Beranda blog Halaman 21

Ikhtiar Hukum dan Langkah Eggi Sudjana Bertemu Jokowi

0

PEKANBARU, MPI – Selasa, 27 Januari 2026. Ruang publik kembali riuh, langkah Eggi Sudjana (ES) bertemu dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memicu pro dan kontra. Dalam perkara dugaan ijazah palsu, posisi keduanya jelas secara hukum, Jokowi sebagai pelapor, Eggi sebagai terlapor.

Pertemuan itu dikaitkan dengan ikhtiar pencabutan cekal, kejelasan status tersangka, serta kemungkinan penyelesaian perkara melalui mekanisme hukum, termasuk peluang terbitnya SP3, tentu tanpa menghilangkan kewenangan dan fungsi Polri sebagai penegak hukum.

Sebagian kalangan memandang langkah ini sebagai penyimpangan sikap, bahkan dianggap melemahkan semangat perjuangan. Namun sebagian lain melihatnya sebagai jalan rasional dan konstitusional. Di titik inilah penting bagi publik untuk menimbang persoalan ini tidak semata dengan emosi politik, tetapi dengan kejernihan etika, hukum, dan nilai moral.

Al-Qur’an memberi perspektif yang meneduhkan. Allah berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 agar setiap orang beriman melakukan muhasabah, memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok. Ayat ini menegaskan bahwa setiap langkah harus dipikirkan dampaknya, bukan hanya hari ini, tetapi juga masa depan.

Dalam konteks Eggi, ikhtiar bertemu pihak pelapor dapat dibaca sebagai upaya mencari kepastian hukum, menghindari ketidakjelasan status, serta meminimalkan kegaduhan sosial yang berkepanjangan. Orientasi ke depan inilah yang menjadi ruh muhasabah, bertindak bukan atas dorongan ego, tetapi atas pertimbangan maslahat.

Ali ‘Imran ayat 102 mengingatkan agar takwa dijaga secara konsisten hingga akhir hayat. Takwa bukan hanya keberanian bersuara keras, tetapi juga ketepatan cara dan kebersihan niat. Dalam hukum, dialog dan klarifikasi adalah bagian sah dari proses keadilan. Selama dilakukan tanpa manipulasi dan intervensi terhadap aparat, langkah tersebut justru menunjukkan kedewasaan bernegara.

Ayat berikutnya, Ali ‘Imran 103–104, menyerukan persatuan dan amar ma’ruf nahi munkar. Perbedaan pandangan tidak boleh berubah menjadi perpecahan sosial. Kritik sah, tetapi harus berbasis fakta dan etika. Ketika konflik hukum dibingkai secara emosional, masyarakat mudah terbelah. Dialog justru berfungsi sebagai penenang, bukan pengkhianatan.

Ali ‘Imran, ayat 110 menegaskan bahwa umat terbaik adalah mereka yang menjaga moral publik, menegakkan kebaikan dan mencegah keburukan. Kebaikan dalam konteks negara hukum adalah menghormati prosedur, menjunjung asas praduga tak bersalah, serta membiarkan institusi bekerja secara profesional. Menekan seseorang hanya karena memilih jalur dialog sama berbahayanya dengan mengabaikan keadilan itu sendiri.

Surah Al-Baqarah ayat 207 berbicara tentang pengorbanan demi mencari ridha Allah. Tidak semua pengorbanan berbentuk perlawanan frontal. Ada pengorbanan yang justru berupa kesediaan menahan ego, menanggung salah paham publik, dan menerima risiko reputasi demi membuka peluang penyelesaian yang lebih maslahat. Dalam perspektif ini, langkah Eggi dapat dipahami sebagai ikhtiar menempatkan kepentingan hukum dan ketertiban sosial di atas sentimen pribadi.

Al Baqarah, ayat 208 menegaskan agar Islam dijalankan secara menyeluruh. Artinya, iman harus sejalan dengan akal sehat, etika publik, dan penghormatan pada sistem hukum yang adil. Menutup pintu dialog, memelihara konflik tanpa ujung, atau membiarkan emosi menguasai akal justru membuka celah bagi bisikan destruktif yang merugikan semua pihak.

