Aksi Premanisme Terulang Kembali di Kota Bogor, Statement PJ Walikota Bogor Sudah Sampai Mana ?

KOTA BOGOR, MPI – Seorang Perempuan berinisial “N” terkena aksi premanisme dan intimidasi oleh sekawanan oknum preman di Pasar Bogor, Jl. Surya Kencana, Bogor Tengah. Pada Sabtu, (08/2/2025).

“N” selaku korban menuturkan, berawal ketika dia sedang berjualan sekitar pukul 15.30 tiba-tiba ada sekawanan preman meminta-minta uang dengan dalih Uang Jalur. “N” pun terkejut ketika dimintai uang sebesar 600k, “N” menolak hingga terjadi cekcok adu mulut dan fisik.

“Tidak lama kemudian, Ayah saya menghampirinya malah langsung dihantam kepalanya oleh Helm, bahkan ibu saya yang sempat melerai pun terkena hantaman dan terjatuh,” tambahnya.

Baca juga:  KAI Pedang Hitam Lantik dan Ambil Sumpah 410 Advokat di Pengadilan Tinggi Bandung

Orang Tua “N” adalah Dudi Mahdi, merupakan salah satu ketua Organisasi Masyarakat Benteng Bogor Raya (BBR).

Setelah kejadian, informasi tersebut tersebar dan terdengar dikalangan Keluarga Besar BBR. Pengurus dan anggota BBR pun siaga satu dan berkumpul di Pasar Anyar Blok A serta akan melakukan gelar pasukan (sweeping) terhadap oknum preman yang sudah menghantam ketuanya.

Rohmat Selamet selalu Ketua LBH POSBAKUM Garda Prabowo, saya bersama tim akan membantu mengawal kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Baca juga:  Mutiara Hikmah, BES: QS. An-Nisa 150-152 dan Pentingnya Memahami Iman kepada Para Rasul

Ditempat yang berbeda, Pembina LBH POSBAKUM Garda Prabowo sekaligus Pembina PWRI Bogor “Fajar Subagja Ryanto” mengecam keras aksi premanisme di Kota Bogor dan Pemda beserta aparat terkait harus sigap dalam menyelesaikan kesenjangan sosial yang terjadi dikalangan masayarakat Kota Bogor, terutama dilingkungan Pasar.

Baru beberapa hari yg lalu PJ Walikota Bogor “Harry Antasari” terkait aksi penembakan di Pasar Mawar menuturkan Pemkot Bogor bersama jajaran kepolisian memberangus preman yang ada di setiap pasar.

Baca juga:  Laka Lantas Dipicu Truk Pengangkut Galon Alami Rem Blong: Gerbang Tol Ciawi Luluh Lantah, 8 Orang Dikabarkan Tewas

Dikutip dari pernyataan Herry Antasari di salah satu media “Dalam waktu dekat, Kami akan membicarakan dengan Forkopinda, tidak hanya kasus ini (penembakan di pasar mawar), tapi juga sebagai momentum untuk penertiban serta kebijakan terkait kekerasan, premanisme dan lainnya,” Ujar Herry kepada Tribunnewsbogor.com, belum lama ini.

Sampai saat berita ini tayang, pelaku masih dalam penyelidikan dan belum ditamgkap oleh pihak kepolisan Kota Bogor.[IndraSANJOY23]

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...