Mutiara Hikmah BES: Makna Syukur dalam QS Ibrahim Ayat 7, Nikmat Ditambah atau Azab yang Berat

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana atau dengan panggilan akrabnya Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah edisi (3/9/2026) mengajak umat Islam untuk memahami makna syukur yang sebenarnya berdasarkan ajaran Islam.

Kajian tersebut berangkat dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan hubungan antara rasa syukur, bertambahnya nikmat dan peringatan terhadap sikap mengingkari nikmat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.”

(QS. Ibrahim [14]: 7)

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), ayat tersebut merupakan pengingat penting bagi manusia bahwa nikmat yang diterima bukan semata-mata untuk dinikmati, melainkan juga menjadi amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

APA SEBENARNYA RASA SYUKUR?

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), rasa syukur bukan hanya sekadar mengucapkan kata Alhamdulillah.

Syukur harus hadir dalam hati, diucapkan melalui lisan dan dibuktikan melalui perbuatan.

Dalam kajian tersebut, syukur dapat dipahami sebagai kemampuan manusia untuk mengakui, merasakan dan menggunakan nikmat sesuai dengan kehendak Allah SWT sebagai pemberi nikmat.

TIGA UNSUR SYUKUR YANG BENAR

1. SYUKUR DENGAN HATI

Syukur dengan hati berarti meyakini bahwa segala nikmat pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.

Ketika seseorang memperoleh kekayaan, pekerjaan, kesehatan, jabatan atau keberhasilan, ia tidak boleh hanya menganggap semuanya sebagai hasil kehebatan dirinya.

Usaha manusia memang penting. Kerja keras dan ilmu harus dilakukan. Namun hasil akhir tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

Karena itu, hati seorang yang bersyukur harus tetap menyadari bahwa manusia hanyalah berusaha, sedangkan Allah yang menentukan hasilnya.

2. SYUKUR DENGAN LISAN

Syukur dengan lisan diwujudkan melalui pujian kepada Allah SWT.

Ucapan Alhamdulillah harus menjadi bagian dari kesadaran manusia ketika menerima nikmat.

Namun menurut Brother Eggi Sudjana (BES), menyampaikan nikmat tidak seharusnya berubah menjadi kesombongan atau sekadar pamer kepada manusia.

Nikmat dapat diceritakan sebagai bagian dari dakwah dan untuk mengajak orang lain turut bersyukur kepada Allah.

3. SYUKUR DENGAN PERBUATAN

Syukur yang paling nyata adalah menggunakan nikmat untuk sesuatu yang baik dan diridhai Allah SWT.

Mata yang diberikan Allah digunakan untuk membaca Al-Qur’an dan melihat kebaikan.

Harta digunakan untuk membantu sesama.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Memahami “Wajah” di Akhirat dan Makna Ziyadah dalam QS. Yunus 26–27

Jabatan digunakan untuk menegakkan keadilan.

Ilmu digunakan untuk memberikan manfaat.

Menurut kajian tersebut, seseorang yang mengucapkan syukur tetapi menggunakan nikmat untuk melakukan kemaksiatan belum sepenuhnya memahami hakikat syukur.

RUMUS 3S: CARA MEWUJUDKAN SYUKUR

Brother Eggi Sudjana (BES) kemudian menawarkan rumusan sederhana yang disebut Rumus 3S.

S1: SHOLAT DAN SEDEKAH

Syukur harus diwujudkan melalui ibadah dan kepedulian terhadap sesama.

Sholat menjadi bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia membutuhkan Allah SWT.

Sedekah menjadi bukti bahwa harta yang dimiliki bukan semata-mata milik pribadi, melainkan terdapat amanah dan hak orang lain di dalamnya.

Semakin besar nikmat yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab manusia untuk menggunakan nikmat tersebut dalam kebaikan.

S2: SABAR SAAT MENGHADAPI KESULITAN

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), syukur tidak hanya dilakukan ketika manusia sedang berada dalam keadaan lapang.

Manusia juga harus belajar menerima ujian dan ketetapan Allah dengan kesabaran.

Sakit, kerugian, kesulitan dan berbagai persoalan kehidupan dapat menjadi ujian bagi manusia.

Kesabaran dalam menghadapi ujian menjadi bagian dari proses memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

S3: SEBARKAN KEBAIKAN

Allah SWT berfirman:

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan.”

(QS. Ad-Duha [93]: 11)

Menurut kajian Brother Eggi Sudjana (BES), setiap nikmat dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat.

Seseorang yang memiliki ilmu dapat mengajarkannya.

Seseorang yang memiliki harta dapat membantu masyarakat.

Seseorang yang memiliki kekuasaan dapat menggunakannya untuk menegakkan keadilan.