Secara hukum, perlu ditegaskan bahwa komunikasi antara pelapor dan terlapor bukanlah pelanggaran, selama tidak mengintervensi proses penyidikan, tidak ada tekanan terhadap aparat, dan tetap menghormati mekanisme hukum. Hak untuk mencari keadilan dan kepastian hukum adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk Eggi Sudjana dan Joko Widodo. Polri tetap menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah perkara dilanjutkan atau dihentikan, bukan opini publik.

Langkah Eggi Sudjana patut dibaca dengan kacamata proporsional, sebagai ikhtiar hukum, bukan manuver politis. Boleh berbeda pendapat, tetapi menyesatkan publik dengan tuduhan moral tanpa dasar justru memperlemah kualitas demokrasi itu sendiri.

Lebih jauh, Eggi tidak melangkah tanpa nilai. Ia mengingat pesan seorang tokoh legendaris aktivis demokrasi Indonesia yang selama ini ia anggap sebagai guru bijak. Pesan yang sangat relevan untuk dijadikan prinsip ketika berjuang, perbanyaklah gerakan dan jahitlah simpul-simpul rakyat, bangun kesadaran, persatuan, dan keberanian moral. Namun ketika memiliki akses kuasa, jangan berbuat semena-mena, jangan mencari keuntungan untuk keluarga dan kelompok, melainkan perbanyaklah keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Petuah ini sejalan dengan spirit Al-Qur’an, menolak kesewenang-wenangan, menegakkan keadilan, dan mengutamakan kemaslahatan. Perjuangan tidak berhenti pada keberanian melawan, namun kebijaksanaan mengelola perbedaan, dan jangan jadikan kekuasaan sebagai alat balas dendam, melainkan amanah untuk menghadirkan keadaban publik.

Maka dialog tidak selalu berarti kompromi prinsip, apalagi menjual idialisme gerakan. Justru dalam banyak keadaan, dialog adalah jalan untuk menjaga agar prinsip tidak tergelincir menjadi fanatisme buta. Kebenaran tidak takut pada keterbukaan, justru yang takut dialog biasanya kepentingan sempit dan egoisme yang rapuh.

Pada akhirnya, publik perlu menilai secara adil, apakah langkah ini melanggar hukum? Apakah menghilangkan peran aparat? Apakah menutup ruang keadilan? Jika jawabannya tidak, maka langkah tersebut patut dipahami sebagai bagian dari ikhtiar bermartabat dalam negara hukum.

Di tengah hiruk-pikuk opini, Al-Qur’an mengajarkan ketenangan berpikir, kejernihan nurani, dan keberanian bersikap adil. Di sanalah ikhtiar hukum dan nurani bertemu: bukan untuk memenangkan ego, tetapi untuk menjaga martabat keadilan dan kedewasaan demokrasi bangsa.

_Oleh: Sudiono. AS – Bright Empathy Solution Youtube Channel._

 

Red

 

Silaturahim MS Kaban dan Kader Partai Ummat di Kota Bogor, Amien Rais Kritik Gagalnya Tata Kelola Negara

0

KOTA BOGOR, MPIDalam acara silaturahmi bersama Malem Sambat (MS) Kaban mantan menteri kehutanan di kediaman MS Kaban, Perumahan Budi Agung, Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (27/1/2026).

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi tata kelola negara yang dinilainya mengalami kemunduran serius.

Amien menilai demokrasi Indonesia telah kehilangan arah akibat praktik kekuasaan yang bercampur dengan kepentingan bisnis serta lemahnya pengawasan lembaga negara.

“Dalam negara demokrasi yang relatif maju, pejabat publik tidak masuk ke bisnis. Di Indonesia justru kekuasaan digunakan untuk membuka dan melanggengkan bisnis. Ini kesalahan fatal dalam demokrasi,” tegas Amien.

Ia juga menyoroti lemahnya komitmen negara terhadap rakyat, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, amanat konstitusi yang mewajibkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN tidak dijalankan secara konsisten.

