MUTIARA HIKMAH – Senin, 1 Juni 2026
Matapenaindonesia – Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
📚 QS. Al-Mulk (67) : 1
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ ۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Tabaarakalladzii biyadihil-mulku wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir
“Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 2
ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ
Alladzii khalaqal-mauta wal-hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalaa, wa huwal-‘aziizul-ghafuur
“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 3
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَا رْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
Alladzii khalaqa sab‘a samaawaating thibaaqaa, maa taraa fii khalqir-rahmaani min tafaawut, farji‘il-bashara hal taraa min futhuur
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 4
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَا سِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
Summarji‘il-bashara karrataini yangqalib ilaikal-basharu khaasi’an wa huwa hasiir
“Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia dalam keadaan letih.”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 5
وَلَـقَدْ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَ عْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بَ السَّعِيْرِ
Wa laqad zayyannas-samaa’ad-dunyaa bimashaabiiha wa ja‘alnaahaa rujuumal lisy-syayaathiini wa a‘tadnaa lahum ‘adzaabas-sa‘iir
“Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.”
🌌 Surah Al-Mulk ayat 1–5 ini melukiskan sifat Allah yang:
✅ ABSOLUTE
✅ DISTINCT
✅ UNIQUE
☝️ Maknanya: kemutlakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala — tiada persamaan-Nya dengan apa pun atau siapa pun. Dia Maha Esa, Maha Tunggal, dan tidak berbagi kekuasaan dengan makhluk mana pun.
🧠 Konsep tauhid inilah yang menurut pandangan BES mulai dipahami secara mendalam sejak mengikuti Latihan Kader I HMI tahun 1979 di Cibadak, Sukabumi.
🤲 Saat itu, BES merasakan pencerahan dan hidayah melalui muhasabah yang disampaikan oleh Almarhum Bang Tonny Ardie, yang kala itu menjabat sebagai salah satu Ketua PB HMI di bawah kepemimpinan Abdullah Hehamahua.
✨ Dari pemahaman tersebut, BES semakin menyadari betapa Maha Kuasanya Allah: Dia menguasai ruang dan waktu, sehingga tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi-Nya.
👑 Oleh karena itu, hanya Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Esa.
🇮🇩 Dalam pandangan BES, tanpa perlu perdebatan berlebihan, bangsa Indonesia patut bersyukur karena dasar negara Republik Indonesia menempatkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai fondasi utama.
Hal itu tercermin secara jelas dalam:
1. Sila Pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Pasal 29 UUD 1945
3. Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-3, yang menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah:
✨ “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.”
🌌 Allah sebagai Al-Mulk adalah Raja di atas segala raja di seluruh jagad raya. Lihatlah penciptaan langit dan bintang-bintang: adakah yang tidak seimbang? Adakah yang cacat? Semuanya tercipta dengan aturan dan keseimbangan yang sempurna.
📖 Pemahaman ini semakin lengkap apabila kita meneliti juga Surah Al-Hadid ayat 1–4:
📚 QS. Al-Hadid (57) : 1
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
📚 QS. Al-Hadid (57) : 2
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
📚 QS. Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْاَ وَّلُ وَا لْاٰ خِرُ وَا لظَّاهِرُ وَا لْبَا طِنُ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
📚 QS. Al-Hadid (57) : 4
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّا مٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَ رْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَا ۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa… Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
🧠 Bagi BES, apabila ayat-ayat ini dipelajari dengan pendekatan ES Theory — yaitu kerangka berpikir OST JUBEDIL — maka manusia akan sampai pada tingkatan Ma’rifatullah, mengenal Allah secara hakiki dan merasa dekat dengan-Nya.
Sebab, Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada. Hal ini ditegaskan kembali dalam Surah Al-Mulk:
📚 QS. Al-Mulk (67) : 13
وَاَ سِرُّوْا قَوْلَـكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 14
اَ لَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ ۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui.”
📚 QS. Al-Mulk (67) : 15
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ
“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu dibangkitkan.”
❓ Dengan segala kemahakuasaan Allah yang nyata ini, mengapa masih ada manusia yang ingkar, berbuat zalim, dan fasik kepada-Nya? Sungguh hal yang sangat patut direnungkan.
🇮🇩 Di sisi lain, BES juga mengingatkan agar kita tidak keliru secara ideologis dalam memahami sejarah lahirnya Pancasila dan konstitusi negara.
📌 Menurut pandangan ilmu hukum yang dikemukakan BES, ada perbedaan waktu dan makna yang harus dipahami:
– 1 Juni 1945: Hari disampaikannya pidato Bung Karno tentang gagasan dasar negara.
– 22 Juni 1945: Lahirnya Piagam Jakarta, dokumen yang memuat rumusan awal dasar negara.
– 18 Agustus 1945: Momen bersejarah ketika Pancasila secara sah disepakati dan ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
📖 Lebih jauh lagi, Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menegaskan kembali berlakunya UUD 1945, sekaligus menegaskan bahwa Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 menjiwai konstitusi tersebut. Di dalam Piagam Jakarta itu tertuang rumusan mulia:
✨ “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”
🧠 Menurut pandangan BES, fakta sejarah ini menunjukkan adanya keterkaitan erat, baik secara historis maupun ideologis, antara lahirnya konstitusi Negara Republik Indonesia dengan nilai-nilai Ketuhanan, serta aspirasi besar umat Islam dalam perjalanan membangun bangsa ini.
🔥 Salam Jihad ✍️ Brother Eggi Sudjana ( BES )



