NGANJUK, MPI – Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh aparat penegak hukum dan institusi negara wajib melakukan pembenahan total, membersihkan diri dari praktik buruk, serta berani mengoreksi kekurangan masing-masing. Hal ini disampaikan Presiden saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa aparat negara tidak boleh berada di balik atau menjadi pelindung berbagai bentuk penyelewengan, kejahatan, maupun aktivitas ilegal.
“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang beking penyelewengan, beking narkoba, beking judi, beking illegal ini, illegal itu,” tegas Prabowo.
Presiden mengingatkan, bangsa ini perlu memperbaiki kondisi secara menyeluruh dan tidak boleh menutup-nutupi kekurangan yang ada. Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan kehormatan seluruh lembaga hukum di Indonesia.
Secara khusus, Prabowo menyampaikan perhatian besarnya terhadap kemandirian dan integritas hakim. Ia mengungkapkan kebijakan kenaikan gaji yang telah diterapkan tahun lalu sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga kebersihan lembaga peradilan.
“Tahun lalu saya naikin gaji hakim. Hakim paling junior saya naikin hampir 300 persen. Sekarang di seluruh ASEAN kita diakui, gaji hakim kita sudah melampaui Malaysia. Bahkan gaji Ketua Mahkamah Agung kita, take home pay-nya sudah setara atau melampaui Singapura,” jelasnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pembenahan harus terus dilakukan. Ia mengingatkan, pengadilan adalah tempat terakhir bagi rakyat, terutama mereka yang lemah, untuk mencari keadilan.
Tak hanya lembaga peradilan, pembenahan juga wajib dilakukan oleh Kejaksaan, Kepolisian, hingga TNI. Prabowo meminta ketiga institusi ini menyingkirkan korupsi dan penyelewengan dari dalam tubuh organisasi masing-masing.
“Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri. Harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi. Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat,” pungkas Presiden



