KPP Bogor Raya Soroti Kondisi Kota Bogor yang Kian Tidak Tertib, Sebut Ada Pembiaran dari Satpol PP

KOTA BOGOR, MPI Kota Bogor menghadapi tantangan besar terkait ketertiban ruang publik, di mana maraknya aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) telah menguasai berbagai titik strategis seperti alun-alun, terminal, pasar, hingga trotoar. Kondisi ini menurut KPP Bogor Raya menunjukkan kurangnya ketegasan dalam menegakkan aturan dan menjaga wibawa pemerintah daerah.

“Kesemrawutan yang terjadi tidak mungkin terjadi tanpa adanya pembiaran. Ruang publik direbut secara liar, sementara aparat yang bertugas justru terlihat kurang responsif,” ujar Benni Sitepu kepada media pada Sabtu, (3/1).

Menurutnya, masalah ini bukan semata kesalahan PKL, melainkan kegagalan dalam menjalankan mandat hukum secara konsisten dan adil.

Meskipun KPP Bogor Raya masih memberikan dukungan kepada Plt Kepala Satpol PP Kota Bogor, dukungan tersebut memiliki syarat dan batasan. Plt Kepala Satpol PP diharapkan segera membuktikan keberanian, kepemimpinan, dan integritas dalam menata aktivitas PKL secara tegas, terukur, dan berkelanjutan – bukan hanya melalui razia sesaat atau upaya pencitraan semata.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan, evaluasi total hingga pencopotan pimpinan Satpol PP akan menjadi langkah yang tak terelakkan. Kota Bogor tidak boleh terus menjadi korban dari aparat yang gagal menjalankan tugasnya,” tegas beni kepada media Pada Sabtu (3/1/2026).

Benni menambahkan, ketertiban kota adalah cermin kepemimpinan pemerintah daerah.

“Ketika kota dibiarkan semrawut, yang runtuh bukan hanya fasilitas publik seperti trotoar dan alun-alun, melainkan juga wibawa hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

KPP Bogor Raya menegaskan akan terus bersuara, mengawal proses penataan, dan membuka persoalan ini ke ruang publik nasional hingga muncul tindakan nyata, bukan sekadar janji kosong,” pungkasnya

 

Red

Latest

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Newsletter

Don't miss

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Mutiara Hikmah BES: Jihad dan Sabar, Menghadapi Fitnah dan Ujian Sesuai OST JUBEDIL

Matapenaindonesia.co.id - Mutiara Hikmah - Kamis, 9 Juli 2026 Oleh...

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Kortas Tipidkor Polri mengungkap temuan mengejutkan saat menggeledah sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Golf...

Advokat Victor Harianja SH MH: Klien Akan Rawat Rumah yang Jadi Objek Sengketa Sambil Menunggu Putusan Pengadilan

DEPOK, MPI – Kuasa hukum, Victor Harianja, S.H., M.H., menyampaikan keterangan pers terkait rencana kliennya untuk melakukan perawatan terhadap sebuah rumah yang beralamat perumahan...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH - Jumat, 10 Juli 2026 | Bedah QS. Al-Hadid 57: 1–5 Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala: Ayat...