Politik Luar Negeri Indonesia Pasca Penangkapan Presiden Venezuela

Oleh: Prof. Eggi Sudjana

BOGOR, MPIĀ Peristiwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Flores, oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah mengguncang tata hubungan internasional.

Tindakan sepihak tersebut, apa pun alasan hukumnya menurut versi Amerika Serikat, menimbulkan pertanyaan serius tentang penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta peran lembaga-lembaga global seperti Dewan Keamanan PBB.

Bagi Indonesia, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari warisan pemikiran Bung Karno, yang sejak awal telah meletakkan pondasi moral dan ideologis politik luar negeri Indonesia, bebas dan aktif, anti-penindasan, serta berpihak pada keadilan dunia.

Bung Karno dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari penjajahan cara berpikir. Dalam pidatonya di Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Bung Karno menegaskan:

ā€œKolonialisme belum mati. Ia hidup dalam bentuk baru, dalam kontrol ekonomi, kontrol intelektual, dan kontrol politik.ā€

Pernyataan ini sangat relevan dengan situasi dunia hari ini. Ketika negara kuat bertindak sepihak atas negara lain dengan dalih hukum, keamanan, atau demokrasi, tetapi mengabaikan mekanisme internasional, sesungguhnya itulah bentuk kolonialisme gaya baru yang telah diperingatkan Bung Karno sejak puluhan tahun lalu.

Pemikiran Bung Karno ini sejalan dengan firman Allah SWT:

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŽŲÆŁŁˆŲ§ ۚ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ­ŁŲØŁŁ‘ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲ¹Ł’ŲŖŁŽŲÆŁŁŠŁ†ŁŽ

(QS. Al-Baqarah: 190)

Larangan melampaui batas ini bukan hanya berlaku bagi individu, tetapi juga bagi negara.

Non-Blok Jalan Tengah yang Bermartabat

Bung Karno tidak ingin Indonesia menjadi satelit kekuatan mana pun. Ia menolak politik ā€œikut yang kuatā€ dan juga menolak sikap pasif. Inilah makna sejati non-blok, berdiri di tengah dengan prinsip, bukan berdiri di pinggir tanpa sikap.

Dalam salah satu pidatonya, Bung Karno berkata:

ā€œKita tidak memihak ke Timur atau ke Barat. Kita memihak kepada keadilan.ā€

Kalimat ini adalah intisari politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks Venezuela, Indonesia tidak dituntut membela individu Maduro atau rezimnya, tetapi membela prinsip, kedaulatan negara, supremasi hukum internasional, dan penyelesaian damai.

Prinsip ini sejalan dengan Al-Qur’an:

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŁ…ŁŽŁ†ŁŽŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ Ų“ŁŽŁ†ŁŽŲ¢Ł†Ł Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ų£ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŁ„ŁŁˆŲ§
(QS. Al-Mā’idah: 8)

Keadilan tidak boleh dikalahkan oleh kebencian, tekanan politik, atau kepentingan global.

Kedaulatan sebagai Harga Mati

Bung Karno adalah pemimpin yang sangat sensitif terhadap isu kedaulatan. Baginya, kedaulatan adalah kehormatan bangsa. Dalam pidato-pidatonya, ia berkali-kali menegaskan:

ā€œSekali kita menyerah pada intervensi asing, maka saat itu pula harga diri bangsa mulai runtuh.ā€

Karena itu, Indonesia tidak boleh membenarkan praktek penangkapan kepala negara asing secara sepihak, apa pun alasannya. Jika preseden ini dibiarkan, maka dunia akan bergerak menuju hukum rimba, di mana yang kuat menentukan benar dan salah.

Al-Qur’an telah mengingatkan bahaya kezaliman kekuasaan:

ŁˆŁŽŲŖŁŁ„Ł’ŁƒŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±ŁŽŁ‰Ł° Ų£ŁŽŁ‡Ł’Ł„ŁŽŁƒŁ’Ł†ŁŽŲ§Ł‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŁ…ŁŽŁ‘Ų§ ŲøŁŽŁ„ŁŽŁ…ŁŁˆŲ§
(QS. Al-Kahfi: 59)

Sejarah dunia, sebagaimana sejarah bangsa-bangsa yang runtuh, selalu menunjukkan bahwa kezaliman kekuasaan tidak pernah berumur panjang.

Bung Karno tidak pernah bercita-cita menjadikan Indonesia negara adidaya secara militer. Yang ia inginkan adalah Indonesia menjadi mercusuar moral dunia. Negara yang berani bersuara ketika keadilan diinjak-injak, meski tidak memiliki kekuatan senjata terbesar.

Itulah sebabnya Bung Karno menggagas Konferensi Asia Afrika, bukan untuk melawan Barat atau Timur, tetapi untuk mengangkat martabat bangsa-bangsa yang selama ini dibungkam.

Al-Qur’an telah mengajarkan:

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ ŁŠŁŽŲ£Ł’Ł…ŁŲ±Ł ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲÆŁ’Ł„Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų„ŁŲ­Ł’Ų³ŁŽŲ§Ł†Ł
(QS. An-Nahl: 90)

Perintah ini bersifat universal, berlaku di rumah tangga, di masyarakat, hingga dalam hubungan antarnegara.

Dalam menghadapi konflik global seperti kasus Venezuela, Indonesia tidak boleh kehilangan kompas sejarahnya.

Politik luar negeri Indonesia harus tetap setia pada ajaran Bung Karno, semangat Konferensi Asia Afrika, dan nilai-nilai keadilan universal yang juga diajarkan Al-Qur’an.

Selama Indonesia berpijak pada keadilan, kedaulatan, dan kemanusiaan, Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa kecil, meski tidak menjadi negara adidaya.

Itulah warisan Bung Karno.
Itulah jalan non-blok yang bermartabat.

BOGOR, Selasa 6 Januari 2026. 4:54 WIB.

 

Red

Latest

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR,Ā MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Newsletter

Don't miss

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH...

Polri Sita Aset Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas

KAB. BOGOR,Ā MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)...

Mutiara Hikmah BES: Jihad dan Sabar, Menghadapi Fitnah dan Ujian Sesuai OST JUBEDIL

Matapenaindonesia.co.id - Mutiara Hikmah - Kamis, 9 Juli 2026 Oleh...

Hasil Penggeledahan di Sentul: 74 Kilogram Emas, Valas Rp476 Miliar hingga Foto Keluarga Jadi Barang Bukti

SENTUL, MPI – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Kortas Tipidkor Polri mengungkap temuan mengejutkan saat menggeledah sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Golf...

Advokat Victor Harianja SH MH: Klien Akan Rawat Rumah yang Jadi Objek Sengketa Sambil Menunggu Putusan Pengadilan

DEPOK, MPI – Kuasa hukum, Victor Harianja, S.H., M.H., menyampaikan keterangan pers terkait rencana kliennya untuk melakukan perawatan terhadap sebuah rumah yang beralamat perumahan...

Mutiara Hikmah BES: 3 Kriteria Mutlak Allah – Mengapa Tidak Ada Tuhan Selain-Nya? Bedah Al-Hadid Ayat 1-5

Oleh: BES – Brother Eggi Sudjana Matapenaindonesia.co.id - MUTIARA HIKMAH - Jumat, 10 Juli 2026 | Bedah QS. Al-Hadid 57: 1–5 Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala: Ayat...