Revitalisasi Pasar Merdeka Bogor Tabrak Arah Astacita Prabowo-Gibran, Tata Kelola Ekonomi Rakyat Terancam Krisis

BOGOR, MPI  Revitalisasi Pasar Merdeka yang digadang-gadang sebagai simbol modernisasi ekonomi rakyat justru mengungkap masalah tata kelola publik di Kota Bogor. Alih-alih mewujudkan Astacita Prabowo-Gibran tentang pemerataan ekonomi, proyek ini malah menunjukkan disfungsi institusional lewat kenaikan sewa yang tidak transparan, penggusuran pedagang kecil, dan privatisasi ruang publik berkedok pembangunan.

Revitalisasi pasar seharusnya inklusif, akuntabel, dan adil. Namun, praktiknya justru menyimpang. Pungutan non-reguler, monopoli oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya, dan minimnya partisipasi publik membuktikan bahwa kebijakan ini lebih berorientasi pada keuntungan komersial daripada pelayanan publik.

Baca juga:  Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Penganiayaan Tahanan di Sel

Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) menilai proyek ini telah menjadi alat akumulasi modal bagi segelintir elite birokrasi. PWRI mendesak Walikota Bogor dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk segera melakukan audit kebijakan menyeluruh guna menelusuri distorsi regulasi, penyalahgunaan wewenang, dan potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan aset publik strategis ini.

Retorika “Pasar Modern dan Tertib” hanyalah narasi untuk menutupi kegagalan struktural. Seorang pedagang mengungkapkan, “Kebijakan ini berpihak pada pengusaha besar, bukan pedagang kecil,” yang mencerminkan praktik pembangunan yang menyingkirkan rakyat dari ruang ekonomi mereka.

Baca juga:  Dandim 0508/Depok Disambut Tradisi Palang Pintu Saat Kunjungi Koramil 03/Sukmajaya

Sikap defensif Perumda Pasar Pakuan Jaya terhadap kritik publik memperkuat indikasi krisis legitimasi kelembagaan. Jawaban normatif seperti “No comment, itu wewenang Perumda pusat” menunjukkan absennya tanggung jawab moral dan institusional dalam pengelolaan aset publik, serta erosi transparansi dan lemahnya akuntabilitas.

PWRI juga menemukan indikasi represi terhadap pedagang yang menyuarakan aspirasi ke media. Pembungkaman ini bukan hanya pelanggaran etika birokrasi, tetapi juga kemunduran demokrasi ekonomi di tingkat lokal. Jika dibiarkan, hal ini akan mempersempit partisipasi publik dan merusak ekosistem sosial ekonomi rakyat.

Baca juga:  Musim Kemarau Ancam Kekeringan, Aktivitas Geothermal Jadi Sorotan

PWRI menekankan bahwa audit kebijakan harus menjadi uji etik terhadap moralitas pemerintah daerah. Tanpa koreksi struktural, revitalisasi pasar hanya akan memperkuat ketimpangan sosial, oligarki ekonomi lokal, dan menegasikan prinsip keadilan sosial yang menjadi fondasi Astacita ekonomi kerakyatan.

Kasus Pasar Merdeka Bogor menjadi sorotan dan refleksi atas krisis paradigma pembangunan daerah, di mana modernisasi fisik diagungkan tetapi keberlanjutan sosial diabaikan. Pembangunan yang kehilangan orientasi keadilan adalah kemunduran etis dan struktural dalam tata kelola ekonomi rakyat Kota Bogor.

 

Red

Latest

Newsletter

Don't miss

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat TNI AD

MEDAN, MPI — Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa...

Mutiara Hikmah BES: Pilihan Anak Bangsa, Penjara Lebih Baik daripada Memenuhi Ajakan Mereka

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si...

Mutiara Hikmah BES: Lebih Baik Kehilangan Jabatan dan Harta daripada Mengorbankan Iman

BOGOR, MPI — Ada kalanya mempertahankan prinsip membutuhkan keberanian untuk...

Mutiara Hikmah BES: QS Al-Hajj Ayat 2 Mengingatkan Dahsyatnya Kiamat, Huru-Hara Dunia Jangan Disamakan dengan Azab Akhirat

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si dalam Mutiara Hikmah Kamis, (27/8/2026), mengajak umat Islam untuk mentadaburi QS. Al-Hajj ayat 2, yang menggambarkan...

Manifesto Peradaban: Prof. Eggi Sudjana Bedah QS. An-Nur Ayat 55, Iman dan Amal Shalih sebagai Jalan Menuju Istikhlafah

BOGOR, MPI — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si (BES) dalam kajian Mutiara Hikmah Rabu, (26/8/2026), mengangkat tema “Manifesto Peradaban” dengan menjadikan QS. An-Nur...

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat TNI AD

MEDAN, MPI — Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III Tahun...