Mutiara Hikmah, QS Hud Ayat 3, Eggi Sudjana: Istighfar Anak Sholeh Menjauhkan Azab dan Menaikkan Derajat Orang Tua

BOGOR | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si. atau Brother Eggi Sudjana (BES) kembali menyampaikan pesan keagamaan melalui Mutiara Hikmah pada Kamis, 8 Oktober 2026. Mengangkat tema “Nur/Cahaya Pagi: Memohon Ampun Menjauhkan dari Azab”, BES mengajak umat Islam memahami pentingnya istighfar, shalat, taubat, serta mendidik anak menjadi saleh dan salehah.

BES mengawali Mutiara Hikmah dengan mengutip sebuah hadis:

“Tidaklah kami mengetahui perbuatan ketaatan yang dengannya Allah ‘Azza wa Jalla menjauhkan azab/siksa seperti ibadah shalat.”

Menurut BES, shalat merupakan salah satu bentuk ketaatan yang dapat menjadi jalan untuk dijauhkan dari azab Allah SWT.

Ia kemudian mengutip hadis lainnya:

“Sesungguhnya seseorang akan diangkat kedudukan derajatnya di Surga, lalu ia berkata, dari manakah aku bisa mendapatkan ini? Maka dikatakan kepadanya, dengan sebab istighfar (doa ampunan) dari anakmu untukmu.”

“Di sinilah penting melahirkan dan mendidik anaknya menjadi Soleh dan Solehah, sehingga walaupun ortunya sudah wafat tetap didoakan dengan banyak istighfar sampai derajat ortunya naik tingkatan di Surga-Nya,” tulis BES.

BES selanjutnya mengingatkan umat untuk memahami firman Allah SWT dalam QS Hud ayat 3:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَا عًا حَسَنًا اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّ يُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗ وَاِ نْ تَوَلَّوْا فَاِ نِّيْۤ اَخَا فُ عَلَيْكُمْ عَذَا بَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).”

“Kiranya bagaimana memahami peristiwa doa Anak yang sholeh ini?” menjadi pertanyaan penting yang kemudian dibedah BES dalam Mutiara Hikmah tersebut.

Nur Cahaya Pagi: Istighfar Menjauhkan dari Azab

BES mengatakan, pagi Kamis ini Nur atau cahaya terlihat terang. Setelah pada hari sebelumnya membahas tentang “OMON2” yang dibenci Allah SWT melalui QS As-Saff ayat 2-3, menurutnya hari ini Allah SWT membukakan solusi melalui istighfar.

Baca juga:  Mutiara Hikmah, BES: Kun Fayakun Allah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

“MasyaAllah, pagi Kamis ini Nur-nya terang sekali. Setelah kemarin kita bahas OMON2 yang dibenci Allah (QS As-Saff 2-3), hari ini Allah bukakan solusi cahaya paginya: ISTIGHFAR,” tulis BES.

Dua Hadis Kunci

BES kemudian membedah dua hadis yang menjadi kunci pembahasan.

Hadis pertama, yakni:

“Tidaklah kami mengetahui ketaatan yang dengannya Allah menjauhkan azab seperti sholat.”

BES mempertanyakan mengapa shalat menjadi ketaatan yang begitu penting. Menurutnya, shalat merupakan bentuk istighfar yang lengkap.

“Mengapa sholat? Karena sholat adalah istighfar yang paling lengkap. Dalam sholat ada 100x ampunan. Dan sholat mencegah fahsya dan munkar — sumber azab,” jelasnya.

BES kemudian mengaitkan nilai shalat dengan perilaku manusia dalam kehidupan.

“Orang yang sholatnya benar tidak akan korupsi 300T, tidak akan pagar laut, tidak akan OMON2. Jadi azab dijauhkan,” tulisnya.

Hadis kedua, lanjut BES:

“Seseorang akan diangkat derajatnya di Surga, lalu ia berkata: Dari mana aku dapat ini? Dikatakan: Dengan sebab istighfar dari anakmu untukmu.”

Menurut BES, hal tersebut merupakan investasi akhirat yang tidak pernah rugi.

“Di sinilah pentingnya melahirkan & mendidik anak Sholeh/Sholehah seperti yang BES tulis. Harta 500M di rumah Jampidsus tidak bisa naikkan derajat di surga, tapi satu istighfar anak sholeh bisa naikkan derajat orang tua yang sudah wafat,” tegasnya.

