Ketua GAWAT Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

TANGERANG, MPI – Gabungan Wartawan Tangerang (GAWAT), secara konsisten mengecam keras segala bentuk penganiayaan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Ketua GAWAT, Supriyanta, mengecam keras tindakan penganiayaan yang di alami oleh Ahmad Kosim (Haidar) Jurnalis Media Antarwaktu.com oleh dua oknum yang diduga pemilik toko kosmetik saat melakukan investigasi terkait adanya peredaran obat keras golongan G jenis Tramadol dan Hexymer yang disinyalir dijual bebas tanpa resep dokter, pada tanggal 25 Februari 2025, di Jalan H. Ten Raya No.16 A, RT.01/01, Rawamangun, Jakarta Timur.

Baca juga:  Lecehkan Aturan, UPT SPALD Cibinong Diduga Buang Limbah Tinja ke Sungai

Ketua GAWAT menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pribadi wartawan, tetapi juga mengancam kebebasan pers yang dijamin oleh konstitusi.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan, serta meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku,” tegas Yanto sapaan akrab Supriyanta kepada awak media, Kamis (06/03/2025).

Yanto menegaskan, tindakan intimidasi atau kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak tegas.

Baca juga:  Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Penusukan Siswa Siswa SMP di Depok

Diketahui, Ahmad Kosim (Haidar) Jurnalis Media Antarwaktu.com jadi korban penganiayaan oleh dua oknum yang diduga pemilik toko kosmetik saat melakukan investigasi terkait adanya peredaran obat keras golongan G di Jakarta Timur, pada 25 Februari 2025.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, saat Haidar dan rekan yang sedang melakukan investigasi di toko obat terkait penjualan obat keras golongan G yang bisa dijual secara bebas. Namun tidak lama kemudian penjaga toko langsung menelepon menghubungi pemilik toko.

Kedatangan pemilik toko didampingi sejumlah orang dan pada akhirnya terjadi kesalahpahaman hingga insiden penganiayaan kepada korban dan tim dengan menggunakan stik Golf dan Samurai. Akibat penganiayaan tersebut korban babak belur dan luka bacokan di seluruh tubuh.

Baca juga:  Polda Riau Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Premanisme/Kejahatan Jalanan Hasil Operasi Pekat Lancang Kuning 2025

Atas insiden itu, korban didampingi Kuasa Hukum Adam Suwahyu SH., MH dan Zainal Arifin SH., LBH Jaringan Rakyat (JARAK) telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut kepada pihak Kepolisian, dengan laporan polisi LP/B/777/III/2025/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya, tertanggal 2 Maret 2025. (Rls/GAWAT)

 

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...