NGANJUK, MPI – Presiden Republik Indonesia menyampaikan gagasan mengenai kendaraan kepresidenan yang dirancang khusus agar tetap memungkinkan dirinya berinteraksi langsung dengan masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah.
Pernyataan ini disampaikan saat pengalaman Presiden berkeliling di Jawa Timur pada Sabtu (16/5), di mana antusiasme warga yang menunggu di pinggir jalan membuatnya merasa perlu hadir lebih terbuka.
“Cukup melelahkan memang, tapi bagaimana lagi? Rakyat sudah banyak sekali keluar ke jalan, masa saya di dalam kendaraan tertutup? Kan tidak lucu. Terpaksa saya berdiri, supaya bisa melihat dan disapa mereka,” ujar Presiden.
Presiden menambahkan bahwa dirinya kerap bersalaman dengan warga Jawa Timur yang dikenal memiliki tangan keras dan kasar, tanda bahwa mayoritas masyarakat di sana adalah petani dan pekerja keras.
“Setelah dua atau tiga kali kunjungan dan bersalaman, tangan saya sampai butuh diolesi minyak khusus. Memang tangannya keras-keras semua. Tapi itulah risiko yang harus saya ambil, sebagai bentuk balasan atas kesetiaan dan perjuangan mereka,” ungkapnya sambil tertawa.
Karena usia yang kini telah mencapai 75 tahun, Presiden menegaskan perlunya kendaraan khusus yang tetap memungkinkan dirinya berdiri, namun dilengkapi kaca pelindung dan kursi untuk beristirahat. Ia pun memerintahkan PT Pindad untuk merancang desain tersebut bersama Profesor Sigit.
“Saya minta Pindad buatkan, bicarakan dengan Profesor Sigit. Didesain saja mobil khusus Presiden, pakai kaca pelindung, ada kursinya, tapi orang luar tetap lihat saya berdiri. Usia sudah 75 tahun, tenaga tentu terbatas, tapi rasa kasihan melihat rakyat menunggu berjam-jam itu yang lebih besar. Asalkan bisa dekat dan bersalaman dengan mereka, itu yang utama,” tegas Presiden.



