Tata Ulang Negeri: Wajib Bangun Generasi Taqwa dan Pertanggungjawaban Pemimpin

MUTIARA HIKMAH – JUMAT 24 APRIL 2026

Matapenaindonesia – Allaah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9)

Dalam ayat tersebut, sangat jelas perintah untuk MEMPERHATIKAN GENERASI PENERUS. Kita dilarang membiarkan mereka menjadi “lemah”, terutama dalam hal kesejahteraan dan keimanan.

Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman, wajiblah kita mendidik dan mengedukasi anak-anak kita menjadi GENERASI TAQWA. Hanya dengan demikian akan tercipta generasi yang kuat dalam Aqidah, Syariah, dan Akhlak.

Ingatlah, Generasi Taqwa adalah kunci yang akan mengkondisikan keberkahan bagi sebuah bangsa, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Baca juga:  Iran Digembosi, Kritik Keras Ayatullah Abbasi atas Sikap Al-Azhar

Jelaslah sudah, seharusnya GENERASI TAQWA yang diutamakan, baru kemudian terwujud “Generasi Emas” untuk Indonesia.

PARADOKS BANGSA: KAYA SUMBER DAYA, TAPI RAKYAT MISKIN & TERBELAKANG

Mari kita lihat realita yang terjadi di negeri ini. Terjadi sebuah paradoks yang dahsyat antara kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa dengan kondisi kesejahteraan rakyatnya.

– Indonesia memiliki SDA melimpah, namun kemiskinan masih merajalela.
​
– Tingkat pendidikan rendah, rata-rata banyak yang tidak tamat Sekolah Dasar.
​
– Minat baca masyarakat Indonesia tercatat sebagai yang paling buruk di Asia Tenggara, padahal perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah Iqra (Bacalah).
​
– Data menyebutkan angka kemampuan baca Al-Qur’an dan ketaatan menjalankan sholat masih sangat minim.

Pertanyaan seriusnya: Bagaimana mungkin Indonesia bisa mengejar kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi jika minat baca dan pendidikan kita rendah?

Secara ekonomi, nilai ekspor SDA seperti Batu Bara, Kelapa Sawit, dan Nikel saja mencapai sekitar 5.500 Triliyun. Angka ini bahkan melampaui total APBN yang sekitar 3.700 Triliyun. Belum lagi ditambah kekayaan Emas, BBM, Timah, Hasil Laut, Hutan, Pertanian, dan Peternakan lainnya. Seharusnya negeri ini sangat kaya, namun mengapa masih banyak rakyat yang menderita, miskin, dan tertinggal?

Baca juga:  Menimbang Rencana Penutupan Ritel Modern: Jalan Tengah untuk Ekonomi Rakyat

TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN & AMANAH UUD 1945

Sesuai Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4, tugas utama pemimpin negara adalah:

1. Menjaga tumpah darah dan seluruh rakyat.
​
2. Menjaga kesejahteraan.
​
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
​
4. Ikut menjaga ketertiban dunia.

Tanggung jawab ini sangat berat, baik di dunia maupun akhirat. Namun faktanya, belum ada mekanisme hukum yang jelas mengenai pertanggungjawaban tersebut.

Usul BES:
Sebaiknya setiap tanggal 16 Agustus dijadikan momentum resmi LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PRESIDEN, agar ada evaluasi jelas dan solusi nyata untuk kemajuan bangsa.

PERINGATAN ALLAH UNTUK PEMIMPIN

Allah SWT telah menetapkan standar bagi pemimpin yang diberi amanah:

وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَانُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ

Baca juga:  Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Muhibullah Desak Penegakan Hukum Diperkuat

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 73)

Juga firman-Nya dalam:

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 41)

Kita rakyat Indonesia yang Cerdas, Berani, Militan (CBM) melihat bahwa hingga kini, belum ada pemimpin yang sepenuhnya menjalankan amanah dan perintah Allah tersebut secara sempurna.

Apakah kondisi sulit yang kita alami ini merupakan teguran atau Azab sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-A’raf ayat 96?

Sadarilah Bangsaku, masih ada waktu untuk perbaikan. Mari kita kompak dan bersatu untuk mengurus Republik ini dengan tanggung jawab penuh.

Salam Jihad – Brother Eggi Sudjana ( BES )

Latest

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana,...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana...

Newsletter

Don't miss

Mutiara Hikmah: BES Ajak Umat Introspeksi Diri Lewat Doa Sulaiman dan 5 Penyakit Hati

BOGOR | MATA PENA INDONESIA –Prof Dr Eggi Sudjana, SH., M.Si atau dengan panggilan Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara...

Kader PSI Bogor Raya Membludak di Rakorda, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias di Sentul

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bogor Raya memadati kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI yang digelar di Sentul...

Mutiara Hikmah BES: Jangan Taklid Buta! Eggi Sudjana Ungkap 7 Penyebab Manusia Sesat tetapi Tidak Menyadarinya

MATA PENA INDONESIA | BOGOR — BISMILLAH. Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara Hikmah edisi Ahad, 25 Oktober 2026. Kali ini,...