JAKARTA, MPIĀ – Rismon Hasiholan Sianipar (RHS) yang meyakini 11 ribu triliun ijazah mantan Presiden Joko Widodo palsu akhirnya menyusul langkah Eggi Sudjana mengajukan restorative justice (RJ). Rismon bersama 8 orang lainnya, termasuk Eggi, merupakan tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik Jokowi berkaitan dengan tudingan ijazah palsu.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengatakan Rismon telah mengajukan RJ pada pekan lalu. “Yang bersangkutan saudara RHS bersama pengacaranya menyampaikan permohonan fasilitasi restorative justice kepada penyidik,” ujar Iman kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Menurut Iman, Rabu ini, Rismon mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan permohonan RJ tersebut. “Hari ini saudara RHS dengan lawyer-nya datang ke kami untuk menanyakan perkembangan permohonan RJ yang diajukan oleh RHS dengan kesadarannya,” katanya.
Iman menjelaskan Polda hanya sebagai fasilitator permohoan tersebut. “Penyidik sudah melakukan upaya dan sedang melakukan upaya untuk memfasilitasi permohonan yang disampaikan oleh tersangka RHS,” katanya.
Rismon dikenal sebagai ahli digital forensik. Ia mempersoalkan penggunan huruf atau font Times New Roman dalam ijazah Jokowi yang diterbitkan pada 1985. Menurutnya, saat itu belum ada jenis huruf tersebut. Ia pun berkesimpulan bahwa ijazah yang dimilik Jokowi palsu.
Sebelumnya RJ diajukan eks Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana dan advokat TPUA Damai Hari Lubis. Eggi dan Damai merupakan tersangka klaster pertama dalam tudingan ijazah palsu Jokowi. Keduanya sowan ke rumah Jokowi di Solo. Pertemuan itu berujung penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Rismon telah ditetapkan sebagai tersangka klaster kedua bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Ketiganya dikenal dengan akronim RRT dan menerbitkan mengenai seluk beluk ijazah palsu Jokowi dalam buku Jokowi’s White Paper. Di balik itu, Rismon juga tengah dilaporkan ke Polda Metro Jaya berkaitan dengan ijazah S2 dan S3 dari Universitas Yamaguchi, Jepang, yang diduga palsu



