Mutiara Hikmah, BES: QS Al-An’am 6:44, Hukum Istidraj dan Kesenangan yang Bisa Menjadi Jebakan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA– BISMILLAH, Prof Eggi Sudjana atau panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 26 September 2026, mengangkat pembahasan QS. Al-An’am 6:44 – Hukum Istidraj.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ حَتّٰۤى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”

(QS. Al-An’am 6: Ayat 44)

Pertanyaan sederhananya, mengapa SEMUA KESENANGAN DIBERIKAN pada Orang-Orang yang JUSTRU MELUPAKAN ALLAH?

Contoh konkretnya seperti apa antara lainnya, juga mengapa ketika mereka BERGEMBIRA, ALLAH TIBA-TIBA / BAGHTATAN DISIKSA-NYA, hingga mereka terdiam putus asa?

Menurut BES, pertanyaan tersebut menjadi kunci untuk membaca zaman, kenapa orang yang lupa Allah justru makin kaya, makin naik jabatan, makin dikagumi?

“Ini bukan Allah sayang dia. Ini jebakan paling mematikan dalam Al-Qur’an. Namanya ISTIDRAJ.”

QS AL-AN’AM 6:44 – HUKUM ISTIDRAJ

1. MENGAPA SEMUA PINTU KESENANGAN DIBUKA?

Ayatnya memakai urutan yang sangat teknis:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ

Ketika mereka melupakan peringatan.

Nasuu (نسوا) – bukan lupa tidak sengaja. Tapi sengaja melupakan, pura-pura lupa.

Sudah diperingatkan TPUA kini KORLABI, sudah diingatkan ulama, sudah tahu itu salah, tapi sengaja dilupakan demi proyek 1T dan atau lebih.

Kemudian:

فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ

Kami bukakan semua pintu segala sesuatu.

Kenapa dibuka? Ada 2 hikmah Allah:

a. Istidraj – Diulur agar semakin jauh

Baca juga:  Istiqomah di Jalan Haq: Pola Sunnatullah dan Ujian Para Penegak Kebenaran

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kamu melihat Allah memberi kepada hamba apa yang dia inginkan padahal dia terus bermaksiat, maka itu adalah Istidraj.” (HR Ahmad).

Logikanya: Kalau orang lupa Allah langsung dimiskinkan, dia akan kembali ke Allah karena takut.

Tapi kalau dilimpahi kesenangan, dia akan merasa:

“Aku di atas kebenaran, buktinya Allah kasih aku semua.”

Dia makin sombong, makin lupa.

b. Li-iqamatil Hujjah – Menyempurnakan bukti agar tidak ada alasan di akhirat

Allah buka semua pintu supaya dia tidak bisa berkata nanti:

“Ya Allah, aku jahat karena miskin.”

Tidak. Kamu sudah Aku kasih semua kesenangan, tapi tetap jahat juga, maka siksa untuknya jadi adil.

Contoh Kongkrit Hari Ini

1. Pejabat yang lupa amanat tidak boleh Koropsi

Waktu kampanye bicara kepentingan rakyat, setelah jadi lupa rakyat bahkan menindas rakyatnya sendiri.

Saat itulah justru Allah buka pintu: proyek lancar, rumah mewah (QS At-Taubah 24 tadi), rekening gendut, dijilat media.

“Itu bukan berkah, itu pembukaan pintu masuk ISTIDRAJ.”

2. Pengusaha yang lupa halal haram

Dia tinggalkan peringatan.

Allah buka pintu: tender 1T dapat bahkan lebih, semua izin dipermudah, omset naik 10x.

Dia pikir itu karena hebatnya dia, hasil usahanya sendiri seperti Qorun di zaman Nabi Musa.

3. Pendakwah/Ustadz yang lupa keikhlasan

Pendakwah atau Ustadz yang lupa keikhlasan, lupa misi utama untuk wujudkan tegaknya Hukum ALLAH atau Indonesia Bertaqwa.

Awalnya sih lurus, lalu lupa peringatan, cari panggung.

Di saat itulah Allah buka pintu kesenangannya: follower bertambah jutaan, undangan ceramah everywhere, amplop tebal.

Padahal itu Istidraj.

Ciri Istidraj: Maksiat lancar, nikmat terus bertambah, tidak ada teguran.

2. MENGAPA SAAT GEMBIRA TIBA-TIBA DISIKSA?

Baca juga:  Eggi Sudjana: Jangan Jadikan Perkara Hukum Sebagai Panggung Popularitas dan Ajang Mencari Sorotan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً

BES menjelaskan:

Farihuu (فرحوا): Gembira yang melampaui batas, gembira sombong, gembira yang merasa aman.

Bukan gembira syukur.

Gembira yang berkata:

“Ini hasil usahaku!”

Sedangkan:

Akhadznaahum Baghtatan (أخذناهم بغتة): Kami SIKSA tiba-tiba.

Baghtatan = mendadak, tanpa مقدمات, tanpa gejala.

Menurut BES, ini merupakan psikologi hukuman.

“Warning: Saat manusia paling gembira dengan dunia, saat itu dia paling lengah dan paling jauh dari Allah, saat itulah hukuman paling menyakitkan. Kalau dihukum saat susah, dia masih ingat Allah. Tapi dihukum saat di puncak gembira, hancur total.”

Tekniknya seperti ini:

“Allah biarkan dia naik ke puncak tangga tapi tanpa pegangan, lalu ditarik tangganya tiba-tiba.”

Contoh Baghtatan

Perusahaan yang lagi pesta dapat proyek 1T bahkan lebih, besoknya KPK dan atau POLISI dan atau JAKSA datang, data bocor, semua disita hasil koropsinya.

Orang yang lagi pamer Rumah, Mobil, Baju, Sepatu, Tas dan Perhiasan mewah di medsos, tiba-tiba stroke, lumpuh atau terkena musibah, Rumah Tangganya berantakan/cerai juga anak-anaknya brokenhome, kena Narkoba.

Kelompok yang lagi tertawa-tawa memfitnah BES 100 M bahkan BES dapat proyek 1 T, tiba-tiba dapat musibah menimpa mereka dan atau LP-nya jalan, bukti muncul, mereka jadi tersangka.

Kemudian:

فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Terdiam putus asa.

Mublisun (مبلسون) dari kata Iblis.

Artinya: Terdiam, bungkam, putus asa total, tidak bisa berargumen lagi, seperti Iblis saat diusir keluar dari Surga NYA.

“Semua pengacara, semua backing, semua harta benda tidak bisa menolong. Terdiam.”

KESIMPULAN DAN TUGAS UNTUK KADER UMAT ISLAM YANG CBM

BES menyampaikan:

“Jangan IRI DENGKI, melihat orang yang lupa Allah tapi pintunya dibuka semua, diberi kesenangan dan kemenangan palsu, itu bukan kemuliaan, tapi jebakan Istidraj.”

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Membongkar Trik Firaun dalam Menghadapi Ulama dan Dakwah di Era Sekarang

Tugasnya antara lain:

1. Jika kita diuji susah, itu tarbiyah agar kembali dan atau tetap taat pada ALLAH.

2. Jika kita diuji senang padahal maksiat, itu istidraj agar segera Istiqfar dan taubat nasuha.

3. Jika melihat musuh TPUA sedang farihuu (bergembira dengan fitnah dan proyeknya serta kesenangan lainnya), Kita jangan marah, karena sedang tunggu Baghtatan.

Tugas kita yang masih komitmen di TPUA yang ditutup sementara oleh IB HRS, kini Gabung Di KORLABI [KOMANDO PELAPORAN BELA ISLAM] yang dipimpin Damai Hari Lubis/DHL, hanya tetap konsisten di jalan peringatan:

(ما ذكروا به)

Edisi Final Lengkap KORLABI

ALHAMDULILLAH – EDISI FINAL LENGKAP KORLABI SUDAH JADI, Prof Dr BES!

Ini versi yang sudah update sesuai arahan TPUA kini KORLABI, dengan penambahan Qorun, contoh KPK/POLISI/JAKSA, dan misi Indonesia Bertaqwa.

Yang BES tambahkan sangat tepat:

1. NASUU = TPUA kini KORLABI

Penegasan bahwa peringatan yang dilupakan itu adalah peringatan KORLABI yang dipimpin DHL, bukan peringatan umum.

2. Qorun

Qorun adalah contoh paling presisi untuk FARIHU, yang berkata:

“Innama utituhu ‘ala ‘ilmin ‘indi”

(Ini karena kepintaranku).

3. Fase MUBLISUN

Diperjelas: semua backing, pengacara, harta tidak bisa menolong. Itu makna putus asa yang sesungguhnya.

Poster ini sudah siap edar ke grup-grup CBM dan KORLABI untuk Sabtu ini.

Pesannya kuat:

Jangan iri dengan kemenangan palsu mereka yang sedang di-fase 2 dan 3. Kita tunggu fase 4 – BAGHTATAN.

QS Al-An’am 44 ini adalah hiburan bagi pejuang dan ancaman bagi yang lupa.

Wallahu A’lam.

Salam Jihad dan Sabar,

Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA |...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana...

Khianat, Amanah, Kesepakatan dan Kewajiban Menegakan Kebenaran

Oleh: Prof. Dr. H, Eggi Sudjana,  SH., M.Si JAKARTA |...

Mutiara Hikmah, BES: KHIANAT, Perjanjian, Garis Komando dan Pentingnya Fakta, Data serta Saksi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam...

Mutiara Hikmah BES, Jangan Mudah Kafirkan Orang! BES Bedah Makna Berhala dalam QS At-Taubah 24

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Jumat, 25 September 2026, mengangkat pembahasan tentang QS. At-Taubah ayat 24. Dalam...

Bikin Heboh! Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong di kawasan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah Ombudsman Republik...

Mutiara Hikmah, BES: Cara Setan Menggoda Manusia, dari Keinginan hingga Bisikan

BOGOR |  MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah pada Kamis, 24 September 2026, membahas tentang cara setan menggoda manusia...