Mutiara Hikmah BES: Manusia Diciptakan Lemah, Mengapa Tetap Diperintahkan Taat kepada Allah?

BOGORMPI – Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si., melalui kajian Mutiara Hikmah Sabtu, (25/7/2026), mengangkat tema “Lemah, Tapi Diberi Petunjuk”. Dalam kajian tersebut, ia membedah hubungan antara kondisi manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah dengan kewajiban untuk menaati Allah SWT serta mengikuti petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Pembahasan tersebut merujuk pada QS. An-Nisa’ ayat 28 yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah, serta dikaitkan dengan QS. Al-A’raf ayat 2, 3 dan 4 mengenai Al-Kitab sebagai petunjuk, perintah untuk mengikutinya, serta peringatan terhadap umat-umat terdahulu yang mendapatkan azab akibat penyimpangan.

MANUSIA LEMAH, TAPI DIBERI PETUNJUK
QS. AN-NISA’ 4: AYAT 28

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.”
QS. AL-A’RAF 7: AYAT 2

كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Inilah Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.”
QS. AL-A’RAF 7: AYAT 3

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”
QS. AL-A’RAF 7: AYAT 4

وَكَمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَـكْنٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا اَوْ هُمْ قَآئِلُوْنَ
“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.”

TANYA JAWAB MUTIARA HIKMAH
Tanya:

Jika manusia diciptakan dalam keadaan lemah, mengapa manusia justru diberi tugas untuk taat kepada Allah dan mengikuti petunjuk-Nya? Bukankah ketaatan itu menjadi beban yang berat?

Jawab:

AKBERS! SIAP BES.

Justru di sinilah letak rahmat dan kasih sayang Allah kepada manusia.

Rangkaian ayat tersebut sebenarnya tidak menunjukkan adanya lompatan logika. Justru terdapat rangkaian logika yang sangat kuat:

Manusia diciptakan lemah → Allah memberikan Kitab sebagai petunjuk → manusia diperintahkan mengikuti petunjuk tersebut → manusia diperingatkan melalui sejarah umat-umat terdahulu yang dibinasakan karena menyimpang.

Jadi, karena manusia lemah dan mudah salah, Allah memberikan petunjuk agar manusia tidak berjalan tanpa arah.

Tanya:
Apa hubungan QS. An-Nisa’ ayat 28 dengan QS. Al-A’raf ayat 2-4?

Jawab:
Pertama, manusia memang lemah.
QS. An-Nisa’ ayat 28 menjelaskan kondisi objektif manusia. Manusia mudah salah, mudah tergoda, mudah lalai dan mudah terpengaruh.

Kedua, karena manusia lemah, Allah memberikan petunjuk.

QS. Al-A’raf ayat 2 menjelaskan bahwa Al-Kitab diturunkan agar menjadi peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Ketiga, manusia diperintahkan untuk mengikuti petunjuk Allah.

QS. Al-A’raf ayat 3 menegaskan agar manusia mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah dan tidak menjadikan selain-Nya sebagai pemimpin dalam kehidupan.
Keempat, ada konsekuensi bagi mereka yang menolak petunjuk.

QS. Al-A’raf ayat 4 mengingatkan bahwa banyak negeri terdahulu yang telah dibinasakan karena menyimpang dari jalan yang benar.

Dari rangkaian ayat tersebut, dapat dirumuskan:
Manusia lemah → Allah memberikan Kitab → manusia diperintahkan mengikuti petunjuk → ada konsekuensi bagi yang berpaling.

Dengan demikian, menurut pembahasan tersebut, ketaatan kepada Allah bukanlah beban tambahan, melainkan keringanan dan jalan keselamatan bagi manusia yang lemah.

Tanya:

Mengapa manusia yang lemah tetap dibebani kewajiban untuk taat kepada Allah?

Jawab:

Ada tiga hal penting yang perlu dipahami, yaitu ujian, pilihan dan kasih sayang Allah.

Kehidupan manusia dipandang sebagai sebuah ujian, bukan penjara. Allah tidak membutuhkan ketaatan manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan ketaatan kepada Allah.

Allah SWT berfirman:
QS. ADZ-DZARIYAT 51: AYAT 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Ketaatan bukan semata-mata beban. Ketaatan adalah jalan keselamatan bagi makhluk yang memiliki keterbatasan dan kelemahan.

