CILEUNGSI, MPI – Baru sehari berselang setelah Tim Subdit V Tipidter Bareskrim Mabes Polri menggerebek lokasi pengoplosan gas bersubsidi, Polsek Cileungsi kini turun tangan. Dipimpin langsung Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, S.H., pihak kepolisian melakukan penggerebekan di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Kamis (2/4/2026).
Aksi ini seolah menjadi bukti bahwa pihak kepolisian setempat tidak mau “kecolongan” setelah Mabes Polri lebih dulu memborbardir lokasi. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan tabung gas LPG 3 kg dan 12 kg, beserta timbangan dan alat pengoplosan yang diangkut menggunakan dua truk dan satu unit pick up dari sebuah rumah di RT 005/RW 04.
Dalam peristiwa itu, seorang terduga pelaku berinisial S diamankan. Menurut keterangan warga, saat digerebek pelaku dikabarkan terkena stroke karena kaget, meski ada juga yang menduga hal itu hanya akting semata. Pelaku kemudian dibawa menggunakan mobil Avanza putih.
Yang menjadi sorotan publik, lokasi pengoplosan ini ternyata berjarak sangat dekat dengan kantor Polsek Cileungsi, yakni hanya sekitar 2 Km atau dapat ditempuh dalam waktu 5 menit berkendara. Jarak yang sangat dekat ini memunculkan pertanyaan besar dari warga mengenai keseriusan aparat setempat dalam memantau wilayah.
“Selama ini tidak ada keseriusan Polsek Cileungsi dalam pemberantasan pengoplosan gas bersubsidi di Kirab. Pasti sebelumnya sudah ada koordinasi jadi bisa bebas, tapi setelah pengerebekan oleh Mabes, baru Polsek segera melakukan penggerebekan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menyoroti kasus-kasus penggerebekan sebelumnya yang dinilai tidak memiliki kejelasan hukum. Banyak kasus di mana pelaku akhirnya bebas kembali, sementara nasib barang bukti tabung gas yang disita pun tidak jelas rimbanya.
Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Cileungsi justru terlihat menghindar. Ketika disapa oleh warga dan awak media dengan sebutan “Pak Edison”, ia justru menjawab, “Enggak, Pak Edison disana,” sambil menunjuk ke arah lokasi penggerebekan. Sikap ini dinilai menutup akses informasi publik terkait operasi yang dilakukan.
Saksi mata bernama Tobing membenarkan bahwa terduga S dan istrinya telah diamankan ke kantor polisi. Ia juga mengungkapkan bahwa tabung-tabung yang diamankan ternyata dikumpulkan dari beberapa titik rumah di sekitar Kampung Kirab, bukan hanya dari satu lokasi saja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Cileungsi terkait detail kasus, lamanya pelaku beroperasi, maupun status hukum yang akan ditetapkan untuk pelaku.
(Syam)



