Mutiara Hikmah BES – Senin, 8 Juni 2026
Matapenaindonesia.co.id – Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ ۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk: 19)
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ ۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍ
“Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam keadaan tertipu.” (QS. Al-Mulk: 20)
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
“Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri dari kebenaran.” (QS. Al-Mulk: 21)
قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
“Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS. Al-Mulk: 23)
🔎 Tadabbur dan Perenungan
Dalam mentadabburi Al-Qur’an, diperlukan cara berpikir yang jernih, objektif, sistematis, dan berdasarkan fakta yang nyata. Perhatikan ayat ke-19 Surah Al-Mulk.
Siapakah yang dapat menafikan kenyataan bahwa burung mengembangkan dan mengatupkan sayapnya lalu terbang bebas di udara? Itu adalah fakta yang dapat dilihat setiap hari.
Kebenaran pada hakikatnya adalah kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, menjadi aneh apabila ada manusia yang menutup diri dari fakta, mengingkari kenyataan, atau bahkan menentang tanda-tanda kekuasaan Allah yang begitu jelas di hadapannya.
⚔️ Pertolongan Allah di Atas Segala Kekuatan
Allah kemudian mengingatkan bahwa tidak ada bala tentara yang mampu memberi pertolongan kecuali atas izin-Nya.
Sejarah menunjukkan bahwa kemenangan dan kekuatan tidak selalu ditentukan oleh kecanggihan senjata, jumlah pasukan, atau besarnya kekuatan materi. Dalam Perang Badar maupun berbagai peristiwa besar dalam sejarah manusia, terdapat pelajaran bahwa pertolongan Allah dapat datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Karena itu, manusia tidak boleh tertipu oleh kekuatan duniawi semata, sebab di atas segala kekuatan masih ada kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
💰 Rezeki Berasal dari Allah
Allah juga mengingatkan bahwa rezeki berada dalam genggaman-Nya.
Ada yang hidup berkecukupan dan ada yang hidup dalam kekurangan. Semua itu terjadi dalam ketentuan dan hikmah Allah. Tidak seorang pun mampu memberikan rezeki apabila Allah menahannya, dan tidak seorang pun mampu menghalangi rezeki yang telah Allah tetapkan.
Karena itu, kesombongan dan rasa cukup tanpa Allah merupakan bentuk kekeliruan yang dapat menjerumuskan manusia.
👂👁️❤️ Amanah Pendengaran, Penglihatan, dan Hati
Allah memberikan kepada manusia tiga karunia besar, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani.
Namun ketiga nikmat tersebut bukan sekadar pemberian, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk menggunakan akalnya, mendengar dengan benar, melihat dengan jujur, serta menimbang segala sesuatu dengan hati yang bersih dan penuh tanggung jawab.
⚠️ Bahaya Hati yang Tidak Berfungsi
Allah juga memperingatkan tentang manusia yang memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, memiliki telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar kebenaran, dan memiliki hati tetapi tidak digunakan untuk memahami.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۚ اُولٰٓئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۚ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia.
Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raf: 179)
🌿 Penutup
Tadabbur Al-Qur’an mengajarkan bahwa alam semesta penuh dengan tanda-tanda kekuasaan Allah.
Burung yang terbang, rezeki yang mengalir, kemenangan yang datang di luar dugaan, serta nikmat pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan bukti nyata kebesaran-Nya.
Oleh karena itu, jangan sampai manusia memiliki mata tetapi tidak melihat kebenaran, memiliki telinga tetapi tidak mendengar nasihat, dan memiliki hati tetapi tidak digunakan untuk memahami petunjuk Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur, menggunakan akal dan hati dengan benar, berani membela kebenaran, serta dijauhkan dari kelalaian yang dapat mengantarkan kepada penyesalan di akhirat.
🤲 Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)



