Menteri Sakti Wahyu Sebut Budidaya Perikanan Harus Jadi Solusi Utama

JAKARTA, MPI – Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP), Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., menilai budidaya perikanan harus jadi solusi utama. Jika produksi budidaya mencapai 5 juta ton, penangkapan di laut bisa dihentikan.

“Kalau kita sudah mampu memproduksi dari budidaya 5 juta ton. Maka penangkapan ikan di laut, saya akan katakan harus berhenti,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Kamis (12/12/24).

Baca juga:  Majlis Asmaul Husna Bersama dr H. Ilham Chaidir: Meneguhkan Iman dan Membersihkan Hati dari Penyakit Dunia

Dalam kesempatannya, ia menyebut beberapa komoditas bernilai tinggi di laut tetap dapat ditangkap. Namun, teknologi yang digunakan harus ramah lingkungan dan tidak merusak biota laut lainnya.

Menurut dia, praktik penangkapan destruktif seperti menggunakan troll adalah bentuk korupsi terhadap ekosistem. Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya harus berfokus pada keberlanjutan dan antikorupsi.

Baca juga:  Resmi Dilepas Menuju Tanah Suci, 439 Calon Jamaah Haji Kloter 14 Asal Kabupaten Bogor

Budidaya ikan seperti Tilapia di Indonesia juga masih memerlukan perbaikan. Bibit unggul dan teknologi yang sesuai standar best practice menjadi tantangan utama.

Ia juga mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menantang dirinya untuk merevitalisasi dan membangun kekuatan sektor budidaya perikanan. Tujuannya agar budidaya menjadi andalan untuk keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia.

 

Baca juga:  Menjalin Keakraban Para Ketua Organisasi Wartawan Untuk Melanjutkan dan Menyatukan Visi Misi Bersama di Bilabong

Red

Latest

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH.,...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota...

Mutiara Hikmah, Eggi Sudjana: 5 Ciri Fir’aun dalam Kekuasaan, Penindasan Adu Domba hingga Janji Allah bagi Kaum Tertindas

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Selasa, 13 Oktober 2026,...

Mutiara Hikmah: Eggi Sudjana Uraikan Rumus Jiwa Tenang: Anti-Syirik dan Dzikir 24 Jam Menuju Surga Allah

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau Brother Eggi Sudjana (BES), dalam kajian Mutiara Hikmah Senin, 12 Oktober 2026, menguraikan...

Warga Sukmajaya Tolak Kafe Samping Masjid Al-Huda Depok dan Tutup Permanen

DEPOK | MATA PENA INDONESIA — Kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga kondusivitas sosial serta keberadaan rumah ibadah kini tengah diuji. Gelombang penolakan keras...