Mutiara Hikmah – Kamis, 30 April 2026
Matapenaindonesia – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Dan janganlah engkau menyembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi milik-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Qasas: 88)
🌿 Ayat yang agung ini menegaskan pondasi utama tauhid: tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satu pun makhluk yang layak disembah selain Dia.
Dialah Yang Maha Mutlak, Maha Berbeda, Maha Esa, dan Maha Sempurna. Segala sesuatu akan binasa, sedangkan Allah kekal selama-lamanya.
Seluruh keputusan berada di tangan-Nya, dan pada akhirnya seluruh manusia akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatannya. Maka, akhir kehidupan kita ada di Surga-Nya atau Neraka Jahanam!
Allah juga berfirman:
اَفَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْتَغِيْ حَكَمًا
“Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab kepadamu secara rinci?”
(QS. Al-An’am: 114)
📖 Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang sempurna, lengkap, benar, adil, dan rinci.
Allah menegaskan lagi:
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلًا ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ
“Dan telah sempurna firman Tuhanmu dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya.”
(QS. Al-An’am: 115)
⚖️ Kebenaran tidak diukur dari banyaknya orang yang mengikuti, melainkan dari kesesuaiannya dengan wahyu Allah. Mayoritas bukan selalu jaminan kebenaran.
Karena itu Allah mengingatkan:
وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An’am: 116)
💡 Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, umat Islam tentu perlu berpartisipasi secara bijak. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan, sehingga moralitas harus selalu selaras dengan ajaran Allah. Sistem apa pun seharusnya menjadi alat untuk menegakkan kemaslahatan, bukan mengabaikan nilai-nilai ilahiah.
🌍 Di tengah derasnya arus pemikiran modern, seorang mukmin harus tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kompas utama.
Jangan sampai popularitas mengalahkan kebenaran.
Jangan sampai suara mayoritas mengalahkan suara nurani yang dibimbing wahyu.
🤲 Doa:
Semoga Allah Yang Maha Lembut (Ya Latif), meneguhkan hati kita di atas jalan Aqidah, Syariah, dan Akhlak. Menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa tunduk, patuh, dan berserah diri pada hukum-Nya, serta memberi hikmah dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Salam Jihad — Brother Eggi Sudjana ( BES )