Selain itu, Amien mengkritik perpanjangan kontrak perusahaan tambang asing Freeport McMoRan yang disebutnya merugikan kedaulatan negara. Ia menyebut Freeport telah menjadi “negara di atas negara” karena tidak bisa diperiksa atau dimasuki aparat.

Amien juga menilai DPR dan DPD kehilangan fungsi pengawasan, hanya menjadi “tukang stempel” tanpa keberanian mengoreksi kekuasaan eksekutif.

Sementara itu, MS Kaban, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat sekaligus mantan Menteri Kehutanan, menyoroti kerusakan lingkungan dan bencana alam yang kerap terjadi. Ia menegaskan penyebab utama bencana adalah perilaku manusia serta lemahnya penegakan hukum.

“Larangan dalam undang-undang dilanggar semua. Status kawasan hutan tidak lagi dihormati, dieksploitasi tanpa perencanaan, tapi kontribusinya ke negara sangat kecil,” ujar Kaban.

Ia juga mengkritik kebijakan pencabutan izin tambang yang tidak konsisten. Menurutnya, pencabutan izin tanpa penghentian operasi sama saja dengan melegalkan praktik ilegal.

Kaban mengingatkan bahwa tanpa langkah serius berupa pemulihan kawasan hutan dan penegakan hukum, Indonesia berpotensi menghadapi bencana ekologis berkepanjangan.

“Jangan main-main dengan alam. Alam punya hukum sendiri. Kalau ini terus dibiarkan, kita akan menuai malapetaka yang lebih besar,” pungkasnya. [ATS]

 

UAS Guncang Pakansari, Bupati Bogor Tekankan Pembangunan Fisik dan Iman

0

CIBINONG, MPI Ribuan jamaah memadati Masjid Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Cibinong, Sabtu malam (24/1/2026), dalam kegiatan Tabligh Akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dihadiri langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Ustadz Abdul Somad.

Sejak malam hari, masyarakat Kabupaten Bogor datang berbondong-bondong mengikuti doa bersama dan tausiah keagamaan yang berlangsung khidmat. Antusiasme jamaah terlihat dari area masjid yang penuh hingga ke pelataran.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

 

“Malam hari ini kita melaksanakan doa bersama memperingati Isra Mi’raj, sekaligus menyongsong bulan suci Ramadan. Kita berdoa bersama agar Kabupaten Bogor dan wilayah lain di Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana besar, dan masyarakat kita selalu diberikan keselamatan,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Ustadz Abdul Somad yang memberikan tausiah kepada jamaah. Menurut Rudy, peran ulama sangat penting dalam membangun daerah, khususnya dalam membentuk karakter, moral, dan keimanan masyarakat.

“Pembangunan Kabupaten Bogor tidak hanya soal infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga pembangunan non-fisik, yakni membangun karakter dan keimanan masyarakat. Inilah roh dari pembangunan itu sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto juga memaparkan rencana pengembangan kawasan Masjid Nurul Wathon yang diarahkan menjadi Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Bogor. Saat ini, pembangunan masih difokuskan pada masjid, dan pada tahun ini direncanakan akan dilanjutkan dengan pembangunan hotel atau asrama haji.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Sejumlah fasilitas penunjang masjid yang belum terakomodasi dalam APBD akan dilanjutkan melalui swadaya masyarakat, sementara pemerintah daerah memprioritaskan anggaran untuk pembangunan asrama haji.

“Insya Allah, Pusat Layanan Haji dan Umrah ini bisa selesai secara bertahap dan ditargetkan rampung sepenuhnya paling lambat tahun 2028. Ini adalah bentuk pembangunan yang berjalan seimbang antara fisik dan non-fisik, yang digerakkan oleh kebersamaan,” pungkasnya.

