Ketua PWRI Bogor Raya: Pengangkatan Ketua Korwil Bogor Barat Wujud Regenerasi dan Penguatan Struktur Organisasi

BOGOR, MPI – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya resmi mengangkat Ade Yusrialdi sebagai Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor Barat, menggantikan Matnasir Rony, SH., MH. Serah terima Surat Keputusan (SK) dilaksanakan di Rajawali Resto, Situ Gede, Kota Bogor, pada Minggu (5/10/2025).

Ketua PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH., M.Kn., menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi berjalan efektif. Menurutnya, rotasi jabatan dalam organisasi profesi adalah bagian dari dinamika yang penting untuk menjaga profesionalisme dan kesinambungan visi.

Baca juga:  Prof Eggi Sudjana: Momentum Idul Fitri Untuk Kembali ke Fitrah
Foto: Rohmat selamat SH.,Mkn, Ketua PWRI (kanan) Bersama Ade Yusrialdi (kiri) Sebagai ketua Korwil barat Baru.

“PWRI bukan sekadar wadah berkumpulnya insan pers, tetapi lembaga yang tumbuh bersama nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Regenerasi kepemimpinan adalah keharusan agar semangat dan kinerja organisasi tetap segar,” ujar Rohmat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam mendukung program PWRI Bogor Raya secara kolektif. Peran Korwil Bogor Barat dinilai sangat strategis karena mencakup wilayah dengan dinamika sosial dan media yang tinggi, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Waktu Milik Allah, Jangan Ukur Pertolongannya dengan Jam Manusia

Dalam kesempatan yang sama, Rohmat menyampaikan apresiasi kepada Matnasir Rony atas dedikasi dan loyalitasnya selama menjabat. Kini, Matnasir dipercaya sebagai Ketua Bidang Advokasi PWRI Bogor Raya, sebuah posisi yang dinilai penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis.

“Bidang Advokasi harus menjadi garda depan dalam menjaga martabat profesi wartawan. Tidak boleh ada lagi jurnalis yang dilemahkan secara hukum ketika menjalankan tugas jurnalistiknya,” tegas Rohmat.

Acara serah terima SK turut dihadiri oleh Fajar Subagia Rianto selaku Pembina PWRI Bogor Raya, Doso sebagai Sekretaris Jenderal, serta perwakilan anggota dari berbagai wilayah. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat solidaritas.

Baca juga:  Ketika Hawa Nafsu Menjadi Tuhan: Krisis Tauhid di Tengah Kapitalisme, Liberalisme, dan Komunisme

Menutup sambutannya, Rohmat menegaskan komitmen PWRI Bogor Raya untuk terus menjadi saluran komunikasi rakyat yang independen dan bermartabat.

“Sebagaimana TNI hadir untuk rakyat, PWRI pun berdiri untuk kepentingan rakyat menjaga kebenaran, keadilan, dan transparansi serta informasi publik,” tandasnya.

 

 

Red

 

 

Latest

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Mutiara Hikmah,  QS An-Nisa Ayat 116–121, Eggi Sudjana: Mengapa Syirik Tidak Diampuni, Bukankah Allah Maha Pengampun?

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), kembali mengangkat persoalan mendasar...

Dugaan Sarang Prostitusi Online Berkedok “Kontrakan Reformasi” di Gunung Putri Resahkan Warga

GUNUNG PUTRI | MATA PENA INDONESIA - Sebuah bangunan indekos dua lantai bernama Kontrakan Reformasi yang berlokasi di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...