Rudy Susmanto Resmikan Bus Listrik Gratis di Bogor, Dorong Transportasi Publik Ramah Lingkungan

CIBINONG, MPI – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menghadirkan layanan bus listrik gratis sebagai solusi transportasi publik ramah lingkungan. Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada kegiatan Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, pada Minggu, (5/4), sebagai langkah konkret menuju mobilitas modern dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memulai era baru transportasi publik dengan meluncurkan layanan bus listrik yang ramah lingkungan dan bebas emisi. Program ini diperkenalkan langsung oleh Rudy Susmanto dalam momentum Car Free Day di pusat pemerintahan Cibinong.

Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa kehadiran bus listrik ini bukan sekadar inovasi transportasi, tetapi juga bagian dari komitmen daerah dalam mendukung kebijakan nasional terkait efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Baca juga:  Bupati Bogor Serukan Semangat Persatuan dan Aksi Nyata di Hari Sumpah Pemuda ke-97

“Bus listrik ini menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dan selama masa uji coba dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Ini adalah langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih bersih dan modern di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Pada tahap awal, sebanyak empat unit bus listrik dioperasikan untuk uji coba selama tiga bulan. Pemerintah daerah akan mengevaluasi respons masyarakat sebelum memperluas layanan, baik dari sisi jumlah armada maupun cakupan rute.

Rute perdana bus listrik ini menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, dengan beberapa titik pemberhentian strategis seperti AEON Mall Sentul City dan kawasan Sirkuit Sentul yang terintegrasi dengan halte TransJakarta.

Baca juga:  Sekitar 4.000 Pemudik Ikuti Mudik Gratis Kabupaten Bogor, Terbanyak di Tingkat Daerah

Pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede, yang melayani sekitar 50 ribu penumpang setiap harinya. Sebagian besar pengguna merupakan pekerja yang bergantung pada transportasi KRL menuju Jakarta.

Dengan hadirnya bus listrik ini, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju kawasan Sentul tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi, sehingga dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan polusi udara.

Rudy menambahkan, apabila program ini mendapat respons positif, maka pengoperasian bus listrik akan dilanjutkan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga:  Rudy Susmanto Tegaskan Perbaikan Pendidikan Harus Dimulai Dari Ruang Kelas

Tidak hanya itu, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis energi bersih, termasuk rencana pengoperasian bus tingkat (double decker) untuk rute wisata dari Cibinong menuju kawasan Puncak.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.

“Melalui transportasi publik ramah lingkungan, kami ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara di Bogor,” tutupnya.

 

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...