 

Red

Eggi Sudjana Dibalik Pertemuan Solo, Antara Fakta dan Asumsi

0

JAKARTA, MPI Pertemuan Prof. Eggi Sudjana (ES), Damai Hari Lubis (DHL), dan advokat Ellida Netty (EL) dengan mantan Presiden ke-7 RI, Ir. Joko Widodo (JKW), di kediamannya di Solo pada 8 Januari 2026, hingga hari ini masih memantik perdebatan publik. Bukan karena pertemuannya itu sendiri, melainkan derasnya tafsir, spekulasi, dan asumsi yang berkembang. Publik terbelah—ada yang melihatnya sebagai langkah kenegarawanan, namun ada pula yang menilainya sebagai bentuk “penyerahan diri” Eggi dalam polemik dugaan ijazah palsu Jokowi.

Pasca pertemuan, setidaknya muncul tiga pergeseran isu dari kelompok Roy Suryo cs. Di sinilah diperlukan kejernihan nalar dalam memilah fakta dan asumsi, sebab diskursus yang berkembang lebih banyak dibangun di atas persepsi ketimbang data terverifikasi.

Awalnya, pemberitaan media nasional yang viral memicu reaksi di media sosial. Sebagian netizen, terutama kelompok kontra Jokowi, menilai Eggi telah mengingkari perjuangannya menegakkan keadilan. Momen pertemuan bahkan ditafsirkan sebagai simbol permintaan maaf sekaligus pengakuan bahwa ijazah Jokowi asli, padahal belum ada sidang terkait polemik ini.

Tak hanya itu, potongan video Eggi menulis pesan di buku karyanya OST Jubedil di hadapan Ketua Relawan Jokowi (Rejo) dengan ucapan, “Insya Allah Jokowi cerdas, berani, dan militan,” memantik berbagai tuduhan—mulai dari pengkhianatan perjuangan hingga dugaan suap Rp100 miliar. Ironisnya, tuduhan tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh media nasional maupun lokal. Satu hal yang terkonfirmasi adalah pertemuan Eggi, DHL, dan Jokowi benar terjadi, sebagaimana dikatakan ajudan Jokowi dan Ketua Rejo. Selebihnya adalah asumsi yang berkembang liar di ruang publik.

Ini adalah wajah era “post-truth”, di mana informasi bergerak lebih cepat daripada klarifikasi. Isu ijazah Jokowi telah menjadi polemik hampir tiga tahun dan menyentuh jutaan penduduk Indonesia. Peristiwa Solo seakan menjadi “bisul yang sudah matang dan pecah”, memuntahkan emosi, kecurigaan, dan stigma. Eggi pun terlanjur ditempatkan sebagai pihak yang paling disalahkan, tanpa ada lembaga yang segera memberikan penjelasan utuh.

Demi menjaga prinsip rule of law, penulis bersama elemen masyarakat sipil berencana melaporkan dugaan suap Rp100 miliar ke KPK dan lembaga hukum lainnya. Tindakan ini bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai pendidikan publik bahwa asas praduga tak bersalah harus ditempuh melalui jalur hukum, bukan pengadilan opini.

Eggi Sudjana telah melakukan klarifikasi di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak berobat ke Malaysia minggu lalu. Ia menegaskan tidak pernah meminta maaf terkait dugaan ijazah Jokowi. Menurutnya, penghentian perkara (SP3), Restorative Justice (RJ), dan pencabutan pencekalan didasarkan pada kesepahaman (understanding), di mana ia tidak akan meminta maaf sebelum melihat dan meraba langsung ijazah asli Jokowi. Keduanya sepakat bahwa prinsip RJ batal jika salah satu pihak tidak setuju.

Dalam filsafat politik, pemikiran ini sejalan dengan gagasan Niccolo Machiavelli (1469–1527) dalam karyanya Il Principe (The Prince, 1513), yang mengingatkan bahwa publik perlu memahami apa yang berlangsung di balik layar kekuasaan, bukan hanya apa yang tampak di permukaan. Oleh karena itu, keluarnya SP3 berbasis understanding patut ditelaah secara rasional, meskipun sebagian pihak menilai SP3 cacat hukum dan mustahil terjadi tanpa permintaan maaf Eggi—meskipun asumsi ini tidak otomatis benar tanpa bukti.

