Mutiara Hikmah, BES: 6 Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Kehidupan

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Rabu, 16 September 2026, mengajak umat Islam merenungkan kandungan QS. Al-Hujurat ayat 16 serta hikmah tentang enam perkara yang disembunyikan Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اَ تُعَلِّمُوْنَ اللّٰهَ بِدِيْـنِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Katakanlah (kepada mereka), ‘Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.'”

(QS. Al-Hujurat: 16)

Menurut BES, ayat tersebut memberikan pelajaran penting bahwa manusia tidak sepatutnya merasa paling mengetahui urusan agama di hadapan Allah SWT. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang tersembunyi di langit dan di bumi.

Dari ayat tersebut, BES kemudian mengaitkannya dengan sebuah hikmah yang disebutkan dalam Nashaihul ‘Ibad Syarh Al-Munabbihaat ‘Alal Isti’daad Li Yaumil Ma’aad, karya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang dinukil oleh Imam Muhammad Nawawi Al-Bantani, mengenai enam perkara yang disembunyikan Allah dalam enam perkara lainnya.

Enam Perkara yang Disembunyikan Allah

Pertama, keridhaan Allah disembunyikan dalam ketaatan.

BES menjelaskan, Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam berbagai bentuk ketaatan agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan seluruh amal kebaikan.

Karena itu, manusia tidak sepantasnya meremehkan amal sekecil apa pun. Bisa jadi, justru amal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas menjadi sebab datangnya keridhaan Allah SWT.

Baca juga:  Prof Eggi Sudjana: Momentum Idul Fitri Untuk Kembali ke Fitrah

Kedua, murka Allah disembunyikan dalam kemaksiatan.

Menurut BES, manusia juga tidak boleh meremehkan dosa atau kemaksiatan sekecil apa pun. Sebab, manusia tidak mengetahui kemaksiatan mana yang dapat mendatangkan murka Allah.

Pesan yang ditekankan adalah agar seorang Muslim menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan dan selalu berhati-hati dalam kehidupannya.

Ketiga, Lailatul Qadar disembunyikan dalam bulan Ramadhan.

Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki keutamaan besar. Karena waktu pastinya tidak ditentukan secara terbuka, umat Islam didorong untuk bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam Ramadhan, terutama pada malam-malam terakhir.

BES mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya muncul pada malam tertentu, tetapi dibangun melalui kesungguhan dan istiqamah sepanjang Ramadhan.

Keempat, wali Allah disembunyikan di antara manusia.

Allah menyembunyikan para wali-Nya di antara manusia agar setiap orang belajar menghormati dan tidak meremehkan orang lain.

Dengan demikian, seseorang tidak boleh memandang rendah orang lain hanya berdasarkan penampilan, pekerjaan, kedudukan ataupun status sosialnya. Bisa jadi seseorang yang dipandang biasa justru memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Kelima, kematian disembunyikan dalam umur manusia.

Menurut BES, tidak seorang pun mengetahui kapan ajalnya akan tiba. Karena itu, manusia harus senantiasa mempersiapkan diri dengan amal, taubat dan ketaatan.

Pesannya sederhana: jangan menunda taubat dan jangan menunda berbuat baik, karena waktu kematian merupakan rahasia Allah SWT.

Keenam, Ash-Shalatul Wustha disembunyikan dalam shalat lima waktu.

Baca juga:  Habib Rizieq Sebut Eggi Sudjana sebagai Tokoh Nasional Saat Maulid Nabi di Empang Bogor

BES mengaitkan hal ini dengan kewajiban seorang Muslim untuk menjaga seluruh shalat wajib. Karena tidak boleh mengabaikan salah satunya, seorang Muslim harus memelihara shalat lima waktu dengan sebaik-baiknya.

QS Al-Hujurat Ayat 16: Jangan Merasa Paling Tahu

BES kemudian memberikan sudut pandang bahwa QS. Al-Hujurat ayat 16 mengandung pelajaran tauhid yang mendalam.

Manusia tidak seharusnya berusaha mengatur atau menentukan segala sesuatu yang menjadi ketetapan Allah. Tugas manusia adalah tunduk, taat, berusaha memahami petunjuk-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Menurut BES, banyak hal yang Allah rahasiakan bukan karena Allah tidak memberikan penjelasan, melainkan memiliki hikmah agar manusia tetap bersungguh-sungguh dalam menjalankan kehidupan dan ibadah.