Nikmat yang digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain dapat menjadi bagian dari amal kebaikan.

KETIKA NIKMAT TERUS BERTAMBAH, WASPADAI ISTIDRAJ

Brother Eggi Sudjana (BES) juga mengingatkan bahwa bertambahnya nikmat tidak selalu boleh langsung dianggap sebagai tanda bahwa seseorang berada dalam keadaan baik.

Manusia harus tetap melakukan introspeksi.

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ

“Ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami bukakan kepada mereka pintu segala kesenangan.”

(QS. Al-An’am [6]: 44)

Dalam kajian tersebut, kondisi ketika seseorang terus memperoleh kesenangan sementara ia semakin jauh dari nilai kebaikan dan ketaatan menjadi peringatan untuk melakukan muhasabah.

Seseorang mungkin memperoleh kekayaan, jabatan dan keberhasilan, tetapi harus tetap bertanya kepada dirinya sendiri:

Apakah nikmat tersebut membuat saya semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?

TIGA TANDA YANG HARUS MENJADI BAHAN MUHASABAH

Baca juga:  Musim Kemarau Ancam Kekeringan, Aktivitas Geothermal Jadi Sorotan

Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak umat untuk berhati-hati apabila seseorang:

1. Terus melakukan kesalahan tetapi tidak pernah melakukan introspeksi.

2. Melalaikan kewajiban kepada Allah namun merasa seluruh keberhasilan adalah bukti bahwa dirinya selalu benar.

3. Memiliki kekuasaan atau kedudukan, tetapi menggunakannya untuk menyakiti dan menzalimi orang lain.

Menurut kajian tersebut, keberhasilan duniawi tidak boleh menjadi alasan bagi manusia untuk berhenti melakukan muhasabah.

SYUKUR BUKAN SEKADAR MENDAPATKAN LEBIH BANYAK

Prof. Dr. Eggi Sudjana atau Brother Eggi Sudjana (BES) mengingatkan bahwa nikmat yang bertambah juga berarti bertambahnya tanggung jawab.

Seseorang yang memperoleh harta lebih banyak akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

Seseorang yang memperoleh kekuasaan lebih tinggi akan memiliki amanah yang lebih besar.

Seseorang yang memperoleh ilmu lebih banyak juga memiliki kewajiban lebih besar untuk mengamalkannya.

Karena itu, bertambahnya nikmat harus membuat manusia semakin rendah hati.

KONTRAK EMAS DALAM QS. IBRAHIM AYAT 7

Brother Eggi Sudjana (BES) menggambarkan QS. Ibrahim ayat 7 sebagai sebuah pengingat tentang hubungan antara nikmat dan tanggung jawab manusia.

1. MODAL: NIKMAT YANG SUDAH DIMILIKI

Setiap manusia memiliki nikmat yang berbeda.

Ada nikmat kesehatan.

Ada nikmat keluarga.

Ada nikmat pekerjaan.

Ada nikmat ilmu.

Ada pula nikmat waktu dan kesempatan.

Manusia harus menyadari nikmat yang telah dimilikinya sebelum terus menerus melihat kekurangan.

2. INVESTASI: SYUKUR

Syukur dilakukan dengan hati, lisan dan perbuatan.

Manusia menyadari asal nikmat.

Memuji Allah SWT.

Kemudian menggunakan nikmat tersebut dalam jalan yang baik.

3. JANJI: NIKMAT AKAN BERTAMBAH

Allah SWT berfirman:

لَاَزِيْدَنَّكُمْ

“Niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”

Bertambahnya nikmat dapat hadir dalam berbagai bentuk.

Bukan hanya berupa harta.

Nikmat dapat berupa kesehatan, ketenangan, ilmu, keluarga, kesempatan, hidayah dan kehidupan yang lebih bermakna.

4. PERINGATAN: JANGAN MENGINGKARI NIKMAT

Allah SWT juga memperingatkan manusia terhadap sikap kufur terhadap nikmat.

Karena itu, manusia harus berhati-hati agar keberhasilan tidak berubah menjadi kesombongan dan kelalaian.

DOA NABI SULAIMAN UNTUK MENJADI HAMBA YANG BERSYUKUR

Brother Eggi Sudjana (BES) juga mengajak umat Islam untuk meneladani doa Nabi Sulaiman AS.

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham agar aku tetap mensyukuri nikmat-Mu.”

(QS. An-Naml [27]: 19)

Menurut kajian tersebut, kemampuan untuk bersyukur juga merupakan nikmat yang harus terus dimohonkan kepada Allah SWT.

Seseorang dapat memiliki banyak nikmat, tetapi apabila ia tidak mampu bersyukur, maka ia dapat kehilangan kemampuan untuk melihat makna dari kehidupannya.

