Tanggul Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Tajurhalang, KPP Bogor Raya Desak Copot Kadis PUPR

BOGOR, MPI Jalan yang seharusnya menjadi sarana yang aman justru berubah menjadi ancaman mematikan. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Bomang, RT 03 RW 16, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Kamis 23 april 2026 sekitar pukul 09.50 WIB. yang mengakibatkan seorang perempuan paruh baya mengalami luka berat di bagian kepala.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh keberadaan tanggul di badan jalan yang tidak dilengkapi dengan fasilitas pengamanan maupun rambu peringatan.

Korban yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi F 3136 FIO diketahui tertabrak truk diesel bernomor polisi B 9813 NBC setelah kehilangan kendali. Berdasarkan keterangan warga, kedua kendaraan melaju dari arah Bojonggede. Sesampainya di lokasi, pengendara motor diduga terkejut dengan kondisi jalan yang tidak rata, sehingga melakukan pengereman mendadak, menyebabkan kendaraannya oleng, dan akhirnya ditabrak dari belakang oleh truk.

Baca juga:  Pemkab Bogor Perkuat Sukamakmur sebagai Pusat Ekonomi Baru, Dorong Percepatan CDOB Bogor Timur

“Pas di lokasi ada tanggul, motor ngerem mendadak, oleng lalu ketabrak truk,” ujar salah seorang saksi di lokasi kejadian, Rabu (23/4/2026).

Korban ditemukan tergeletak di samping kendaraannya dengan luka serius di bagian kepala. Warga sekitar tidak berani memberikan pertolongan langsung, mengingat kondisi korban sangat keritis kemungkinan meninggal dunia dan kemudian di evakusi ke RSUD Kota Bogor.

Kelalaian Infrastruktur !

Ketiadaan rambu peringatan, marka jalan, maupun pengaman di titik tersebut memperkuat dugaan bahwa kecelakaan ini bukan semata-mata kesalahan pengendara. Kondisi jalan yang membahayakan tanpa adanya proteksi dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur publik.

Baca juga:  Refleksi Akhir Tahun 2024 Bersama Para Organisasi Pers

Menanggapi hal ini, Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, Menegaskan serta menilai bahwa insiden ini sebagai kegagalan serius pemerintah daerah  (Pemda) dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kecelakaan, ini akibat pembiaran. Jalan dibiarkan berbahaya tanpa rambu dan pengamanan. Itu kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Beni, pada Kamis (23/4).

Ia mendesak Bupati Bogor untuk segera mengambil langkah tegas terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Menurutnya, tanggung jawab tidak boleh berhenti pada level teknis, tetapi harus menyentuh pimpinan yang memegang kendali penuh atas kondisi jalan tersebut.

Baca juga:  Bupati Bogor Resmikan Kantor Kecamatan Sukamakmur dan Luncurkan Program Pelayanan Publik Terpadu dalam Semarak HUT RI ke-80

“Jika benar tidak ada pengamanan, maka sudah seharusnya ada konsekuensi tegas. Kami mendesak Bupati Bogor mencopot Kadis PUPR. Jangan tunggu korban berikutnya,” lanjut Beni.

Peristiwa ini menjadi cerminan lemahnya pengawasan dan standar keselamatan jalan. Jalan yang seharusnya melindungi justru berubah menjadi jebakan yang mengancam nyawa. Tanpa tindakan cepat dan tegas, risiko serupa berpotensi terus berulang dan memakan korban kembali.

“Keselamatan masyarakat bukan hal yang bisa dinegosiasikan. Ketika infrastruktur yang dikelola negara justru mencelakai rakyatnya, maka itu bukan lagi sekadar kecelakaan, melainkan kegagalan yang harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya

(syam)

Latest

Tadabbur Al-Mulk: Menyikapi Fakta, Mensyukuri Nikmat, dan Meneguhkan Keimanan kepada Allah

Mutiara Hikmah BES - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id -...

Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah

Mutiara Hikmah - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah...

Demo Saat HJB ke-544, PMII Soroti dan Sebut Pemkot Bogor Sibuk Pencitraan

KOTA BOGOR, MPI - Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 diwarnai...

Blak-blakan, Rismon Ungkit 3.174 Aset Kemenpora di Tangan Roy Suryo

JAKARTA, MPI - Rismon H. Sianipar secara blak - blakan terbuka...

Newsletter

Don't miss

Tadabbur Al-Mulk: Menyikapi Fakta, Mensyukuri Nikmat, dan Meneguhkan Keimanan kepada Allah

Mutiara Hikmah BES - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id -...

Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah

Mutiara Hikmah - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah...

Demo Saat HJB ke-544, PMII Soroti dan Sebut Pemkot Bogor Sibuk Pencitraan

KOTA BOGOR, MPI - Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 diwarnai...

Blak-blakan, Rismon Ungkit 3.174 Aset Kemenpora di Tangan Roy Suryo

JAKARTA, MPI - Rismon H. Sianipar secara blak - blakan terbuka...

Prof Eggi Sudjana: Jangan Terpedaya Dunia, Tingkatkan ASI (Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq)

MUTIARA HIKMAH - SABTU, 6 JUNI 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah...

Tadabbur Al-Mulk: Menyikapi Fakta, Mensyukuri Nikmat, dan Meneguhkan Keimanan kepada Allah

Mutiara Hikmah BES - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا...

Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah

Mutiara Hikmah - Senin, 8 Juni 2026 Matapenaindonesia.co.id - Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓـفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ...

Demo Saat HJB ke-544, PMII Soroti dan Sebut Pemkot Bogor Sibuk Pencitraan

KOTA BOGOR, MPI - Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 diwarnai aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor di depan Balaikota...