Kuliah Umum USB Bandung Berubah Jadi Alarm Bahaya, MS Kaban: Bencana Ekologi Bukti Tatakelola Negara Gagal

BANDUNG, MPI Kuliah Umum Universitas Sangga Buana (USB) Bandung, Kamis (29/1/2025), berubah menjadi panggung peringatan keras atas rusaknya lingkungan, bobroknya tata kelola negara, dan masa depan Indonesia yang dinilai kian suram. Di hadapan ratusan mahasiswa, Dr. MS Kaban secara terbuka menyebut Jawa Barat berada dalam kondisi “disaster” akibat kebijakan negara yang merusak alam dan mengkhianati generasi muda.

Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Dr. Refly Harun, Rocky Gerung, dengan Hersubeno Arif sebagai moderator.

Kaban menegaskan bahwa Jawa Barat bukan sekadar rawan bencana, tetapi sudah hidup dalam era climate disaster—fase kehancuran ekologis akibat eksploitasi brutal dan kebijakan yang ia sebut “babak belur”.

“Alam Jawa Barat itu disaster. Jangan lagi bicara optimisme kosong. Yang akan menanggung semua ini adalah generasi muda,” tegas Kaban.

Ia mengkritik keras narasi “Indonesia Emas” yang kerap digaungkan elite kekuasaan. Menurutnya, jargon itu berpotensi besar berubah menjadi “Indonesia Cemas”, karena kerusakan lingkungan dan krisis iklim diwariskan tanpa tanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Kaban membeberkan penyusutan kawasan hutan nasional yang dinilainya sangat mencurigakan. Ia menyebut, dalam satu dekade terakhir, puluhan juta hektare kawasan hutan hilang tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

“Pertanyaannya sederhana: 27 juta hektare itu dipakai untuk apa? Apakah rakyat pernah diberi tahu?” ujarnya.

Kaban juga menyoroti tambang-tambang ilegal, khususnya tambang emas, yang menurutnya dibiarkan beroperasi bertahun-tahun tanpa penindakan. Ia menyinggung tragedi tambang di Sumatra Utara yang menelan korban jiwa besar, namun hingga kini nyaris tanpa pertanggungjawaban.

Tak berhenti di situ, Kaban menyerang kebijakan pemerintah yang mencabut izin 28 perusahaan di Sumatra, namun tetap membiarkan mereka beroperasi.

“Izin dicabut tapi operasi jalan terus. Ini logika apa? Ini bukan penegakan hukum, ini penglegalan kejahatan,” katanya tajam.

Di hadapan civitas akademika, Kaban juga melontarkan kritik keras terhadap kondisi demokrasi Indonesia yang dinilainya telah dibajak elite.

“Demokrasi hari ini hanya milik kaum elit. Yang menderita kaum alit. Rakyat kecil hanya jadi korban kebijakan,” ucapnya.

Ia bahkan mempertanyakan arah kepemimpinan nasional dan praktik politik dinasti yang menurutnya menghilangkan harapan regenerasi kepemimpinan.

Menutup pidatonya, Kaban mengajak mahasiswa untuk tidak tunduk pada narasi palsu pembangunan. Ia menyerukan perlawanan intelektual dan moral terhadap kebijakan yang merusak alam dan masa depan.

“Kita hidup di era bencana karena kesalahan manusia sendiri. Kalau dunia akan hancur, tanam benih. Tanam harapan. Tanam perlawanan terhadap kebijakan yang membangun petaka,” pungkasnya.

Kuliah umum ini menegaskan posisi kampus sebagai ruang kritik, sekaligus menjadi alarm keras bahwa krisis lingkungan dan demokrasi bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini. [ATS]

 

Latest

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Newsletter

Don't miss

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Mutiara Hikmah BES: Jihad dan Sabar, Menghadapi Fitnah dan Ujian Sesuai OST JUBEDIL

Matapenaindonesia.co.id - Mutiara Hikmah - Kamis, 9 Juli 2026 Oleh...

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Kortas Tipidkor Polri mengungkap temuan mengejutkan saat menggeledah sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Golf...

Advokat Victor Harianja SH MH: Klien Akan Rawat Rumah yang Jadi Objek Sengketa Sambil Menunggu Putusan Pengadilan

DEPOK, MPI – Kuasa hukum, Victor Harianja, S.H., M.H., menyampaikan keterangan pers terkait rencana kliennya untuk melakukan perawatan terhadap sebuah rumah yang beralamat perumahan...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH - Jumat, 10 Juli 2026 | Bedah QS. Al-Hadid 57: 1–5 Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala: Ayat...