Blak-blakan, Rismon Ungkit 3.174 Aset Kemenpora di Tangan Roy Suryo

JAKARTA, MPI Rismon H. Sianipar secara blak – blakan terbuka menyampaikan pandangannya terkait sosok Roy Suryo yang belakangan kembali menjadi sorotan publik.

Dalam pernyataannya, Rismon menyoroti julukan “Dewa Panci” yang selama ini sering dilekatkan kepada Roy Suryo dan menilai sebutan tersebut justru tidak menggambarkan persoalan yang sesungguhnya.

“Kita baca dulu profil dari Dewa Penegak Kebenaran saat ini yang sangat populer, yaitu Roy Suryo. Pada saat dia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga tahun 2012–2014. Terkait dengan dia sering dikatakan Dewa Panci, Dewa Panci, itu sebenarnya menurut saya salah besar,” kata Rismon.

Menurut Rismon, penyebutan “Dewa Panci” justru mengandung kesan seolah-olah aset-aset yang pernah menjadi sorotan publik hanyalah barang-barang kecil atau recehan.

“Seperti meng-understatement, meng-undertone bahwa yang dia bawa pulang, aset-aset Kemenpora ketika dia selesai menjadi menteri tahun 2014, seolah-olah aset yang dia bawa pulang itu adalah barang-barang receh seperti panci dan lainnya. Ternyata kita salah,” ujarnya.

Baca juga:  Celoteh Abah: Refleksi Akhir Tahun 2025 Jakarta, "Kemanusiaan di Atas Segalanya: Mengawal Persatuan, Menggilas Provokasi"

Rismon menegaskan bahwa informasi tersebut dapat diverifikasi secara terbuka melalui pemberitaan media nasional yang masih dapat diakses publik.

“Sebenarnya hal itu gampang sekali diverifikasi secara online. Ada berita mainstream yang bisa dicari sendiri. Salah satunya pemberitaan yang diterbitkan pada 8 September 2018. Itu berarti empat tahun setelah Roy Suryo selesai menjabat di Kemenpora, dan saat itu diberitakan bahwa aset Kemenpora tersebut belum dikembalikan,” kata Rismon.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk menelusuri sendiri informasi yang pernah dipublikasikan media terkait aset-aset negara yang disebut berada di tangan Roy Suryo.

“Infografik beberapa aset Kemenpora di tangan Roy Suryo bisa dicari sendiri. Search saja. Itu ada. Kumparan News, 8 September 2018, pukul 12 lewat 12 WIB. Itu bisa dibaca sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rismon membacakan kembali isi pemberitaan yang menurutnya penting diketahui publik sebelum memberikan penilaian terhadap sosok Roy Suryo.

Baca juga:  Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!

“Nah, kita baca dulu sebelum kita bicara lebih jauh, siapa sebenarnya Roy Suryo ini yang selalu merendahkan orang lain. Dalam berita itu disebutkan bahwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, diduga belum mengembalikan sejumlah aset milik negara selama menjabat pada 2012 sampai 2014 silam,” kata Rismon.

Ia menyoroti fakta bahwa pemberitaan tersebut muncul pada tahun 2018 atau sekitar empat tahun setelah Roy Suryo tidak lagi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Bayangkan, ini berita diturunkan tahun 2018. Empat tahun belum dikembalikan barang itu. Jadi bukan hanya panci,” tegasnya.

Menurut Rismon, jumlah aset yang menjadi sorotan saat itu sangat besar dan jauh melampaui persepsi publik yang selama ini hanya mengenal istilah “Dewa Panci”.

“Totalnya mencapai 3.174 aset Kemenpora dengan nilai keseluruhan sebesar Rp8,5 miliar. Rp8,5 miliar aset negara, uang rakyat, pajak kita bersama. Sampai tahun 2018 itu diberitakan belum dikembalikan,” ujarnya.

Baca juga:  Rismon Susul Eggi Sudjana Ajukan RJ Kasus Ijazah Jokowi

Rismon juga menilai bahwa keterlambatan pengembalian aset negara berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi dan nilai barang tersebut.

“Berarti kan terjadi penyusutan terhadap barang itu kalau pun nantinya dikembalikan. Karena barang yang digunakan bertahun-tahun tentu mengalami penurunan nilai,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Rismon kembali melontarkan kritik terhadap citra yang selama ini melekat pada Roy Suryo sebagai sosok yang kerap tampil memberikan penilaian terhadap berbagai persoalan publik.

“Inilah yang menurut saya perlu diketahui masyarakat. Sosok yang sekarang mengklaim diri sebagai orang yang paling benar, paling sederhana, paling suci, dan sering menghakimi orang lain, juga memiliki catatan yang pernah menjadi sorotan publik. Karena itu masyarakat perlu melihat fakta secara utuh sebelum menilai seseorang,” pungkas Rismon.

Latest

Prof Eggi Sudjana: Jangan Terpedaya Dunia, Tingkatkan ASI (Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq)

MUTIARA HIKMAH - SABTU, 6 JUNI 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah...

Prof Eggi Sudjana: Kemuliaan Bukan pada Rupa, Harta, atau Jabatan, Melainkan Ketakwaan

Matapenaindonesia - Mutiara Hikmah - Jumat, 5 Juni 2026. 🕌 ٱلسَّلَامُ...

KPP Bogor Raya Apresiasi Kepemimpinan Rudy Susmanto–Ade Ruhandi, Survei Kepuasan Publik Capai 83,29 Persen

BOGOR, MPI - Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni...

HOI: Hati, Otak, dan Indera untuk Mengenal Kebesaran Allah

MUTIARA HIKMAH - Selasa, 2 Juni 2026 Matapenaindonesia - Allah Subhanahu...

Newsletter

Don't miss

Prof Eggi Sudjana: Jangan Terpedaya Dunia, Tingkatkan ASI (Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq)

MUTIARA HIKMAH - SABTU, 6 JUNI 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah...

Prof Eggi Sudjana: Kemuliaan Bukan pada Rupa, Harta, atau Jabatan, Melainkan Ketakwaan

Matapenaindonesia - Mutiara Hikmah - Jumat, 5 Juni 2026. 🕌 ٱلسَّلَامُ...

KPP Bogor Raya Apresiasi Kepemimpinan Rudy Susmanto–Ade Ruhandi, Survei Kepuasan Publik Capai 83,29 Persen

BOGOR, MPI - Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni...

HOI: Hati, Otak, dan Indera untuk Mengenal Kebesaran Allah

MUTIARA HIKMAH - Selasa, 2 Juni 2026 Matapenaindonesia - Allah Subhanahu...

Prof Eggi Sudjana: Kemutlakan Kekuasaan Allah dan Makna Ketuhanan Yang Maha Esa

MUTIARA HIKMAH - Senin, 1 Juni 2026 Matapenaindonesia - Allah Subhanahu Wa...

Prof Eggi Sudjana: Jangan Terpedaya Dunia, Tingkatkan ASI (Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq)

MUTIARA HIKMAH - SABTU, 6 JUNI 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ...

Prof Eggi Sudjana: Kemuliaan Bukan pada Rupa, Harta, atau Jabatan, Melainkan Ketakwaan

Matapenaindonesia - Mutiara Hikmah - Jumat, 5 Juni 2026. 🕌 ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 🤲 أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ 🤲 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 📿 اللَّهُمَّ صَلِّ...

KPP Bogor Raya Apresiasi Kepemimpinan Rudy Susmanto–Ade Ruhandi, Survei Kepuasan Publik Capai 83,29 Persen

BOGOR, MPI - Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni Sitepu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor H....