“Allah menyembunyikan detailnya, supaya energi kita dicurahkan kepada semua, bukan hanya kepada satu titik saja,” demikian inti pesan BES dalam renungannya.

Perspektif Tarbiyah: Agar Manusia Istiqamah dan Tawadhu

Dalam perspektif tarbiyah, enam perkara tersebut dapat dipahami sebagai bentuk pendidikan bagi manusia agar tidak memilih-milih dalam beribadah.

Jika manusia mengetahui secara pasti amal tertentu yang pasti mendatangkan ridha Allah, dikhawatirkan perhatian hanya tertuju pada amal tersebut. Demikian pula jika seseorang mengetahui secara pasti siapa wali Allah, manusia berpotensi hanya menghormati orang tertentu dan meremehkan yang lainnya.

Karena itu, menurut sudut pandang yang disampaikan BES, kerahasiaan tersebut menjadi dorongan agar umat Islam tetap istiqamah, rendah hati dan bersungguh-sungguh dalam berbagai bentuk kebaikan.

Baca juga:  Ombudsman RI Soroti Dugaan Penghalangan Sidak di Lapas Cibinong

Dikaitkan dengan Semangat CBM

BES juga menghubungkan enam perkara tersebut dengan semangat CBM: Cerdas, Berani, Militan.

Nilai keridhaan Allah yang tersembunyi dalam ketaatan, misalnya, menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan dengan niat ibadah dan tidak memilih pekerjaan hanya berdasarkan besar atau kecilnya tugas.

Sementara itu, keyakinan bahwa murka Allah dapat tersembunyi dalam kemaksiatan menjadi pengingat untuk tidak menormalisasi dosa kecil.

Begitu pula dengan ajaran menghormati setiap manusia, menjaga seluruh shalat, tidak menunda taubat dan bersungguh-sungguh beribadah selama Ramadhan.

BES merangkum pesan tersebut dalam sebuah prinsip:

“Allah menyembunyikan supaya kita bersungguh-sungguh.”

Rumus Kehidupan dari Enam Perkara

Dalam bagian akhir Mutiara Hikmah, BES menyampaikan enam pelajaran praktis bagi umat Islam:

Beramal dalam berbagai bentuk kebaikan, karena ridha Allah dapat tersembunyi di dalamnya.

Meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan, karena murka Allah dapat tersembunyi di dalamnya.

Menghormati setiap orang, karena bisa jadi terdapat hamba Allah yang memiliki kedudukan mulia di antara mereka.

Menjaga seluruh shalat lima waktu, karena manusia tidak boleh meremehkan salah satu shalat wajib.

Selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian, karena waktu ajal merupakan rahasia Allah.

Bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan, terutama dalam mencari Lailatul Qadar.

BES menutup Mutiara Hikmah tersebut dengan doa:

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا رِضَا كَ وَتَوْفِيْقَكَ

“Ya Allah, karuniakan kami ridha-Mu dan taufiq-Mu.”

Salam Jihad, Brother Eggi Sudjana (BES)

Latest

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Newsletter

Don't miss

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Generasi Taqwa dan Pelajaran dari Bangsa-Bangsa Terdahulu

BOGOR | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES)...

Mutiara Hikmah, BES: Standar Bicara dan Jalan Hidup dalam QS. An-Nisa Ayat 114-115

Oleh: Prof Dr H. Eggi Sudjana SH., M.Si BOGOR |...

Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

MEDAN | MATA PENA INDONESIA – Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, UIP...

Curhat Pagi Koh Halim: Benarkah Rezeki Hanya Soal Harta, Jabatan dan Kekuasaan?

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Benarkah rezeki hanya soal harta, jabatan dan kekuasaan? Pertanyaan tersebut menjadi bahasan Koh Halim dalam refleksi Curhat Pagi Hari...

Mutiara Hikmah, BES: Al-Kautsar Ajarkan Cara Bersyukur, Ibrahim Ayat 7 Janjikan Tambahan Nikmat

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA – Brother Eggi Sudjana (BES) dalam Mutiara Hikmah Selasa, 15 September 2026, mengajak umat Islam memahami kembali makna bersyukur atas...