Mutiara Hikmah, BES: Standar Cinta Allah, Ittiba’ kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 27 September 2026, mengangkat pembahasan tentang QS. Al-Anfal 8:2 juncto QS. Ali ‘Imran 3:31 – Standar Cinta Allah.

Brother Eggi Sudjana (BES) mengawali pesannya dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Kemudian BES mengaitkannya dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Ali ‘Imran ayat 31:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

qul ing kungtum tuhibbuunalloha fattabi’uunii yuhbibkumullohu wa yaghfir lakum zunuubakum, wallohu ghofuurur rohiim

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

Menurut Brother Eggi Sudjana (BES), kategori mencintai ALLAH diukur dari bagaimana kita MENGIKUTI RASULULLAH MUHAMMAD SAW, karena Nabi Muhammad satu-satunya PERSONIFIKASI dari ajaran Islam.

“Jadi tidak ada ajaran ISLAM ALA PRABOWO DLL.”

BES kemudian mengajukan pertanyaan:

“Apa latar belakang dan motivasi obyektifnya buat buku mengenai Ajaran Islam ALA manusia lain selain Muhammad SAW???”

Baca juga:  Nobar Timnas Indonesia di Alun-Alun Bogor Jadi Penggerak Ekonomi UMKM Lokal

BES menegaskan perlunya pemahaman terhadap:

QS AL-ANFAL 8:2 Juncto ALI IMRAN 3:31 – STANDAR CINTA ALLAH.

Pertanyaan ini, menurut BES, sangat tajam untuk meluruskan aqidah di zaman sekarang, ketika banyak orang membuat Islam versi-nya.

TAFSIR GABUNGAN 2 AYAT – RUMUS CINTA SEJATI

Brother Eggi Sudjana menjelaskan bahwa Allah memberikan tiga alat ukur iman di QS Al-Anfal ayat 2 dan satu alat ukur cinta di Ali Imran ayat 31.

“Ini tidak bisa dipisah.”

1. QS Al-Anfal 8:2 – CIRI MUKMIN SEJATI

إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ

Jika disebut nama Allah, gemetar hatinya.

Wajilat berarti gemetar karena takut, karena merasa kecil di hadapan Yang Maha Besar.

“Bukan gemetar senang dipuji manusia. Jika disebut hukum Allah, dia takut melanggar.”

Kemudian:

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا

Jika dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambah imannya.

Menurut BES:

Ayat dibacakan → iman naik → amal naik.

“Bukan ayat dibacakan → ditawar, di-modifikasi, dibuat versi baru agar sesuai selera penguasa.”

Selanjutnya:

وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Hanya kepada Rabb mereka bertawakkal.

“Tawakkal hanya ke Allah, bukan ke jabatan, bukan ke proyek 1T atau lebih, bukan ke backing oligarki.”

2. QS ALI IMRAN 3:31 – UJIAN CINTA

BES kemudian masuk kepada QS Ali ‘Imran ayat 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي

Ayat ini disebut Ayatul Mihnah (Ayat Ujian).

Banyak orang mengaku cinta Allah, tetapi Allah menguji:

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Selamatkan Diri, Keluarga, Hingga Negara Lewat OST JUBEDIL

“Buktikan dengan ITTIBA‘ kepada Muhammad SAW.”

Tuhibbuna (mencintai) harus dibuktikan dengan Fattabi’uunii (ikutilah aku).

Logika yang tepat:

Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya Personifikasi Islam yang sah. Tidak ada Islam ala lainnya.

  • Al-Qur’an adalah teorinya.
  • Rasulullah adalah praktiknya.
  • Akhlaknya adalah Al-Qur’an berjalan (HR Muslim).

BES kemudian menegaskan:

“Jika ada ajaran Islam ala Prabowo, ala fulan, ala filsafat Barat, maka itu sudah keluar dari Fattabi’uunii. Itu bukan Islam.”

JAWABAN: APA LATAR BELAKANG MOTIVASI MEMBUAT BUKU “ISLAM ALA MANUSIA LAIN”?

BES kemudian menguraikan tiga motivasi yang disebutnya terbaca dalam sejarah.

