamin aman. Ini perjuangan bersama untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.

Baca juga:  Demokrasi Keblinger: Ramai, Tanpa Arah, dan Tanpa Kepastian Hukum

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K., menegaskan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung gerakan tersebut.

“Kami bersama seluruh unsur siap bekerja maksimal. Pemberantasan narkoba akan dilakukan secara masif, terukur, dan menyentuh hingga ke tingkat paling bawah demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menyoroti bahaya peredaran obat ilegal yang kerap disalahgunakan dan berdampak serius terhadap keamanan masyarakat.

Peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat tertentu sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca juga:  Kapolres Metro Bekasi Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Jaya

“Apa yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi keluarga dan masa depan anak-anak kita,” tegas Jeffeta.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan terpadu dan efektif.

“Kami mendorong penguatan regulasi dan kerja sama lintas instansi agar pengawasan obat dan makanan dapat berjalan optimal serta selaras dengan upaya pemberantasan narkoba,” tambahnya.

Dengan kolaborasi kuat antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Forkopimda, BNN, dan Balai POM, gerakan pemberantasan narkoba kini dilakukan secara lebih terintegrasi, masif, dan menyentuh hingga ke tingkat paling bawah.

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...