BES juga menjelaskan bahwa dalam logika Al-Qur’an dan hadis, ketika orang tua wafat, amalnya terputus, tetapi terdapat amal yang terus memberikan manfaat, salah satunya adalah waladun sholeh yad’u lahu, yakni anak saleh yang mendoakan orang tuanya.

“Doanya itu berupa istighfar,” tulis BES.

Membongkar QS Hud Ayat 3: Rumus Dua Langkah Menjauhkan Azab

BES kemudian membedah QS Hud ayat 3 sebagai sebuah rumus dua langkah menjauhkan azab.

Langkah pertama: اسْتَغْفِرُوا — Mohon Ampun atau Istighfar.

Menurut BES, istighfar merupakan bentuk pengakuan atas kesalahan.

“Ini mengakui salah. Bukan OMON2 seperti kemarin. Mengakui: Ya Allah kami pernah salah. Ini pembersih dosa. Tanpa istighfar, taubat tidak sah,” jelasnya.

Langkah kedua: ثُمَّ تُوبُوا — Kemudian Bertaubat atau Kembali.

Baca juga:  Mutiara Hikmah BES: Ketika Kebenaran Al-Qur’an Ditinggalkan, Apa Penyebab dan Solusinya?

BES menjelaskan bahwa istighfar berarti meminta ampun, sedangkan taubat berarti kembali dan tidak mengulangi kesalahan.

“Istighfar minta ampun, taubat artinya balik arah, tidak ulangi lagi. Kalau kemarin OMON2 korupsi, sekarang balik jadi Bunyanun Marsusun. Kalau kemarin pelit, sekarang infaq walau bokek (QS 3:134 Selasa lalu),” tulis BES.

Hasil Dua Langkah: Kenikmatan yang Baik dan Karunia Allah

BES menjelaskan dua hasil yang disebut dalam QS Hud ayat 3 apabila dua langkah tersebut dijalankan.

Pertama:

يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا — Allah beri kenikmatan yang baik sampai ajal.

Menurut BES, yang dimaksud bukan kenikmatan semu, tetapi mata’an hasanan, yakni kenikmatan yang berkah dan ketenangan meskipun tidak selalu dalam jumlah yang banyak.

Kedua:

وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ — Allah beri karunia kepada setiap yang berbuat baik sesuai kelebihannya.

“Termasuk karunia diangkat derajat di surga karena istighfar anak,” tulis BES.

Namun, BES juga mengingatkan adanya ancaman apabila manusia berpaling.

فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

“Aku takut kamu ditimpa azab hari (Kiamat),” demikian pesan yang disampaikan BES.

Bagaimana Memahami Doa Anak Sholeh untuk Orang Tua?

BES kemudian masuk pada inti pembahasan, yakni bagaimana memahami peristiwa doa anak saleh bagi orang tua yang telah meninggal dunia.

Menurutnya, inilah Nur atau Cahaya Pagi yang sebenarnya.

Pertama, anak sholeh adalah amal jariyah yang hidup.

“Mendidik anak sholeh adalah investasi cahaya yang terus bersinar walau orang tua sudah dalam kubur gelap,” tulis BES.

Ia menggambarkan seorang anak saleh yang bangun pagi dan melaksanakan shalat Subuh, kemudian beristighfar untuk kedua orang tuanya:

Rabbighfirli wa liwalidayya warhamhuma.

“Allah terima, lalu Allah angkat derajat orang tua. Orang tua kaget di surga: Dari mana ini? Dijawab: Dari istighfar anakmu,” tulis BES.

Kedua, mengapa harus anak sholeh?

BES menekankan bahwa anak saleh akan tetap mengingat orang tua setelah mereka meninggal dunia.

“Karena hanya anak sholeh yang ingat orang tua setelah wafat. Anak yang tidak sholeh sibuk rebutan harta 300 T bahkan lebih, ribut harta warisan, sibuk pagar laut, sibuk kasus emas yang ditangani kejaksaan, tapi bagi Anak yang Sholeh pasti sibuk istighfar,” ungkapnya.

Baca juga:  Pangdam I/BB Terima Audiensi PLN UID Sumut, Bahas Kondisi Kelistrikan dan Sinergi Program Pemerintah

Karena itu, menurut BES, tugas dirinya dan seluruh umat Islam bukan sekadar mengumpulkan harta, tetapi juga melahirkan dan mendidik generasi yang saleh dan salehah.