Baca juga:  DPR, Wakil Rakyat atau Penagih Utang Pajak?

TIGA PERTANYAAN KUNCI SETIAP MALAM

Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak setiap orang melakukan evaluasi sederhana sebelum tidur.

1. HARI INI SAYA MENDAPATKAN APA?

Sebutkan nikmat yang diterima hari ini.

2. NIKMAT ITU BERASAL DARI SIAPA?

Jawabannya adalah:

MINALLAH — SEMUA BERASAL DARI ALLAH.

3. UNTUK APA NIKMAT ITU SAYA GUNAKAN?

Manusia harus melakukan introspeksi.

Apakah nikmat digunakan untuk melakukan kebaikan?

Ataukah justru digunakan untuk sesuatu yang menjauhkan diri dari Allah?

EVALUASI DIRI SETIAP AKHIR MINGGU

Brother Eggi Sudjana (BES) juga mengajak umat untuk melakukan evaluasi sederhana.

1. NIKMAT TERBESAR MINGGU INI

Tuliskan nikmat terbesar yang telah diterima.

2. KEKURANGAN ATAU KESALAHAN YANG MASIH SERING DILAKUKAN

Tuliskan kesalahan yang perlu diperbaiki.

Kemudian jadikan penyesalan tersebut sebagai awal untuk memperbaiki diri.

3. KOMITMEN UNTUK MINGGU BERIKUTNYA

Buat satu komitmen nyata untuk menggunakan nikmat yang telah diterima dalam jalan yang lebih baik.

QANAAH: BELAJAR MERASA CUKUP

Brother Eggi Sudjana (BES) juga mengingatkan pentingnya memiliki rasa qanaah, yaitu kemampuan untuk menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah.

Qanaah bukan berarti berhenti berusaha.

Qanaah berarti tetap berikhtiar dan bekerja keras tanpa menjadikan keserakahan sebagai tujuan hidup.

Seseorang dapat memiliki sedikit harta tetapi merasa cukup.

Sebaliknya, seseorang dapat memiliki kekayaan yang besar tetapi selalu merasa kekurangan.

Karena itu, rasa cukup merupakan bagian dari kekayaan hati.

DOA PENUTUP :

Brother Eggi Sudjana (BES) mengajak umat Islam untuk senantiasa memanjatkan doa:

اللّٰهُمَّ اَعِنِّيْ عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, mensyukuri-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

INTI MUTIARA HIKMAH

Brother Eggi Sudjana (BES) menyimpulkan bahwa QS. Ibrahim ayat 7 merupakan pengingat penting bagi kehidupan manusia:

SYUKUR → NIKMAT DITAMBAH

MENGINGKARI NIKMAT → MENJADI PERINGATAN UNTUK BERTAUBAT

Tugas manusia setiap hari adalah menjaga tiga bentuk syukur:

1. SYUKUR DENGAN HATI.

2. SYUKUR DENGAN LISAN.

3. SYUKUR DENGAN PERBUATAN.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba yang senantiasa bersyukur, memiliki hati yang qanaah, menggunakan nikmat untuk kebaikan dan selalu mengingat bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

عَبْدًا شَكُوْرًا

“Hamba yang banyak bersyukur.”

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Salam Jihad. Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara...

Mutiara Hikmah BES: Nyawa, Rezeki dan Jodoh adalah Ketentuan Allah

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten...

Dugaan “Damai” Ratusan Juta dalam Kasus Rokok Ilegal di Caringin Bogor Disorot

BOGOR, MPI — Dugaan kejanggalan dalam proses penindakan terhadap peredaran...

Newsletter

Don't miss

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara...

Mutiara Hikmah BES: Nyawa, Rezeki dan Jodoh adalah Ketentuan Allah

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten...

Dugaan “Damai” Ratusan Juta dalam Kasus Rokok Ilegal di Caringin Bogor Disorot

BOGOR, MPI — Dugaan kejanggalan dalam proses penindakan terhadap peredaran...

BPI KPNPA RI Bogor Soroti Carut Marut Penegakan Hukum dan Sejumlah Dugaan Kasus di Kabupaten Bogor

KAB BOGOR, MPI – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor menyoroti kondisi penegakan hukum di Kabupaten...

Mutiara Hikmah BES: Nyawa, Rezeki dan Jodoh adalah Ketentuan Allah

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan nama panggilannya Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah edisi (2/9/2026), mengajak umat...

Bupati Klaten Hamenang Dorong UMKM Klaten Punya Peluang Besar Tembus Pasar Singapura dan Malaysia Lewat Pulau Bintan

KLATEN, MPI - Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama dalam pengembangan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama...