Prabowo Tak Ucap Bela Sungkawa Ali Khamenei, Ini Tanggapan Mantan Menhut Ms Kaban

BOGOR, MPI Mantan Menteri Kehutanan Ms kaban menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto terkait wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Menurutnya, tidak adanya ucapan bela sungkawa resmi dari Prabowo menunjukkan kehati-hatian berlebihan terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah eskalasi konflik kawasan.

Mskaban menilai, dalam tradisi diplomasi dunia Islam, wafatnya pemimpin spiritual sekaliber Ali Khamenei bukan hanya peristiwa domestik Iran, tetapi memiliki resonansi geopolitik dan emosional di berbagai negara berpenduduk Muslim.

Ia berpendapat, setidaknya pernyataan empati kemanusiaan dapat disampaikan tanpa harus masuk pada posisi politik tertentu.

Baca juga:  Presiden Minta Pindad Rancang Mobil Khusus: Tetap Bisa Berdiri, Meski Ada Kaca

“Ini bukan hanya soal politik luar negeri, tetapi juga sensitivitas terhadap solidaritas umat. Prabowo terlihat takut ke Amerika Serikat (AS) dengan tidak mengucapkan bela sungkawa,” kata Mskaban kepada wartawan pada Minggu, (8/3/2026).

Saat banyak pemimpin dunia menyampaikan bela sungkawa terhadap tokoh spiritual Iran tersebut, masyarakat menanti pernyataan dari Presiden Indonesia. Namun, yang lebih dulu menyampaikan justru beberapa ketua partai dan salah satu menteri kabinet, yakni Menteri Pertahanan. Ada jeda waktu yang membuat banyak pihak bertanya-tanya kenapa Prabowo terlambat memberikan ucapan tersebut.

Baca juga:  GAMIS Indonesia Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu di Rawamangun

“Jadi kenapa terlambat itu, mungkin waktu itu Presiden sedang keliling dan beliau ingin mendengar dari banyak tokoh-tokoh,” ujarnya.

Kaban juga menegaskan bahwa Amerika dan Israel adalah pemicu utama perang dengan Iran. “Semua perang dimulai oleh Amerika dan Israel menyerang Iran. Jika Israel tidak menyerang Iran, tidak akan terjadi situasi yang seperti sekarang ini,” tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, pemerintah Amerika di bawah Donald Trump dan Netanyahu secara langsung menyerang dan membunuh pemimpin tertinggi Iran.

Baca juga:  Bibit Berkualitas, Panen Melimpah: Solusi Tepat Investasi Pertanian Bersama Abah Nana

“Saya kira ini memberikan luka yang panjang bagi sebagian besar masyarakat di Teheran. Harusnya Amerika dan Israel lah yang harus menghentikan peperangan, bukan Teheran karena Teheran itu diserang. Jadi harusnya pemerintah Amerika, Donald Trump dan Netanyahu harus minta maaf kepada seluruh rakyat Teheran, bukan mendesak atau memediasi Teheran,” katanya.

Ia berpendapat bahwa Indonesia selama ini dikenal dengan politik luar negeri bebas aktif. Prinsip tersebut, kata kaban, semestinya memungkinkan pemerintah menyampaikan sikap kemanusiaan tanpa dianggap berpihak secara militer atau strategis.

[ ATS ]

Latest

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr....

Universitas Graha Ganesha Resmi Berdiri, YPGG Lantik Rektor dan Jajaran Pejabat Struktural

TANGERANG | MATA PENA INDONESIA – Yayasan Pendidikan Graha...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr....

Universitas Graha Ganesha Resmi Berdiri, YPGG Lantik Rektor dan Jajaran Pejabat Struktural

TANGERANG | MATA PENA INDONESIA – Yayasan Pendidikan Graha...

Mutiara Hikmah, BES: Memahami Makna Taqiyyah dalam QS Ali ‘Imran Ayat 28

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — BISMILLAH, Prof. Dr. Eggi...

Mutiara Hikmah, BES: Rahasia Sabar dan Jihad, Rumus Surga Untuk Kader Umat Islam

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Selasa, 22 September 2026, mengangkat tema “QS. Ali Imran 142 & 146...

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu menggelar aksi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian masyarakat...

Mutiara Hikmah, BES: Rasionalitas “Rasa Takut” dalam QS Ali Imran 149-151

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Bismillah, Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan akrab nya Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan...