CIBINONG, MPI – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menghadirkan layanan bus listrik gratis sebagai solusi transportasi publik ramah lingkungan. Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada kegiatan Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, pada Minggu, (5/4), sebagai langkah konkret menuju mobilitas modern dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memulai era baru transportasi publik dengan meluncurkan layanan bus listrik yang ramah lingkungan dan bebas emisi. Program ini diperkenalkan langsung oleh Rudy Susmanto dalam momentum Car Free Day di pusat pemerintahan Cibinong.
Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa kehadiran bus listrik ini bukan sekadar inovasi transportasi, tetapi juga bagian dari komitmen daerah dalam mendukung kebijakan nasional terkait efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
“Bus listrik ini menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dan selama masa uji coba dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Ini adalah langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih bersih dan modern di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Pada tahap awal, sebanyak empat unit bus listrik dioperasikan untuk uji coba selama tiga bulan. Pemerintah daerah akan mengevaluasi respons masyarakat sebelum memperluas layanan, baik dari sisi jumlah armada maupun cakupan rute.
Rute perdana bus listrik ini menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, dengan beberapa titik pemberhentian strategis seperti AEON Mall Sentul City dan kawasan Sirkuit Sentul yang terintegrasi dengan halte TransJakarta.
Pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede, yang melayani sekitar 50 ribu penumpang setiap harinya. Sebagian besar pengguna merupakan pekerja yang bergantung pada transportasi KRL menuju Jakarta.
Dengan hadirnya bus listrik ini, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju kawasan Sentul tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi, sehingga dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan polusi udara.
Rudy menambahkan, apabila program ini mendapat respons positif, maka pengoperasian bus listrik akan dilanjutkan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.
Tidak hanya itu, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis energi bersih, termasuk rencana pengoperasian bus tingkat (double decker) untuk rute wisata dari Cibinong menuju kawasan Puncak.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
“Melalui transportasi publik ramah lingkungan, kami ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara di Bogor,” tutupnya.