Dalam wawancara langsung dengan penulis pada 24 Januari 2026 pagi, Eggi menjelaskan bahwa understanding yang terjadi adalah sederhana: selama Jokowi tidak menunjukkan ijazah asli, ia tidak akan meminta maaf. Saat pertemuan tertutup di Solo (hanya dihadiri ES, JKW, DHL, dan EL), Jokowi bertanya, “Apa yang bisa saya bantu?” Eggi menjawab dengan meminta agar Jokowi segera memerintahkan Kapolri, Kapolda, dan Dirkrimum mencabut status tersangka dan pencekalan dirinya agar bisa melanjutkan pengobatan ke Malaysia. Jokowi kemudian memanggil ajudan dan meminta aparat menindaklanjuti permintaan tersebut. Pada fase inilah RJ terjadi, tanpa ada permintaan maaf dari Eggi.

Tidak adanya permintaan maaf juga disinyalkan oleh Jokowi dalam pernyataan kepada pers beberapa waktu lalu di kediamannya di Solo. Ia menyebut tidak perlu memperdebatkan soal permintaan maaf dan menyatakan pertemuan itu sebagai silaturahmi yang baik.

Eggi juga mengakui kekeliruan ucapannya saat tergesa-gesa di bandara, di mana ia menyebut Jokowi “baik dan berakhlak”. Menurutnya, kata “baik” bersifat universal, sedangkan “berakhlak” memiliki makna teologis dalam Islam. Ia mengklarifikasi dan meminta maaf atas kekeliruan tersebut.

Menariknya, Eggi memaknai keberaniannya menemui Jokowi dengan mengacu pada Al Quran Surat Thaha ayat 43–44 tentang perintah Allah kepada Musa dan Harun untuk berbicara lembut kepada Firaun. Namun ia menyatakan bahwa Jokowi justru menunjukkan sikap baik dan tutur kata lembut, sehingga analogi Firaun tidak tepat. Menurut Eggi, “Firaun” yang dimaksud adalah mereka yang memojokkan dirinya dengan tuduhan tanpa bukti yang kuat, seperti tuduhan menjual Ayat Al Quran atau menghinati publik.

Dalam konteks hukum, posisi Eggi dan DHL sebagai advokat berbeda dengan Roy cs. Eggi dan DHL berbicara dalam koridor pembelaan kliennya Bambang Tri dan Gus Nur di pengadilan, sedangkan Roy cs bukan advokat dan menyampaikan pendapat di ruang publik tanpa mekanisme pengadilan, dengan kapasitas keahlian yang belum teruji secara yuridis dalam menilai keabsahan ijazah Jokowi. Persoalan yang didakwakan adalah delik aduan terkait pencemaran nama baik dan UU ITE.

Oleh karena itu, langkah Roy cs ke Komnas HAM untuk mencari perlindungan HAM kurang relevan jika dikaitkan dengan keluarnya SP3 Eggi. Selain itu, Eggi memiliki imunitas advokat dan pernah ditahan 41 hari oleh Polda Metro Jaya pada 2019 dalam kasus tuduhan makar setelah berorasi di depan rumah Prabowo Subianto saat Pilpres 2019—status tersangka tersebut hingga kini belum dicabut dan belum ada rehabilitasi dari Presiden Prabowo, padahal ia tidak melewati proses sidang. Namun penulis tidak menghalangi siapa pun untuk mencari perlindungan hukum, karena itu hak setiap warga negara.

Akhirnya, polemik ini mengajarkan hal penting: demokrasi membutuhkan kejernihan berpikir, bukan kegaduhan. Kebenaran tidak lahir dari potongan video, asumsi viral, atau kemarahan kolektif, melainkan dari verifikasi, etika, dan keberanian menahan diri untuk tidak menghakimi sebelum fakta berbicara. Semoga polemik ijazah ini segera menemukan jalan yang adil, bermartabat, dan menyejukkan bagi semua pihak.

Oleh: Agusto Sulistio
Mantan Kepala Aksi dan Advokasi PIJAR era tahun 1990an, Pegiat Sosmed.

Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu 24 Januari 2026, 12.27 WIB

Yayasan Saudagar Mulia Gandeng PT PIS, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor

0

KOTA BOGOR, MPI Yayasan Saudagar Mulia Indonesia, mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN), mengambil langkah strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor. Di bawah kepemimpinan tokoh masyarakat Subhan Murtadla, S.Ag, Yayasan secara resmi menggandeng PT Pangan Indonesia Sehat (PT PIS) untuk mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada Kamis, (22/1/2026).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian operasional antara Ketua Yayasan, Subhan Murtadla, S.Ag, dan Direktur Utama PT PIS, Nazrulloh. Momen penting tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Yayasan, Sukarna, SE., MA., serta jajaran PT PIS, yakni Direktur Operasional Yustinus Timor dan Komisaris Baskoro Soenardhi.

Sinergi ini difokuskan pada pengelolaan lima SPPG di wilayah Bogor Raya, dengan prioritas awal pada dua titik operasional di Kota Bogor. Subhan Murtadla menegaskan bahwa pemilihan mitra dilakukan atas dasar kebutuhan mendesak akan perbaikan gizi di Kota Bogor.

“Kami ingin berkontribusi nyata pada Asta Cita Presiden Prabowo. Dengan menggandeng PT PIS, kami yakin target Bogor Sehat dan Cerdas bisa tercapai. Ini adalah perpaduan ideal antara semangat kerakyatan dan profesionalisme dunia usaha,” ujarnya.

Sorotan utama dalam kolaborasi ini adalah peran Yustinus Timor sebagai Direktur Operasional PT PIS. Mantan Ketua Bawaslu Kota Bogor sekaligus aktivis GMNI ini dipercaya menjadi ujung tombak pengelolaan SPPG. Nazrulloh menekankan bahwa pengalaman Yustinus dalam memahami kondisi demografi dan tipologi masyarakat Bogor akan menjadi kunci keberhasilan program.

Dalam pernyataannya, Yustinus menegaskan bahwa MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan rekayasa sosial untuk membangun SDM masa depan.

“Pendekatan kami adalah memastikan distribusi gizi sesuai standar kualitas BGN, dan setiap anggaran negara dikonversi menjadi gizi terbaik untuk anak-anak Bogor,” tegasnya.

Untuk menopang visi operasional tersebut, PT PIS memperkuat tata kelola manajerial dan akuntabilitas keuangan di bawah komando Direktur Utama Nazrulloh serta pengawasan Komisaris Baskoro Soenardhi.

“Fondasi Bogor Sehat dan Cerdas dimulai dari perbaikan gizi siswa. Kolaborasi ini adalah formasi terbaik untuk menyukseskan MBG di Bogor,” tutup Nazrulloh. [ATS]

 


 

Prof Dr. Eggi Sudjana. SH., M.Si : Kemuliaan Hanyalah Milik Allah – Tolak Penyesatan Dunia dan Minta Kejelasan dalam Kasus yang Mengganggu Kepercayaan

0

MPI Mutiara Jumat, Tgl 23 Januari 2026

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا ۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَا لْعَمَلُ الصَّا لِحُ يَرْفَعُهٗ ۗ وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۗ وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ

“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.”
(QS. Fatir 35: Ayat 10)

Perlu kita menyamakan persepsi, kesadaran dan ketaatan kepada ALLAAH SUBHANNAHU WA TA’ALA mengenai APA dan BAGAIMANA KEMULYAAN ITU? Kemudian bagaimana KESADARAN untuk mencapainya, serta bagaimana bentuk KETAATAN TINDAKAN hingga mendapatkan REDHA-NYA?

Kemulyaan itu sendiri adalah NILAI STRATEGIS seseorang maupun Bangsa dalam Status Sosial di Masyarakatnya. Sayangnya, cara sebagian besar orang dalam menggapai kemulyaan tersebut banyak yang salah jalan, seperti mengejar jabatan, popularitas dan kenikmatan dunia lainnya dengan mengorbankan martabat diri, sehingga akhirnya tidak mulia bahkan bisa berada dalam posisi TERHINA, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَ رْضِ وَا تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا ۚ فَا قْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

“Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)

Oleh karena itu, munculkanlah kesadaran kolektif untuk tidak diperdaya oleh dunia, yang nilai kenikmatannya hanya seperti satu tetes jari telunjuk yang dicelupkan dalam laut.

