Pemkab Bogor Jadi Sorotan, Hibah Dispora Rp40,5 Miliar di Tengah Tingginya Angka Kemiskinan

KABUPATEN BOGOR, MPI – Pemerintah Kabupaten Bogor menuai sorotan publik setelah menetapkan alokasi hibah sebesar Rp40,5 miliar kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam APBD 2025. Kebijakan ini dianggap kontroversial karena bertepatan dengan tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Bogor, yang tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga:  Pemkab Bogor Kerahkan Puluhan Truk Sampah dan Alat Berat Tangani Tumpukan Sampah Liar Di Desa Cikopo

Dana hibah tersebut direncanakan untuk mendukung organisasi kepemudaan dan olahraga, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gerakan Pramuka, serta komunitas olahraga lokal. Pemkab Bogor menyebut tujuan hibah ini adalah pembinaan generasi muda, peningkatan prestasi olahraga, dan penguatan kapasitas organisasi kepemudaan.

Namun, sejumlah kalangan mempertanyakan prioritas kebijakan ini. Di tengah tantangan kemiskinan, masyarakat menilai anggaran sebesar itu seharusnya lebih difokuskan pada program pengentasan kemiskinan, seperti pelatihan kerja, bantuan sosial, dan peningkatan layanan dasar.

Baca juga:  Pemkab Bogor Dukung Kegiatan Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026

“Bukan berarti sektor kepemudaan tidak penting, tapi alokasi harus proporsional dan sesuai urgensi, Kami ingin tahu indikator keberhasilan hibah ini dan dampaknya bagi masyarakat luas,” ujar tokoh masyrakat kabupaten bogor Pada Jumat (21/11).”

Sorotan publik semakin menguat diperbincangkan dengan desakan agar Pemkab Bogor membuka data penerima hibah, rincian kegiatan yang didanai, serta hasil yang diharapkan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan anggaran benar-benar memberi manfaat.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Nyawa, Rezeki dan Jodoh adalah Ketentuan Allah

 

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...