Mutiara Hikmah BES: Allah Maha Melihat, Mukjizat Al-Qur’an Sesuai Fakta Ilmiah Otak Modern

MATAPENAINDONESIA.CO.ID MUTIARA HIKMAH – SABTU, 1 AGUSTUS 2026

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

QS. Al-‘Alaq Ayat 14

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى
a lam ya’lam bi-annalloha yaroo

“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?”

QS. Al-‘Alaq Ayat 15

كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ
kallaa la-il lam yangtahi lanasfa’am bin-naashiyah

“Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),”

QS. Al-‘Alaq Ayat 16

نَا صِيَةٍ كَا ذِبَةٍ خَا طِئَةٍ
naashiyating kaazibatin khoothi-ah

“(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.”

FAKTA TEMUAN ILMIAH

Bahwa sudah ada penelitian tentang OTAK Manusia di Amerika Serikat oleh para Ahli Otak, ditemukan bagian bernama Ubun-ubun (Prefrontal Cortex). Tempat inilah di dalam otak orang berfikir, berdusta, dan merencanakan segala kejahatan. Ternyata jauh sebelum penelitian ini ada, Al-Qur’an sudah menerangkan secara gamblang mengenai hal ini: Ubun-ubun itulah yang akan ditarik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dimasukkan ke dalam Neraka karena sifatnya yang mendustakan dan durhaka.

PENJELASAN TEKNIS & KESESUAIANNYA

Bagian otak yang disebut sains sebagai Prefrontal Cortex terletak tepat di bagian paling depan kepala, di belakang jidat atau ubun-ubun. Berikut rincian fungsinya menurut ilmu pengetahuan modern:

1. Pusat Pengambilan Keputusan & Perencanaan – Segala rencana baik maupun jahat disusun di bagian ini sebelum dilaksanakan.

2. Pusat Kejujuran & Kebohongan – Penelitian menggunakan teknologi fMRI tahun 2001 di Universitas Pennsylvania membuktikan bahwa saat seseorang berdusta, bagian Prefrontal Cortex ini menjadi yang paling aktif menyala.

3. Pusat Moral & Pengendalian Diri – Jika bagian ini mengalami kerusakan, seseorang dapat kehilangan rasa malu, menjadi pembohong, serta sulit mengendalikan tingkah lakunya.

Al-Qur’an menggunakan istilah Naashiyah yang berarti ubun-ubun bagian depan, lalu menyandingkannya dengan sifat “pendusta dan pendurhaka”. Hal ini persis dan 100% sesuai dengan fungsi yang baru dibuktikan oleh sains di masa kini.

BAGAIMANA MUNGKIN AL-QUR’AN MENGETAHUI HAL INI 1448 TAHUN LALU?

Jawabannya adalah ini merupakan MU’JIZAT ILMIYAH AL-QUR’AN. Berikut alasannya:

– Tidak mungkin berasal dari manusia: Pada tahun 610 Masehi di wilayah Arab, ilmu anatomi masih sangat sederhana. Belum ada alat canggih seperti MRI atau CT Scan. Bahkan pandangan dokter zaman itu pun masih keliru mengenai fungsi otak. Mustahil Nabi Muhammad SAW mengetahui rincian fungsi bagian otak ini tanpa petunjuk Allah.

– Bahasa Al-Qur’an sangat akurat & spesifik: Allah tidak menyebutkan secara umum “kepala”, melainkan menunjuk tepat pada lokasi yaitu “Naashiyah” atau ubun-ubun, lengkap dengan sifat khasnya.

– Telah dikonfirmasi oleh para ilmuwan: Banyak pakar kedokteran dunia seperti Prof. Keith Moore (Ahli Embriologi dari Kanada) dan Prof. Tejatat Tejasen (Dekan Fakultas Kedokteran Thailand) akhirnya bersyahadat setelah meneliti kesesuaian ayat Al-Qur’an dengan fakta sains.