Sisi berikutnya adalah ketaatan pada ALLAAH yang Absolute/mutlak tak tertandingi, tidak boleh musyrik terutama dalam hal prinsipil seperti AQIDAH – tidak ada TUHAN selain ALLAAH.

Dalam praktek nyata, misalnya dalam kasus ijazah Jokowidodo, belum ada pernyataan permintaan maaf dan tidak ada pengakuan penerimaan uang sebagai suap sebesar 100 juta. Jika memang ada, mengapa tidak ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Jokowi dan BES? Bagaimana konstruksi teknis BES menerima uang dalam jumlah besar tersebut, di mana dokumentasinya? Jika melalui transfer, di mana bukti transfernya? Sayangnya, HOI (Hati, Otak, Indera) sebagian pihak tampaknya DISFUNGSIONAL!

Salam Ta’ziem, Taqwa dan Jihad,
BES (Brother Eggi Sudjana)

Pemkot Bogor Hentikan Razia, Perwali Peremajaan Angkot Dibahas

0
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin temui pendemo di Balaikota, Razia Angkot Dihentikan sementara, Kamis (22/1)

KOTA BOGOR, MPI Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menemui langsung ribuan sopir angkutan kota (angkot) yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Balai Kota Bogor, Pada Kamis (22/1/2026). Siang

Kehadiran orang nomor dua di Kota Bogor itu membawa angin segar bagi para pengemudi yang menolak rencana penghapusan dan peremajaan angkot tanpa kejelasan regulasi.

Jenal menyampaikan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan perwakilan massa aksi, usai menggelar diskusi tertutup untuk mencari solusi atas tuntutan para sopir.

Ia menegaskan, proses penghapusan dan peremajaan angkot tidak akan dilakukan sebelum Peraturan Wali Kota (Perwali) selesai dibahas dan disepakati bersama.

“Perlu saya sampaikan, tadi kita sudah berdiskusi. Penghapusan dan peremajaan angkot baru akan dilakukan setelah Perwali rampung. Saat ini Perwalinya belum dibahas. Dalam proses penyusunannya nanti, kami akan melibatkan perwakilan sopir,” ujar Jenal mutaqin dihadapan pendemo

Sambil menunggu proses regulasi tersebut, Jenal meminta agar aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal. Ia juga memastikan penghentian sementara razia angkot di lapangan.

“Hari ini kita sepakat, Dinas Perhubungan tidak akan melakukan razia dulu sampai menunggu pembahasan Perwali. Hasil diskusi ini akan segera kami laporkan kepada Wali Kota Bogor,” katanya.

Menurut Jenal, penyusunan Perwali akan dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti KKSU, Organda, serta organisasi pengusaha angkutan, agar regulasi yang dihasilkan adil dan dapat diterima semua pihak.

Ia pun mengajak para sopir untuk bersama-sama mengawal proses penyusunan aturan tersebut.

Namun demikian, Jenal juga menyampaikan catatan tegas kepada para pengemudi angkot terkait pelayanan publik. Ia meminta sopir memperbaiki etika berkendara, terutama kebiasaan merokok saat membawa penumpang serta parkir dan ngetem sembarangan yang kerap memicu kemacetan.

“Saya juga warga Bogor. Tolong, pengemudi jangan merokok saat membawa penumpang dan jangan berhenti sembarangan atau ngetem yang menyebabkan macet,” tegasnya.

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi itu akhirnya berjalan kondusif setelah para sopir mendapatkan kepastian langsung dari Wakil Wali Kota Bogor.

Dalam aksinya para pendemo sempat blokir jalan Juanda (depan Balaikota). Namun berkat kesigapan polisi dan TNI pemblokiran jalan tersebut tak berlangsung lama.

Para pengemudi berharap komitmen Pemkot Bogor untuk melibatkan mereka dalam penyusunan Perwali benar-benar direalisasikan, demi keberlangsungan mata pencaharian ribuan keluarga yang bergantung pada sektor angkutan umum. [ATS]

Manfaat Buah Rambutan untuk Kesehatan, Ini Rahasianya !

