Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Desak Menkeu Purbaya Selesaikan Sengketa Lahan dan Dugaan Maladministrasi di Bea Cukai

Foto: Prof DR Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis dan tim kuasa Hukum Eggi Sudjana & Parthners, Saat di gedung menteri keuangan. Rabu, (11/2).

JAKARTA, MPI Advokat senior Prof. Dr. Haji Eggi Sudjana, S.H., M.Si., bersama Damai Hari Lubis, S.H., M.H., yang tergabung dalam tim kuasa hukum Eggi Sudjana & Partners, menyampaikan kecaman keras sekaligus tuntutan terbuka kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya. di kantor Kementerian Keuangan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (11/2) Siang.

Tuntutan ini berkaitan dengan sengketa hak atas tanah dan bangunan milik klien mereka di Jalan S. parman kavling 98 jakarta yang diduga telah dirampas secara sewenang-wenang oleh pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Dalam pernyataannya, Eggi Sudjana menegaskan bahwa Menteri Keuangan harus melihat realitas ketidakadilan yang terjadi di depan mata. Ia mengibaratkan situasi ini dengan peribahasa “semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.”

Baca juga:  CFD di Jalur Tegar Beriman Picu Kemacetan Parah, Warga Minta Pemerintah Pikirkan Dampaknya

“Jangan hanya fokus pada pencitraan di televisi. Ada persoalan besar di bawah wewenang Bapak, yaitu di Direktorat Jenderal Bea Cukai yang kami duga telah menyalahgunakan kewenangan dan melakukan mal-administrasi terhadap hak rakyat,” ujar Eggi Sudjana dalam keterangannya di Jakarta.

Tuntutan Ganti Rugi Rp500 Miliar
Tim kuasa hukum menjelaskan bahwa klien mereka (sekitar 40 orang) telah menguasai fisik lahan tersebut selama lebih dari 50 tahun secara turun-temurun. Hal ini diperkuat dengan Putusan Kasasi Nomor 2557 K/Pdt/2013 tertanggal 5 Juni 2014. Namun, pihak DJBC diduga menggunakan cara-cara intimidasi dan aparat berseragam untuk merampas hak-hak tersebut.

Baca juga:  Alasan Prabowo Ingin Beri Bintang Mahaputera ke Kapolri

“Kami menuntut kompensasi senilai Rp500 miliar sebagai ganti rugi atas hak klien kami yang telah dilanggar. Bangunan tersebut dibangun dengan uang pribadi klien kami, bukan dana APBN. Jika nilai tersebut dirasa terlalu besar, kami terbuka untuk negosiasi demi keadilan,” tegasnya.

Dugaan Praktik Suap di Lingkungan Hukum
Selain persoalan lahan, Eggi Sudjana juga mengungkap adanya dugaan permainan oknum yang mencoba melakukan transaksi hukum (suap) terkait perkara ini. Ia menyebut adanya permintaan uang miliaran rupiah oleh oknum tertentu agar perkara dimenangkan, namun pihaknya secara tegas menolak praktik koruptif tersebut.

“Anak buah Bapak diduga keras bermain dengan pihak keadilan. Bahkan ada surat-surat bodong tanpa kop resmi yang digunakan. Ini jelas perbuatan melawan hukum,” tambahnya.

Baca juga:  Bentuk Kepedulian, Jajaran Polri Gelar Salat Ghaib Untuk Anggota yang Gugur

Ancam Adukan ke Presiden hingga Aksi Massa
Apabila tuntutan ini diabaikan dalam waktu satu minggu, tim kuasa hukum menyatakan akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut, di antaranya:

1. Mengadu kepada Presiden Prabowo Subianto: Meminta Presiden mengevaluasi kinerja Menkeu Purbaya yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

2. Menyurati DPR RI: Meminta fungsi pengawasan legislatif dijalankan atas tindakan semena-mena DJBC.

3. Aksi Massa: Menggerakkan massa untuk menduduki kantor Kementerian Keuangan RI jika dialog tetap tertutup.

“Kami minta Bapak Menteri segera membuktikan keberpihakannya kepada rakyat. Jangan biarkan rakyat menderita selama bertahun-tahun karena intimidasi dari lembaga yang seharusnya melayani,” tutup Eggi Sudjana sembari mengutip surat As-Saff ayat 3 tentang kebencian Allah terhadap mereka yang hanya bicara tanpa berbuat nyata.

 

[ATS]

Latest

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia,...

Laskar Merah Putih Kota Bogor Gelar Halal Bihalal, Perkuat Persaudaraan dan Sinergi

BOGOR, MPI - Dalam semangat dan suasana pasca Idul...

Newsletter

Don't miss

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia,...

Laskar Merah Putih Kota Bogor Gelar Halal Bihalal, Perkuat Persaudaraan dan Sinergi

BOGOR, MPI - Dalam semangat dan suasana pasca Idul...

Rudy Susmanto Resmikan Bus Listrik Gratis di Bogor, Dorong Transportasi Publik Ramah Lingkungan

CIBINONG, MPI - Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menghadirkan layanan bus listrik...

Bupati Bogor Terima Kunjungan Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026

CIBINONG,  MPI - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forkopimda menerima kunjungan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Tahun...

Aktivis Meminta Inspektorat untuk transparan terhadap Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor

BOGOR, MPI - Kasus dugaan jual beli jabatan kembali mencoreng citra birokrasi daerah. Sorotan publik kini tertuju pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, di mana...

Indonesia Kaya Sumber Daya, Tak Perlu Takut Menghadapi Perang Global

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn Matapenaindonesia - Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan posisi geografis yang strategis, memiliki modal...