DAFTAR REFERENSI YANG DIGUNAKAN

1. “The Neural Basis of Truth and Deception” – Daniel Langleben, Universitas Pennsylvania, diterbitkan dalam Jurnal NeuroImage tahun 2001.

2. Buku “Brain and Behavior” karya Goldstein, tahun 2011, khususnya bab mengenai Prefrontal Cortex dan Pengambilan Keputusan Moral.

3. Tafsir Ibnu Katsir – Penjelasan mendalam mengenai makna kata “Naashiyah” sebagai bagian depan kepala tempat munculnya sifat angkuh dan dusta.

4. Materi kajian “Quran and Modern Science” – Dr. Zakir Naik, tahun 2003.

HIKMAH UNTUK PERADABAN TAHUN 2026 DAN SELANJUTNYA

Ayat ini bukan sekadar informasi sejarah, melainkan pedoman hidup yang nyata bagi kita semua:

Pertama: Pengawasan Mutlak Allah (“Allah Yaro”)
Teknologi berupa CCTV, kamera satelit, hingga sistem AI bisa saja dibobol atau lalai. Namun, pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah tidur dan tidak akan terlewat sedikitpun. Bagi para pemimpin, pejabat, dan siapa saja yang memegang amanah: ingatlah bahwa setiap niat, rencana, dan tindakan – termasuk yang tersembunyi sekalipun di dalam pikiran – tercatat sempurna di sisi-Nya.

Kedua: Jaga Sumber Pikiran & Niat
Segala perbuatan buruk seperti korupsi, penyebaran berita bohong (hoaks), makar, dan pengkhianatan semuanya bermula dari perencanaan di dalam ubun-ubun kita. Maka, jagalah isinya dengan sebaik-baiknya: penuhi dengan bacaan Al-Qur’an, zikir, dan ilmu yang bermanfaat. Jauhi tontonan, bacaan, maupun pergaulan yang mendorong pikiran kotor.

Ketiga: Penerapan Hukum yang Adil & Tuntas
Karena pusat kejahatan ada pada niat dan perencanaan di dalam pikiran, maka penegakan hukum pun seharusnya tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi menelusuri hingga ke akar niat dan perancangannya. Ini penting untuk membangun Indonesia yang berkeadilan dan bersih dari kejahatan sistematis.

Keempat: Membangun Generasi Melalui Pendidikan Karakter Anak-anak dan generasi muda harus dijaga kesehatan fungsi “ubun-ubunnya” sejak dini. Tanamkan nilai kejujuran, amanah, dan budaya JUBEDIL (Jujur, Berilmu, Dan Bermanfaat). Hindarkan mereka dari konten yang tidak mendidik, kekerasan, dan kebohongan yang dapat merusak pola pikir dan akhlak.

DOA PENJAGAAN DIRI

Allahumma inni a’udzubika min syarri sam’i wa bashari wa qalbi wa naashiyati
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pendengaran, penglihatan, hati, dan ubun-ubunku.”

Rabbanaa la tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitana
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.”

PANDUAN PRAKTIS: JAGA UBUN-UBUN DARI KERUSAKAN

Sebelum bertindak, tanamkan 3 pertanyaan ini di dalam hati:

1. Apakah Allah melihat dan mengetahui hal ini? (Sesuai QS. Al-‘Alaq 96:14)

2. Apakah hal ini benar dan didasari data yang jelas? (Sesuai prinsip JUBEDIL & Tabayyun QS. Al-Hujurat 6)

3. Apakah hal ini bermanfaat bagi sesama dan tidak merugikan orang lain?

Lakukan evaluasi diri berkala dengan prinsip:

– Isi pikiran dengan membaca Al-Qur’an dan ilmu positif, hindari hoaks, ghibah, serta pemikiran negatif.

– Arahkan setiap rencana hidup semata-mata karena mengharap ridha Allah, hindari rencana curang atau makar.

– Ucapkan selalu kebenaran berdasar fakta, hindari dusta, fitnah, dan pencitraan berlebihan.