0

MPI Buah rambutan jadi salah satu buah tropis favorit di Indonesia. Rasanya manis, dagingnya juicy, dan gampang banget ditemuin saat musim panen. Tapi, ternyata manfaat buah rambutan nggak cuma soal rasa enak aja. Di balik kulitnya yang berbulu unik, rambutan menyimpan banyak nutrisi penting yang baik buat tubuh.

Nah, biar nggak cuma dimakan tanpa tahu manfaatnya, yuk bahas lengkap mulai dari asal usul, kandungan nutrisi, sampai berbagai manfaat buah rambutan untuk kesehatan sehari-hari.

Rambutan berasal dari kawasan Asia Tenggara, khususnya wilayah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Nama “rambutan” sendiri diambil dari kata rambut dalam Bahasa Melayu, karena bentuk kulitnya yang ditumbuhi rambut-rambut halus.

Sejak ratusan tahun lalu, rambutan sudah dibudidayakan secara tradisional di pekarangan rumah. Dari Asia Tenggara, buah ini kemudian menyebar ke berbagai negara tropis seperti India, Sri Lanka, Filipina, hingga Amerika Tengah dan Karibia.

Di Indonesia, rambutan tumbuh subur karena iklim tropis yang lembap dan curah hujan tinggi. Nggak heran kalau buah ini jadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat, terutama saat musim panen tiba.

Kandungan Nutrisi Buah Rambutan
Sebelum bahas manfaatnya satu per satu, penting buat tahu dulu apa saja kandungan nutrisi dalam buah rambutan. Dalam 100 gram buah rambutan segar, terkandung:

Air

Energi

Karbohidrat

Serat

Vitamin

Kalsium

Fosfor

Zat besi

rambutan ini cocok dikombinasikan dengan konsumsi makanan tinggi kalsium lainnya seperti susu atau sayuran hijau.

Mendukung Fungsi Otak
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa antioksidan dalam buah-buahan tropis, termasuk rambutan, membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif.

Manfaat buah rambutan ini berhubungan dengan daya ingat dan konsentrasi, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Membantu Mengontrol Gula Darah
Walaupun rasanya manis, rambutan memiliki indeks glikemik sedang jika dikonsumsi dalam porsi wajar. Kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Manfaat buah rambutan tetap bisa dirasakan oleh penderita diabetes ringan, asalkan dikonsumsi dengan jumlah terbatas dan tidak berlebihan.

Membantu Detoksifikasi Tubuh Secara Alami
Kandungan air yang tinggi pada rambutan membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Air membantu ginjal bekerja lebih optimal dalam membuang racun melalui urine. Manfaat buah rambutan ini sangat cocok dikonsumsi saat cuaca panas atau setelah banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baik untuk Kesehatan Rambut
Vitamin dan mineral dalam rambutan juga berkontribusi pada kesehatan rambut. Nutrisi ini membantu memperkuat akar rambut dan menjaga kulit kepala tetap sehat. Manfaat buah rambutan untuk rambut akan lebih optimal jika diimbangi dengan asupan protein dan perawatan rambut yang tepat.

Tips Konsumsi Manfaat Buah Rambutan
Supaya manfaat buah rambutan bisa dirasakan secara optimal, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan. Konsumsi rambutan dalam keadaan segar tanpa tambahan gula. Batasi jumlahnya sekitar 5–8 buah per hari agar asupan gula tetap terkontrol.

Hindari mengonsumsi rambutan berlebihan dalam satu waktu karena bisa menyebabkan perut terasa begah. Pastikan juga rambutan dicuci bersih sebelum dikupas.

Manfaat buah rambutan ternyata nggak cuma soal rasa manis dan segar. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga pencernaan, hingga mendukung kesehatan kulit dan jantung, rambutan punya peran penting dalam pola makan sehat.

Dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap dan mudah ditemukan di Indonesia, buah rambutan layak dijadikan camilan sehat sehari-hari. Selama dikonsumsi dengan bijak, manfaat buah rambutan bisa dirasakan secara maksimal untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Red