Gagal Makar, Kini Bangun Opini Kudeta Lewat Survei: Layakkah SMRC Dipercaya?

Oleh: Martinus Amin
Praktisi Hukum dan Sosial

MATAPENAINDONESIA.CO.IDPada 26 Juli 2026, SMRC merilis hasil survei yang menyebutkan adanya penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta menurunnya tingkat kepuasan (approval rating) masyarakat terhadap Presiden. Pertanyaannya, apakah hasil survei SMRC tersebut layak dipercaya?

Sebelumnya, Syaiful Muzani dalam sebuah forum diskusi di Utan Kayu menyampaikan pernyataan yang oleh sebagian pihak dinilai mengandung unsur hasutan dan provokasi, yakni seruan kepada massa untuk menggulingkan Presiden Prabowo.

Baca juga:  Direktur Intelkam PMJ Jalin Silaturahmi Bersama Ormas Se-Jakarta

Atas pernyataan tersebut, Syaiful Muzani kemudian dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat karena dinilai mengandung dugaan ajakan makar terhadap pemerintahan yang sah.

Berangkat dari kondisi itu, muncul pertanyaan di tengah publik: bagaimana hasil survei SMRC dapat dipercaya apabila lembaga tersebut dipimpin oleh sosok yang oleh sebagian kalangan dinilai tidak netral, provokatif, tendensius, serta memiliki kepentingan politik tertentu?

Baca juga:  Usai Upacara HUT RI ke-81, Eggi Sudjana Soroti Pidato Prabowo hingga Menjelang Salat Jumat

Jauh sebelumnya, keberadaan lembaga survei ini juga kerap menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai lembaga survei diduga bekerja berdasarkan pesanan pihak tertentu.

Menurut pandangan tersebut, siapa pun yang memiliki kemampuan membayar dikhawatirkan dapat memengaruhi objektivitas hasil survei yang dipublikasikan. Kecurigaan tersebut muncul karena beberapa hasil survei yang sebelumnya mengunggulkan calon kepala daerah tertentu ternyata berbeda dengan hasil pemilihan yang sesungguhnya.

Baca juga:  Jalan Wisata Kp Cibakatul, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur Rusak Parah, Mengancam Kenyamanan Wisatawan

Selain itu, pada awal berdirinya LSI yang didirikan oleh Syaiful Muzani bersama rekan-rekannya, Anies Baswedan diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Riset lembaga tersebut.

Pada akhirnya, publik berhak menilai dan menarik kesimpulan sendiri mengenai arah, independensi, serta objektivitas survei yang dilakukan SMRC, sekaligus menempatkan hasil-hasil survei tersebut secara proporsional dalam ruang publik.

Latest

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Newsletter

Don't miss

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, UIP...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal harta, jabatan dan kekuasaan? Pertanyaan tersebut menjadi bahasan Koh Halim dalam refleksi Curhat Pagi Hari...

Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Rabu, 16 September 2026, mengajak umat Islam merenungkan kandungan QS. Al-Hujurat ayat...