– Ambil keputusan dengan teliti dan musyawarah, hindari keputusan terburu-buru karena emosi atau pilih kasih.

– Perbanyak zikir dan rasa syukur dalam segala keadaan, hindari keragu-raguan, prasangka buruk, dan keputusasaan.

KESIMPULAN AKHIR

Bagaimana mungkin Al-Qur’an berbicara tepat dan sesuai dengan kemajuan zaman serta teknologi padahal ribuan tahun lalu belum ada alat penelitian canggih? Jawabannya satu-satunya: Ini adalah Firman Sang Pencipta Manusia dan Otak itu sendiri. Dia yang menciptakan tentu mengetahui fungsi setiap bagian tubuh makhluk-Nya dengan paling sempurna.

Mari kita jaga ubun-ubun dan pikiran kita senantiasa lurus di jalan-Nya.

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Orang Tua Korban Dugaan Kekerasan Desak Polresta Cirebon dan Polsek Gebang Segera Tuntaskan Perkara

CIREBON, MPI – Orang tua korban dugaan kekerasan, Ahmad...

Gagal Makar, Kini Bangun Opini Kudeta Lewat Survei: Layakkah SMRC Dipercaya?

Oleh: Martinus Amin Praktisi Hukum dan Sosial MATAPENAINDONESIA.CO.ID - Pada 26...

Penyidik Tidak Sanggup Jemput Paksa Ahmad Khoizunidin, Ada Apa ?

Oleh : Prof Dr. H, Eggi Sudjana, SH., M.Si...

Mutiara Hikmah BES: Hampir Semua Perubahan Besar Muncul dengan Kegaduhan

Oleh: Prof. Dr H Eggi Sudjana, SH., M.Si MATAPENAINDONESIA.CO.ID -...

Newsletter

Don't miss

Orang Tua Korban Dugaan Kekerasan Desak Polresta Cirebon dan Polsek Gebang Segera Tuntaskan Perkara

CIREBON, MPI – Orang tua korban dugaan kekerasan, Ahmad...

Gagal Makar, Kini Bangun Opini Kudeta Lewat Survei: Layakkah SMRC Dipercaya?

Oleh: Martinus Amin Praktisi Hukum dan Sosial MATAPENAINDONESIA.CO.ID - Pada 26...

Penyidik Tidak Sanggup Jemput Paksa Ahmad Khoizunidin, Ada Apa ?

Oleh : Prof Dr. H, Eggi Sudjana, SH., M.Si...

Mutiara Hikmah BES: Hampir Semua Perubahan Besar Muncul dengan Kegaduhan

Oleh: Prof. Dr H Eggi Sudjana, SH., M.Si MATAPENAINDONESIA.CO.ID -...

Mutiara Hikmah BES: Sistematika Kebahagian Dalam Al – quran

MATAPENAINDONESIA.CO.ID - MUTIARA HIKMAH - KAMIS, 30 JULI 2026 Allaah...

Orang Tua Korban Dugaan Kekerasan Desak Polresta Cirebon dan Polsek Gebang Segera Tuntaskan Perkara

CIREBON, MPI – Orang tua korban dugaan kekerasan, Ahmad Hidayat (Dayat), berharap jajaran Polresta Cirebon melalui Polsek Gebang segera menuntaskan penanganan perkara yang diduga...

Gagal Makar, Kini Bangun Opini Kudeta Lewat Survei: Layakkah SMRC Dipercaya?

Oleh: Martinus Amin Praktisi Hukum dan Sosial MATAPENAINDONESIA.CO.ID - Pada 26 Juli 2026, SMRC merilis hasil survei yang menyebutkan adanya penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi pada masa...

Penyidik Tidak Sanggup Jemput Paksa Ahmad Khoizunidin, Ada Apa ?

Oleh : Prof Dr. H, Eggi Sudjana, SH., M.Si | Damai Hari Lubis. BOGOR, MATAPENAINDONESIA.CO.ID – Prof. Dr. H, Eggi Sudjana, SH., M.Si (BES) bersama Damai...