Eggi Sudjana Bantah Tegas Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Pernah Meminta Maaf

BOGOR, MPI Eggi Sudjana, mantan Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus bantahan keras terkait isu yang beredar di publik yang menyebut dirinya pernah menyatakan ijazah SMA Presiden Joko Widodo asli serta meminta maaf terkait permasalahan dokumen pendidikan tersebut.

Melalui pesan singkat WhatsApp kepada jurnalis Matapena Indonesia yang disampaikan jam 10.00 Waktu indonesia bagian Barat (WIB) di Bogor pada Jumat (15/5), Eggi menegaskan untuk yang kesekian kalinya bahwa ia tidak pernah menyatakan ijazah SMA Jokowi asli. Ia menilai tuduhan itu adalah berita tidak benar dan bertentangan dengan apa yang selalu ia sampaikan secara konsisten di berbagai kesempatan, baik dalam forum hukum, persidangan, maupun media.

Baca juga:  Tidak Adil Menyalahkan Nahkoda Saat Ombak dan Badai Datang

“Saya tegaskan: ijazah SMA asli Jokowi belum pernah saya lihat. Secara logika hukum, mustahil dan tidak berdasar jika saya dinyatakan mengakui keaslian suatu dokumen, sedangkan dokumen aslinya sendiri tidak pernah diperlihatkan atau saya pegang,” ujar Eggi Sudjana.

Pernyataan tersebut, Eggi sudjana sampaikan berulang kali, antara lain saat menjadi kuasa hukum dalam beberapa proses hukum, mulai dari tiga kali persidangan gugatan terkait ijazah SMA di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, saat mendampingi Bambang Tri di PN Solo, saat TPUA menggugat keabsahan ijazah S1 di PN Jakarta Pusat tahun 2024, hingga saat mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026 lalu.

Fakta hukum yang ada, membuktikan bahwa di seluruh rangkaian persidangan tahun 2022, sidang pidana Bambang Tri dan Gus Nur tahun 2023, hingga gugatannya di tahun 2024, ijazah asli yang menjadi objek sengketa tidak pernah sekalipun diperlihatkan di hadapan hukum. Hal ini juga disaksikan oleh para pengunjung sidang, pengacara lain, termasuk Damai Hari Lubis yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal/Koordinator Advokat TPUA serta konseptor gugatan dan pelaporan di Dumas Mabes Polri.

Baca juga:  Tata Ulang Negeri: Wajib Bangun Generasi Taqwa dan Pertanggungjawaban Pemimpin

Terkait isu (HOAX) kedua yang menyebut dirinya pernah meminta maaf, Eggi membantah dengan tegas dan keras. Ia menegaskan hal tersebut tidak pernah terjadi, termasuk saat berkunjung ke kediaman Jokowi pada 8 Januari 2026 yang lau, yang didampingi Damai Hari Lubis, pihak penyidik, dan perwakilan PROJO.

“Saat berkunjung ke Solo pun, kami sama sekali tidak diperlihatkan ijazah SMA maupun S1. Saya dan tim bergerak berdasarkan mandat gugatan dan laporan pidana yang telah kami lakukan, termasuk laporan di Aduan Masyrakat (Dumas) Mabes Polri pada tanggal 9 Desember 2024. Tidak ada alasan sedikit pun bagi saya untuk meminta maaf, karena apa yang kami lakukan adalah hak konstitusional masyarakat yang dilindungi undang-undang, mulai dari Peran Serta Masyarakat, Undang-Undang Advokat, hingga UU LPSK,” tegasnya.

Baca juga:  Islam: Pelopor Hak Asasi Manusia Sejati

Sebagai kesimpulan, Eggi sudjana menegaskan kembali posisi hukum dan pendiriannya tetap sama hingga saat ini.

“Saya tidak pernah melihat dokumen asli yang dipersoalkan, sehingga mustahil untuk saya menyatakan dokumen (Ijazah) tersebut asli, dan sama sekali tidak pernah meminta maaf atas permasalahan ijazah Jokowi,” pungkasnya.

(Ats)

Latest

Rahmad Sukendar Soroti Kesejahteraan Pegawai Kejaksaan di Tengah Setoran Rp10,2 Triliun Satgas PKH

JAKARTA, MPI - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali...

Bantahan Eggi Sudjana Terkait Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Isu Permintaan Maaf

BOGOR, MPI - Saya, Eggi Sudjana, mantan Ketua TPUA (Tim Pembela...

Kapolres Purwakarta Patroli Langsung ke PT HIM: Pastikan Keamanan Investasi dan Perlindungan Ribuan Pekerja

PURWAKARTA, MPI - Guna menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim investasi...

Lapor Pak Bupati: Pedagang Tramadol di Cibinong Diduga Kebal Hukum: Berkedok Kelontong, Ada Main dengan Oknum?

CIBINONG, MPI - Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudi...

Newsletter

Don't miss

Rahmad Sukendar Soroti Kesejahteraan Pegawai Kejaksaan di Tengah Setoran Rp10,2 Triliun Satgas PKH

JAKARTA, MPI - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali...

Bantahan Eggi Sudjana Terkait Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Isu Permintaan Maaf

BOGOR, MPI - Saya, Eggi Sudjana, mantan Ketua TPUA (Tim Pembela...

Kapolres Purwakarta Patroli Langsung ke PT HIM: Pastikan Keamanan Investasi dan Perlindungan Ribuan Pekerja

PURWAKARTA, MPI - Guna menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim investasi...

Lapor Pak Bupati: Pedagang Tramadol di Cibinong Diduga Kebal Hukum: Berkedok Kelontong, Ada Main dengan Oknum?

CIBINONG, MPI - Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudi...

SMPN 1 Rancabungur Langgar Surat Keputusan Bupati Bogor Tentang Kegiatan Study Tour, Serta Dugaan Intimidasi

RANCABUNGUR, MPI - Kontroversi terkait pelaksanaan kegiatan study tour...

Rahmad Sukendar Soroti Kesejahteraan Pegawai Kejaksaan di Tengah Setoran Rp10,2 Triliun Satgas PKH

JAKARTA, MPI - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menyerahkan denda administratif dan hasil penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,2 triliun kepada negara dalam kegiatan...

Bantahan Eggi Sudjana Terkait Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Isu Permintaan Maaf

BOGOR, MPI - Saya, Eggi Sudjana, mantan Ketua TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis), menyampaikan klarifikasi resmi dan tegas terkait tuduhan yang beredar di masyarakat yang...

Kapolres Purwakarta Patroli Langsung ke PT HIM: Pastikan Keamanan Investasi dan Perlindungan Ribuan Pekerja

PURWAKARTA, MPI - Guna menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya turun langsung memimpin patroli...