Selain itu, manusia juga dibekali dua instrumen penting, yakni akal dan wahyu.

Akal digunakan untuk berpikir dan menentukan pilihan, sedangkan wahyu menjadi petunjuk agar manusia tidak menggunakan akalnya tanpa arah.

Dengan demikian, manusia tidak dibiarkan menghadapi kehidupan seorang diri. Manusia diberikan kemampuan berpikir sekaligus petunjuk dari Allah.

Tanya:

Apakah Allah memberikan keringanan kepada manusia karena manusia diciptakan lemah?

Jawab:

Ya. QS. An-Nisa’ ayat 28 secara jelas menyatakan:

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.”

Dalam syariat, terdapat berbagai bentuk kemudahan dan keringanan bagi manusia sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

Pesan pentingnya adalah bahwa Allah mengetahui kelemahan manusia. Karena itu, manusia tidak dibiarkan berjalan sendiri tanpa petunjuk.

Manusia lemah, tetapi tidak dibiarkan sendirian.
Allah memberikan akal, wahyu, petunjuk dan berbagai bentuk keringanan agar manusia mampu menjalani kehidupan dan beribadah kepada-Nya.

Tanya:
Jika manusia diberikan petunjuk, mengapa masih banyak manusia yang tidak beriman kepada Allah?

Jawab:
Pertanyaan ini berkaitan dengan persoalan hidayah, pilihan dan tanggung jawab manusia.

QS. Al-A’raf ayat 3 telah memberikan peringatan:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”

Dalam kajian tersebut, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan manusia berpaling dari petunjuk.

1. Mengikuti hawa nafsu dan godaan setan

Allah SWT berfirman:
QS. AL-FURQAN 25: AYAT 43

اَرَاَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۙ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًا
“Sudahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Apakah engkau akan menjadi pelindung atasnya?”

Ketika manusia tidak menjadikan wahyu sebagai pedoman, ia dapat menjadikan hawa nafsu, harta, kekuasaan dan kepentingan dunia sebagai tujuan utama kehidupannya.

2. Mengikuti selain petunjuk Allah

QS. Al-A’raf ayat 3 mengingatkan:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”

Manusia dapat terjebak dalam berbagai pandangan hidup dan kepentingan yang menjauhkannya dari nilai-nilai ketuhanan.

3. Dakwah belum sampai atau sampai tetapi ditolak
Ada orang yang belum mendapatkan informasi tentang Islam secara benar. Ada pula yang telah mendengar ajaran Islam, tetapi menolaknya karena berbagai alasan, seperti kepentingan dunia, gengsi atau ketakutan kehilangan sesuatu yang dicintainya.

4. Tidak semua manusia memilih jalan keimanan

Allah SWT berfirman:
QS. YUSUF 12: AYAT 103

وَمَا اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
“Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.”

Sejarah para nabi juga menunjukkan bahwa tidak selalu banyak orang yang mengikuti kebenaran. Karena itu, ukuran kebenaran bukan semata-mata jumlah pengikut.

Tanya:
Apakah banyaknya manusia yang tidak beriman berarti petunjuk Allah tidak berhasil?

Jawab:
Tidak.
Petunjuk telah diberikan, tetapi manusia juga diberikan pilihan dan tanggung jawab.

Allah Maha Adil. Manusia tidak dipaksa untuk beriman, tetapi setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Karena itu, tugas orang yang beriman adalah terus menyampaikan dakwah, memberikan teladan dan mengajak kepada kebaikan. Adapun hidayah merupakan hak dan kehendak Allah.

HIKMAH UTAMA: “LEMAH, TAPI DIBERI PETUNJUK”

Justru karena manusia lemah, manusia membutuhkan petunjuk.

Logika manusia mungkin berkata:
“Kalau manusia lemah, bebaskan saja.”

Namun dalam perspektif wahyu:
“Karena manusia lemah, maka tuntun dan lindungi dengan petunjuk Allah.”

Ibarat sebuah pesawat terbang. Pesawat memiliki kemampuan untuk terbang, tetapi tetap membutuhkan pilot, aturan penerbangan dan menara pengatur lalu lintas udara agar dapat terbang dengan aman.

