MUTIARA HIKMAH – Kamis, 2 April 2026
Allaah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَلْاَ خِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 67)
يٰعِبَا دِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَاۤ اَنْتُمْ تَحْزَنُوْنَ
“Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 68)
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا مُسْلِمِيْنَ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 69)
اُدْخُلُوا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ تُحْبَرُوْنَ
“Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 70)
Dari ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut, amatlah jelas mengenai KONDISI OBYEKTIF, SISTEMATIS, TOLERAN, JUJUR, BENAR, ADIL (OST JUBEDIL).
Bahwasanya ikatan persahabatan, pertemanan, bahkan persaudaraan sangat dipengaruhi oleh 6 faktor utama:
1. Pengaruh Internal (Diri Sendiri)
Bersumber dari dalil Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
– Surah Al-Ikhlas: Menggambarkan kondisi Fikiran/Pikiran (wilayah kepala).
– Surah Al-Falaq: Menggambarkan kondisi Hati/Perasaan serta wilayah perut dan jeroan.
– Surah An-Nas: Menggambarkan kondisi Keinginan/Seksualitas.
Pengaruh buruk dari dalam diri antara lain: Tidak Ikhlas, Hasad/Dengki, dan Nafsu Syahwat.
2. Pengaruh Eksternal (Luar Diri)
Bersumber dari dalil Surah Al-Kafirun dan Al-Jinn.
1. Sosok orang lain, tokoh panutan, atau idola.
2. Tindakan dan perilaku orang lain.
3. Pengaruh gangguan Jin, Iblis, dan Setan.
Oleh karenanya, untuk menangkal serta mengatasi berbagai pengaruh buruk tersebut, hendaklah kita memperbanyak membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan surah-surah tersebut setelah sholat wajib 5 waktu, sholat sunnah Duha, Tahajud, dan sholat lainnya. InsyaaAllaah, diri kita akan selalu dalam perlindungan dan pertolongan-NYA.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ
“Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 150)
Maka, konsekuensi logisnya adalah persahabatan dan persaudaraan kita harus dibangun di atas dasar TAQWA. Selain itu, pastinya akan menimbulkan permusuhan dan pertengkaran yang tidak membawa kedamaian. Dengan landasan iman dan taqwa, persahabatan kita akan kekal hingga menggapai Surga-NYA.
Salam Jihad
Brother Eggi Sudjana ( BES )



