CIANJUR, MPI – Memasuki usia ke-2 tahun, Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) wilayah Jawa Barat langsung bergerak cepat dengan menggelar silaturahmi dan konsolidasi dalam agenda Kopdarwil 1 Cianjur.
Kegiatan yang berlangsung di Restoran Ayam Bakar Jakarta, Jalan Raya Puncak, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu, (2/5/2026) Siang.
Dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 18 kabupaten se-Jawa Barat sebagai langkah awal pemantapan organisasi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Seknas MKN (Sekretaris Jenderal dan Direktur Eksekutif MKN APUDSI), Sekretaris Militer Istana Cipanas, serta jajaran pengurus KSB MKD APUDSI tingkat kabupaten se-Jawa Barat.
Langkah ini merupakan strategi penting untuk menyatukan arah gerak sekaligus memperkuat peran APUDSI sebagai penggerak ekonomi desa yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Majelis Kesejahteraan Nasional (MKN) APUDSI, Eris Munandar, menegaskan bahwa organisasinya terus menunjukkan perkembangan signifikan secara nasional maupun internasional.
“Saat ini MKD APUDSI telah terbentuk di ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan terus berkembang. Ini menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem usaha desa yang terintegrasi,” ujar Eris.
Ia menambahkan, kehadiran APUDSI hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan klasik yang dihadapi pelaku usaha desa, mulai dari keterbatasan akses informasi, permodalan, hingga jaringan pasar.
“Secara nasional, APUDSI telah terbentuk di seluruh provinsi dan menjangkau lebih dari 300 kabupaten, dengan target ke depan hadir di lebih dari 75.000 desa di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa,” jelasnya.
“Tak hanya di dalam negeri, APUDSI juga telah membentuk kepengurusan dan jaringan internasional melalui Majelis Kesejahteraan Luar Negeri di sejumlah negara Eropa, serta menargetkan ekspansi ke kawasan ASEAN dan Pasifik dalam waktu dekat,” tambah Eris.
Sementara itu, Koordinator Wilayah APUDSI Jawa Barat, Aboy Maulana, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda seremonial.
“Pertemuan ini merupakan langkah strategis menyatukan visi dan misi seluruh MKD di Jawa Barat, sekaligus memperkuat peran APUDSI sebagai penggerak utama usaha desa. Ini adalah komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan demi kemajuan ekonomi desa di Jawa Barat,” tegasnya.
Ketua MKD APUDSI Kabupaten Cianjur, H. Didin Rosidin, SE., MM., yang juga pengelola Restoran Ayam Bakar Jakarta, menyampaikan rasa bangga dapat menjadi tuan rumah.
“Kami merasa bangga dan terhormat bisa menjadi tuan rumah gelaran Kopdarwil Cianjur 1. Kehadiran rekan-rekan dari berbagai kabupaten menjadikan momen ini bagian dari sejarah perjalanan APUDSI di Jawa Barat. Saya berharap APUDSI mampu menjadi magnet penggerak ekonomi pedesaan yang mandiri, kuat, dan berdaya saing menghadapi tantangan global,” ujar Didin.
Optimisme serupa disampaikan Ketua MKD APUDSI Kabupaten Bogor, Nimbrod. Pihaknya berkomitmen menghadirkan program-program nyata berbasis desa.
“Kami optimistis mampu menghadirkan program pro-rakyat dengan dukungan MKN. Fokus kami adalah mendorong usaha desa agar naik kelas, memiliki daya saing, serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat secara nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam pertemuan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Desa, Mewujudkan Kesejahteraan Bersama” ini, ditetapkan pula agenda pelantikan kepengurusan tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Gedung Sate, Bandung. Wilayah ini ditargetkan menjadi prototipe nasional mengingat besarnya potensi pelaku usaha desa yang dimiliki.
Dengan langkah agresif tersebut, APUDSI diyakini tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga kekuatan baru dalam mendorong kemandirian ekonomi desa di Indonesia.
(syam)