Begitu pula manusia. Meskipun memiliki akal dan kemampuan memilih, manusia tetap membutuhkan wahyu sebagai petunjuk agar tidak kehilangan arah.
Al-Qur’an menjadi petunjuk. Ketaatan menjadi jalan keselamatan.

Maka, ketaatan kepada Allah bukanlah beban yang dimaksudkan untuk menyusahkan manusia. Justru ketaatan adalah jalan agar manusia yang lemah tidak tersesat dan tidak jatuh dalam kehancuran.

KESIMPULAN

Dari rangkaian ayat dan pembahasan tersebut, dapat diambil beberapa kesimpulan:

1. Allah Maha Mengetahui bahwa manusia itu lemah.
Karena itu, Allah memberikan keringanan, akal dan petunjuk melalui wahyu.

2. Allah Maha Adil.
Manusia diberikan pilihan dan setiap pilihan memiliki konsekuensi.

3. Petunjuk Allah bukan beban, melainkan jalan keselamatan.

4. Manusia membutuhkan Allah.
Allah tidak membutuhkan ketaatan manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan petunjuk dan pertolongan Allah.

5. Tugas manusia adalah berusaha untuk taat, berdakwah dan menjadi teladan.

Adapun hidayah adalah urusan Allah.

Allah SWT berfirman:
QS. THAHA 20: AYAT 2-3

مَا اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰى ۙ اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى
“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an kepadamu agar engkau menjadi susah, melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah.”

Pesan utama Mutiara Hikmah kali ini adalah bahwa kelemahan manusia bukan alasan untuk hidup tanpa petunjuk. Justru karena manusia lemah, manusia membutuhkan bimbingan Allah melalui wahyu.

“Beban terasa berat jika berjalan sendiri. Namun, menjadi ringan ketika berjalan bersama petunjuk Allah.”

AKBERS! SIAP! LEMAH TAPI ISTIQOMAH! 💪

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

24 Tahun Tinggal di Warpat, Warga Puncak Tuntut Kejelasan Hukum dan Keadilan

KAB BOBOR, MPI - Puluhan warga dan pedagang kawasan...

Mutiara Hikmah BES: Mengukur Cinta Sejati Kepada Allah dan Rasul Melalui 3 Adab dan 13 Parameter Ketaatan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - AHAD, 26 Juli 2026 📚...

Aksi KAMKA di Kantor Bupati Bogor Soroti Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal, Wakil Bupati Disorot

CIBINONG, MPI – Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMKA) menggelar aksi unjuk...

Mutiara Hikmah 25 Juli 2026: Manusia Lemah, Allah Beri Petunjuk dan Keringanan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - Mutiara Hikmah - Sabtu, 25 Juli 2026. Allah...

Newsletter

Don't miss

24 Tahun Tinggal di Warpat, Warga Puncak Tuntut Kejelasan Hukum dan Keadilan

KAB BOBOR, MPI - Puluhan warga dan pedagang kawasan...

Mutiara Hikmah BES: Mengukur Cinta Sejati Kepada Allah dan Rasul Melalui 3 Adab dan 13 Parameter Ketaatan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - AHAD, 26 Juli 2026 📚...

Aksi KAMKA di Kantor Bupati Bogor Soroti Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal, Wakil Bupati Disorot

CIBINONG, MPI – Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMKA) menggelar aksi unjuk...

Mutiara Hikmah 25 Juli 2026: Manusia Lemah, Allah Beri Petunjuk dan Keringanan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - Mutiara Hikmah - Sabtu, 25 Juli 2026. Allah...

Prabowo Sebut “Londo Ireng” Masih Ada, Singgung Wartawan dan LSM

JAKARTA, MPI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung...

24 Tahun Tinggal di Warpat, Warga Puncak Tuntut Kejelasan Hukum dan Keadilan

KAB BOBOR, MPI - Puluhan warga dan pedagang kawasan Warung Patra (Warpat), Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, didampingi Badan Pusat Bantuan...

Mutiara Hikmah BES: Mengukur Cinta Sejati Kepada Allah dan Rasul Melalui 3 Adab dan 13 Parameter Ketaatan

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - AHAD, 26 Juli 2026 📚 DALIL UTAMA Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 31: قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ...

Aksi KAMKA di Kantor Bupati Bogor Soroti Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal, Wakil Bupati Disorot

CIBINONG, MPI – Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMKA) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bogor Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu, (22/7/2026). Dalam...