“Oleh karena itu tugas BES & kita semua bukan hanya kumpulkan harta, tapi lahirkan dan didik anak sholeh/sholehah — inilah yang BES titik tekan kan harus dijalankan hingga kematian Syahid menjemput Kita,” tegasnya.

Koneksi Mutiara Hikmah Selasa, Rabu dan Kamis

BES juga menghubungkan pesan Kamis ini dengan pembahasan Mutiara Hikmah pada hari-hari sebelumnya.

Selasa — QS Ali Imran 133-134: mengajarkan menjadi muttaqin yang mampu memaafkan orang. Anak saleh adalah anak yang memaafkan dan mendoakan orang tua, walaupun orang tua pernah melakukan kesalahan.

Rabu — QS As-Saff 61:2-3: larangan mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan atau “OMON2”. Anak saleh bukan OMON2, melainkan membuktikan bakti dengan istighfar nyata setelah orang tua wafat.

Kamis — QS Hud 11:3: istighfar menjadi jalan memohon ampun, menjauhkan azab, serta menaikkan derajat melalui karunia Allah SWT.

BES kemudian merangkum konstruksi Mutiara Hikmah selama satu rangkaian:

Senin: Power Tauhid

Selasa: Rumus Surga 3 Variabel

Rabu: Anti OMON2

Kamis: Istighfar Anak Sholeh menjauhkan azab & naikkan derajat.

Istighfar dan Taubat Nasional

Di bagian akhir, BES mengajak umat Islam, khususnya bangsa Indonesia, untuk melakukan istighfar dan taubat.

“Jika semua Umat Islam dari Bangsa Indonesia ini lakukan istighfar & taubat Nasional, maka mata’an hasanan akan datang, dan azab hari besar akan dijauhkan. Jika tidak, takutlah akan Azab ALLAH,” tulis BES.

BES menutup Mutiara Hikmah Kamis pagi dengan doa agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, syafaat dan karunia kepada seluruh umat yang beriman dan bertakwa.

“InsyaAllah, ALLAH Ampuni, beri Rahmat, Syafaat, dan Karunia-NYA pada Kita Semua yang beriman dan Taqwa pada NYA di dunia saat ini dan akhirat kelak. Aamiin.”

Salam Jihad dan Sabar

Brother Eggi Sudjana (BES

Latest

Eggi Sudjana Soroti Permohonan ke MK: Harus Jelas Kerugian Konstitusional, Jangan Sekadar Seolah-Olah

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si....

Hampir 2 Tahun Jadi Tersangka, Ada Apa dengan Perkara Jiovanno Nahampun?

BEKASI | MATA PENA INDONESIA — Hampir dua tahun berstatus tersangka,...

Onne Setiawan Siap Bawa GM FKPPI 10-04 Kabupaten Bogor Lebih Solid, Kuat dan Militan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Calon Ketua GM FKPPI...

Newsletter

Don't miss

Eggi Sudjana Soroti Permohonan ke MK: Harus Jelas Kerugian Konstitusional, Jangan Sekadar Seolah-Olah

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si....

Hampir 2 Tahun Jadi Tersangka, Ada Apa dengan Perkara Jiovanno Nahampun?

BEKASI | MATA PENA INDONESIA — Hampir dua tahun berstatus tersangka,...

Onne Setiawan Siap Bawa GM FKPPI 10-04 Kabupaten Bogor Lebih Solid, Kuat dan Militan

CIBINONG | MATA PENA INDONESIA — Calon Ketua GM FKPPI...

Mutiara Hikmah Jumat, Eggi Sudjana Uraikan 5 Ciri Kaum yang Dicintai Allah: Takwa Sejati Bukan Sekadar Identitas Islam

BOGOR | MATA PENA INDONESIA— Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si., atau yang akrab disapa Brother Eggi Sudjana (BES), dalam pesan Mutiara Hikmah Jumat,...

Eggi Sudjana Soroti Permohonan ke MK: Harus Jelas Kerugian Konstitusional, Jangan Sekadar Seolah-Olah

JAKARTA | MATA PENA INDONESIA — Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si. menyoroti persoalan permohonan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), khususnya terkait pentingnya kejelasan mengenai kerugian...

Hampir 2 Tahun Jadi Tersangka, Ada Apa dengan Perkara Jiovanno Nahampun?

BEKASI | MATA PENA INDONESIA — Hampir dua tahun berstatus tersangka, berkas perkara disebut telah bolak-balik hingga empat kali, namun perkara yang menjerat Jiovanno Nahampun disebut...