1. Motivasi Politik – De-Sakralisasi Islam untuk Kekuasaan

Jika Islam hanya mengikuti Muhammad SAW, maka ukurannya jelas: halal-haram tegas.

“Itu merepotkan kekuasaan yang ingin kompromi. Maka dibuatlah Islam versi penguasa agar Islam bisa disesuaikan dengan kepentingan politik.”

Tujuannya adalah menjinakkan ayat agar tidak menggugat kezaliman.

“Ini yang disebut Islam yang dijinakkan, bukan Islam yang menjinakkan.”

BES kemudian menjelaskan:

“Ini bertentangan dengan Al-Anfal 2. Karena ketika disebut nama Allah (hukum Allah), hati mereka tidak wajilat (gemetar), malah mereka yang membuat Allah menyesuaikan diri dengan mereka.”

2. Motivasi Ekonomi – Proyek dan Popularitas

BES juga menyebut aspek ekonomi dan popularitas.

“Buku ‘Islam ala…’ itu laku. Dapat panggung, dapat endorsemen, dapat proyek moderasi.”

Menurut BES, ini masuk fase Istidraj yang dibahas sebelumnya:

“Allah buka pintu popularitas karena lupa peringatan Fattabi’uunii.”

Baca juga:  Bantuan Drainase RW 05 Cirimekar Dapat Apresiasi, Dinilai Tepat Sasaran dan Transparan

3. Motivasi Epistemologis – Inferioritas terhadap Barat

BES kemudian menyebut adanya kelompok yang malu jika Islam tampil original ala Muhammad SAW.

“Dianggap tidak modern. Maka mereka buat Islam ala Barat, ala liberal, ala nasionalis sekuler.”

Menurut BES, mereka lupa Ali Imran 31:

Yuhbibkumullah (Allah akan mencintaimu) hanya jika ikut Muhammad SAW, bukan jika ikut Barat.

KESIMPULAN UNTUK KADER UMAT ISLAM YANG CBM

BES menyampaikan tiga kesimpulan untuk kader umat Islam yang CBM.

1. Tidak ada dualisme

Islam hanya satu: Islam ala Muhammad SAW.

Selain itu adalah pemikiran tentang Islam, bukan Islam itu sendiri.

2. Standar cinta Allah bukan banyaknya buku yang ditulis, tapi ittiba’

Semakin mirip dengan Rasulullah cara sholatnya, cara bisnisnya, cara menegakkan keadilannya, cara membela agamanya, semakin cinta Allah.

3. QS Al-Anfal 2 adalah alarm

“Jika ada orang menulis buku Islam ala manusia lain dan hatinya tidak gemetar saat ayat dibacakan yang bertentangan dengan bukunya, maka imannya bermasalah.”

BES kemudian menegaskan bahwa ayat ini menjadi hiburan bagi umat yang tidak perlu membuat Islam versi baru.

“Tugas kita hanya Fattabi’uunii – mengikuti yang sudah sempurna.”

BES menutup pesan Mutiara Hikmah tersebut dengan penegasan:

“Islam sudah sempurna sejak Rasulullah, yang belum sempurna adalah kemauan, keberanian dan Tekad Kita mengikutinya Rasulullah Muhammad Saw.”

Wallahu A’lam.

Salam Jihad dan Sabar ✊

Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Mutiara Hikmah, BES: QS Al-An’am 6:44, Hukum Istidraj dan Kesenangan yang Bisa Menjadi Jebakan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA– BISMILLAH, Prof Eggi Sudjana...

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah, BES: QS Al-An’am 6:44, Hukum Istidraj dan Kesenangan yang Bisa Menjadi Jebakan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA– BISMILLAH, Prof Eggi Sudjana...

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA |...

Mutiara Hikmah, BES: QS Al-An’am 6:44, Hukum Istidraj dan Kesenangan yang Bisa Menjadi Jebakan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA– BISMILLAH, Prof Eggi Sudjana atau panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 26 September 2026, mengangkat pembahasan...

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Jumat, 25 September 2026, mengangkat pembahasan tentang QS. At-Taubah ayat 24. Dalam...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong di kawasan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah Ombudsman Republik...